Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]

Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]
Bab 6


__ADS_3

Kia merasa bumi tempatnya berpijak kali ini seolah berhenti berputar, Ia seperti dibawa ke dasar jurang yang terdalam. Dia sadar bahwa penderitaan hidupnya baru saja akan dimulai.


Kia tak yakin jika malaikat tanpa sayap, yang dikirimkan sang sahabat dapat membantunya kali ini.


Tepat pukul 07.00 malam, Kia belum juga mempersiapkan dirinya untuk pergi bersama suaminya ke club yang digadang-gadang milik sahabat suaminya itu. Tempat dimana dirinya akan dijual oleh suaminya sendiri.


Bukan hanya karena butuh uang, Aldo menjual Kia. Tapi ia juga butuh seorang anak dari pernikahannya bersama dengan Kia. Dia butuh Kia melahirkan seorang anak untuknya, meskipun bukan darah dagingnya.


Kia terus berjalan mondar-mandir di balkon unit apartemennya. Mata Kia terus terfokus pada balkon unit apartemen Dion, mencari keberadaan sang pemilik apartemen itu, yang sama sekali tak terlihat batang hidungnya.


"Kemana dia? Bagaimana dia bisa menolong ku, jika saat ini saja dia tak ada di dekatku?" guman Kia yang terus mencondongkan tubuhnya untuk melihat lebih dekat unit apartemen Dion.


Aldo yang baru saja keluar dari kamarnya, melihat Kia mencondongkan tubuhnya ke sisi unit apartemen Dion, menganggap jika Kia ingin kembali berusaha untuk bunuh diri dengan terjun bebas dari balkon apartemen mereka.


Aduh segera menghampiri Kia dengan langkah seribunya.


"Belum saatnya kau mati, kita harus menjadi penolong Daddy ku." Ucap Aldo saat ia menarik paksa tubuh Kia menjauh dari balkon.


"Apa? Kamu tadi bilang apa? Penolong Daddy mu? Ada apa dengan Om Wirya?" Tanya dia yang tidak mengetahui kabar tentang sakitnya Ayah mertuanya itu.


"Kau tidak perlu banyak tahu tentang keluargaku. Yang Kau perlu tahu sekarang sudah waktunya kau ikut denganku. Kenapa kau sampai saat ini belum juga bersiap? Apa kau selalu harus aku kasari agar menurut semua perintahku?" Jawab Aldo yang enggan memberitahukan mengenai keadaan sang Daddy yang tengah sakit keras pada Kia.

__ADS_1


Aldo menarik tubuh Kia masuk ke dalam kamar, ia melempar tubuh Kia hingga membentur dinding kamar mereka.


"Aaad-duhh... Sakit!" Keluh Kia yang kembali mendapat perlakuan kasar dari Aldo.


Alih-alih mengasihani istrinya yang kesakitan, Aldo malah menyambar sebuah pakaian yang sedikit terbuka untuk Kia kenakan malam ini.


"Pakai ini dan poles wajah buruk dan jelek mu itu agar lebih sedikit cantik dan menarik. Malam ini kau harus menghasilkan uang untukku." Perintah Aldo yang kemudian meninggalkan Kia untuk mengganti pakaiannya.


Tak perlu waktu yang lama, Kia sudah siap untuk pergi bersama dengan suaminya yang kejam ini.


Setelah sekian lama akhirnya Kia dapat keluar dari unit apartemen yang menjadi sangkar emasnya selama ini. Setelah sekian lamanya ia tidak pernah keluar dari unit apartemen. Dia merasa sangat asing berada di tengah keramaian. Kia merasa seperti berada di planet lain.


"Mas Arka," cicit Kia dengan suara yang sangat pelan, namun suara itu ternyata terdengar di telinga Aldo.


"Jangan pernah coba lari dariku! Kau masih ingat dengan kata-kata aku bukan. Sekali saja kau pergi dariku maka akan aku pastikan Bi Ratmi dan Pak Ujang akan menyusul kedua orang tuamu dengan cara yang lebih mengenaskan lagi dari kedua orang tuamu." Ucap Aldo dari balik kemudinya.


Jika ditarik ke belakang, sebuah kecelakaan yang menyebabkan kedua orang tua Kia meninggal adalah Aldo. Ya. Aldo-lah yang menjadi penyebab perginya kedua orang tua Kia untuk selama-lamanya di hari bahagianya.


Aldo sebenarnya sudah tahu sejak lama rencana kedua orang tuanya menjodohkan dirinya dengan Kia. Aldo juga tahu, kedua orang tua Kia akan memberitahukan mengenai perjodohan ini pada Kia di saat usia Kia menginjak 17 tahun.


Aldo yang sudah memiliki kekasih di London yang bernama Vita, sama sekali tak menginginkan hal ini. Ia pun berusaha menggagalkan perjodohan ini dengan berbagai macam cara, hingga cara ekstrim ia lakukan karena sudabtak memiliki pilihan lain. Cara ini sangat ia yakini saat itu pasti dapat menggagalkan perjodohan antara dirinya dengan Kia, yaitu dengan melenyapkan kedua orang tua Kia yang merupakan sahabat baik kedua orang tuanya.

__ADS_1


Aldo memang benar-benar kejam, demi cintanya pada Vita, ia rela menjadi seorang pembunuh, meski kedua orang tua Kia tidak meninggal dari tangan Aldo sendiri, melainkan dari tangan orang lain yang ia bayar, tapi tetap saja dalang dari hilangnya nyawa kedua orang Kia adalah dirinya.


Dan hal ini sudah diketahui oleh Tuan Wiryawan dan juga Nyonya Tami, di hari kedua sahabatnya merenggang nyawa. Andaikan saja, saat itu keduanya tak mengetahui hal ini. Mungkin penyebab kecelakaan yang terjadi pada kedua sahabatnya ini, pasti akan mereka usut dengan tuntas, tidak diberhentikan begitu saja.


Ironis memang, namun mau bagaimana lagi. Sebagai orang tua yang sangat menyayangi putra semata wayang mereka. Mereka rela menutup dan melindungi tabir kejahatan sang putra. Kendati demikian, mereka tetap menjalankan rencana perjodohan ini dengan mengancam sang putra, yang akhirnya mau tak mau harus rela menjalankan perjodohan ini.


Kia tak menjawab ancaman yang diberikan suaminya pada dirinya, jangankan menjawab untuk melirik kearah suaminya dirinya enggan. Ia lebih baik memandangi sampai puas wajah pria yang sangat ia rindukan selama ini.


"Lihat aku Mas! Lihatlah ke sini! Selamatkan aku Mas, aku ingin dijual oleh laki-laki tak punya hati ini." Ucap Kia begitu lirih di dalam hatinya dengan buliran bening yang kembali membasahi pipinya.


Namun sayang harapan dirinya untuk Arka melihat kearah dirinya harus pupus. Bukan karena Arka yang tak menoleh kearahnya, tapi karena saat Arka mulai menolehkan pandangannya kearah Kia, seorang pengendara motor tiba-tiba datang menghalangi pandangan Arka dan juga Kia.


Kia menjerit ketika kesempatan bertemu pandang dengan pria yang ia cintai hilang begitu saja, Aldo tertawa begitu nyaring terdengar, hingga membuat gendang telinga Kia berdenyut sakit. Saat ia melihat bagaimana Kia gagal bertemu pandang dengan Arka. Salah satu orang yang membuat perusahaan milik kedua orang tuanya gulung tikar dan kini menjadi penghalang majunya bisnis kecil yang sedang Aldo rintis.


Aldo menarik rambut Kia dengan kasar, hingga wajah Kia mendongak, Kia kembali menjerit kesakitan.


"Aaaaaaa..... Lepaskan! Sakit! Berhentilah menyakiti ku, Do!" Pekik Kia dengan wajah meringisnya.


"Tidak akan pernah aku berhenti menyakiti mu, karena sejak kau menginjakkan kaki mu di usia mu yang ketujuh belas tahun, Kau sudah menjadi musuh terbesar ku, Kia." Ucap Aldo yang tak juga melepaskan cengkraman kuat dirinya pada rambut Kia yang sering mengalami kerontokan rambut karena Aldo sering melakukan hal ini padanya, tak hanya karena ia melakukan kesalahan, tapi juga saat Aldo menyetubuhinya.


Aldo memang benar-benar kejam, ia berharap Kia mencintainya, dan dia juga ingin Kia memberikannya keturunan, hanya demi kepuasan hati dan tujuan yang ia ingin capai. Setelah itu ia akan meninggalkan Kia begitu saja. Seperti seonggok sampah.

__ADS_1


__ADS_2