Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]

Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]
Bab 54


__ADS_3

Arka meninggalkan mansion Dion dengan hati yang getir. Arka sama sekali tak menyangka wanitanya sudah sangat berubah.


Pada akhirnya sekuat apapun aku menjagamu, sekuat apapun aku berusaha menemukan dirimu yang pergi menghilang. Namun tetap saja, jika kau bukanlah takdirku, kau akan tetap pergi dari sisi hidupku.


Kau benar-benar telah berbahagia bersama dengan dirinya yang memang jauh lebih baik dariku. Hatimu sudah menemukan rumah yang sesungguhnya, setelah pernah menjadikan hatiku tempat singgahmu. Jujur ini terlalu pahit untuk aku terima. Kau mudah melepaskan cinta kita namun aku masih berusaha untuk mengikhlaskan dirimu.


Aku menyayangimu Aku juga mencintaimu namun aku memahami Tuhan lebih tahu bersama siapa dirimu pantas bahagia Kia.


Aku membutuhkan waktu sendirian. Ya sepertinya aku butuh kembali untuk sendiri dan menyendiri lagi. Aku akan kembali setelah menata pikiranku dan juga hatiku yang telah remuk hancur berkeping-keping karena keputusanmu.


Arka mengendarai mobilnya dengan pikiran yang sangat kalut. Arka sama sekali tidak menyadari jika pergerakan mobilnya sudah dibuntuti oleh salah satu mobil yang tepat berada di belakangnya.


Tepat di jalanan yang sepi. Mobil yang berada di belakang Arka tiba-tiba sengaja menabrak mobil Arka dari belakang.


Brakk!


Arka yang tidak bisa mengimbangi laju kemudi mobilnya, akhirnya membuat mobilnya kehilangan keseimbangan. Mobil Arka terguling-guling di jalanan.


Seorang pria yang sengaja menabrak mobil Arka tersenyum senang saat melihat mobil Arka terguling-guling di jalanan. Apalagi melihat Arka berlumuran darah.


"Susullah kedua orang tuamu ke neraka Arka. Hahaha... Karena kau, hidupku terhina seperti saat ini. Setelah ini, aku pastikan jika Kia akan bersatu denganmu di alam sana. Hahaha... Kau tahu Arka aku sudah menjualnya pada Tuan muda yang baru saja kau temui. Aku menjualnya setelah aku puas menidurinya dan menyiksa tubuhnya setiap malam tanpa henti. Aku yakin saat ini dia juga sudah menjadi budak s3ksss dari Tuan muda yang kau datangi itu. Pastinya Tuan muda itu tak mau menyerahkan Kia pada mu bukan? Hahahaha...." Ucap Aldo dengan tawa bahagianya.


"Si4lan! Manusia b14dap!!" Umpat Arka yang malah makin membuat Aldo tertawa puas.


Setelah puas menabrak Arka dan melihat kondisi mengenaskan Arka. Aldo langsung saja meninggalkan lokasi kecelakaan yang disebabkan oleh dirinya.


Ia pergi juga karena melihat ada beberapa mobil yang datang menghampiri keberadaan mereka.


Beberapa mobil yang melintasi kecelakaan tersebut langsung menghubungi ke pihak kepolisian dan ambulance untuk membantu menyelamatkan Arka.


Arka dibawa ke rumah sakit dalam keadaan kritis. Pihak kepolisian segera menghubungi keluarga terdekat dan mencoba menghubungi panggilan terakhir yang ada di ponsel Arka.


Ya. Tomo lah yang pertama kali dihubungi pihak polisi, yang memberikan kabar tentang kecelakaan yang dialami oleh Arka.


Tomo dan tante Widya segera mendatangi rumah sakit, di mana Arka kini sedang ditangani.


"Bagaimana kondisi keponakan saya, Dok?" Tanya Tante Widya yang begitu terlihat mengkhawatirkan kondisi Arka. Ia terus menggoncangkan tubuh Dokter yang baru saja menangani keponakannya, agar cepat menjawab pertanyaannya.


Tomo yang tak sengaja melihat Arka menatap kearahnya, sembari menggerakkan tangannya yang melambai dengan lemah di atas brangkar. Langsung saja menghampiri Arka yang tergeletak lemah tak berdaya di atas brangkar rumah sakit.


"Tomo, katakan pada Dion jaga Kia baik-baik. Karena kecelakaan yang aku alami adaah ulah Aldo yang sengaja menabrak ku, dan dia mengatakan padaku jika target selanjutnya adalah Kia." Ucap Arka dengan susah payah dan nafas yang tersengal-sengal.


Setelah bersusah payah mengucapkan pesan pada Tomo, Arka pun mulai kehilangan kesadarannya. Suster kembali memanggil dokter karena kondisi Arka yang kembali kritis.


Tomo yang tak mau mengabaikan pesan sepupunya itu langsung saja menghubungi Dion melalui panggilan telepon.

__ADS_1


"Hallo," sapa Dion dengan suara beratnya.


Rupanya ia baru saja tertidur, setelah kembali bertempur dengan Kia.


"Ya, hallo Dion. Ini aku Tomo."


"Ya ada apa menghubungi ku?"


"Arka kecelakaan, mobilnya ditabrak."


"Lalu, apa urusannya denganku?"


"Arka berpesan padamu untuk menjaga Kia, karena yang menabrak mobil Arka adalah Aldo."


"Ya. Terima kasih atas informasinya. Semoga Arka cepat sembuh." Ucap Dion yang masih terdengar datar dan biasa-biasa saja.


Namun setelah sambungan telepon Tomo dan dirinya terputus. Dion segera bangkit dari ranjang tidurnya dan mengenakan pakaian ala kadarnya.


Dion keluar kamar dan berteriak memanggil Chriss.


"Chriss!!!" Pekik Dion dengan suara yang menggema di seluruh penjuru ruangan terkecuali kamar mandi pribadinya dimana Kiantengah membersihkan diri setelah pergulatan mereka.


Chriss yang sedang enak-enak dengan Nadia, langsung saja menghentikan aktivitasnya dan meninggalkan Nadia.


Jika suara panggilan yang sudah melengking seperti ini, pasti ada sesuatu yang genting.


"Maafkan aku mengganggumu malam pertama mu." Ucap Dion tak enak hati saat melihat penampilan Chriss.


"Tidak apa Tuan," jawab Chriss.


"Berhentilah memanggilku Tuan, sida ku bilang panggil aku kakak seperti Nadia memanggil ku."


"Baik Kakak, ada apa memanggil ku?"


"Hubungi Jhon, pinta dia untuk datang ke sini." Perintah Chriss tanpa bertanya terlebih dahulu apa yang telah terjadi hingga Dion memintanya memanggil John untuk datang ke Mansion.


Tiga puluh menit kemudian John sudah berada di Mansion tepatnya di ruang kerja Dion.


"Ada apa Boss memanggilku?" Tanya Jho yang tengah berdiri di hadapan Dion.


"Sahabatmu sudah menabrak Arka, dia sudah memulai kembali melakukan aksi balas dendamnya. Sekarang tugasmu untuk menghabisi siapapun yang bekerja sama dengannya. Lakukan Jangan sampai Arka berhasil menyentuh kedua wanita yang terpenting di dalam hidupku. Adikku dan juga istriku." Perintah Arka pada John.


Usai mendapatkan perintah John langsung bergerak meminta anak buahnya untuk melaksanakan misi mereka yang selama ini tertunda.


Sebelum melakukan hal lain, John terlebih dahulu mendatangi kediaman Dira. Ia meminta adik sepupunya yang tinggal hanya dengan pembantu rumah tangganya ini segera berkemas.

__ADS_1


Sebelum menyelamatkan orang lain John terlebih dahulu menyelamatkan Adik sepupunya. Ia tahu bagaimana sifat Aldo yang selalu membabi buta ketika sedang marah.


Jhon khawatir jika Dira juga merupakan salah satu target Aldo.


"Seriusan si Pak Arka kecelakaan? Perasaan tadi siang baru ketemu sama gue deh. Nanyain tentang masa lalu Kia." Tak percaya dengan apa yang dikatakan John padanya mengenai Arka.


"Kalau lo nggak percaya lo bisa tanya sama pacar lo yang sepupunya dia. Sekarang cepat berkemas tempat terbaik dan teraman lo adalah di rumah gue." John terus membantu memasukkan pakaian dan buku-buku Dira ke dalam koper.


Di tempat yang berbeda, kini Aldo tengah membuang mobil yang ia gunakan untuk menabrak Arka bersama dengan anak buah yang masih setia bekerja pada dirinya.


"Selanjutnya apalagi yang harus kita lakukan Boss?" Tanya Unang salah satu anak buah Aldo.


"Culik dua sahabat dari mantan istriku! Aku yakin jika kita menculik kedua sahabat mantan istriku itu, istriku yang sangat berbaik hati akan menyerahkan dirinya dengan suka rela pada kita, dan aku akan kembali bersenang-senang dengannya sebelum aku membuatnya menyusul kekasih pujaan hatinya itu di neraka." Perintah Aldo pada anak buahnya, yang langsung disanggupi oleh Unang.


Ternyata apa yang dilakukan John sangatlah tepat. Dira memang salah satu dari incaran Aldo. Meskipun hanya akan dijadikan sebagai pancingannya saja.


Di Mansion Dion, tepatnya di kamar pribadi Kia dan juga Dion. Kia yang baru saja selesai membersihkan dirinya terkejut dengan sosok Nadia yang sedang cemberut menatap dirinya yang baru keluar dari kamar mandi.


"Ngapain lu di sini? Mana suami gue?" Tanya Kia tak kalah jutek dengan tampang Nadia.


"Seharusnya gue yang nanya lo ke mana suami lo dan suami gue?" Sahut Nadia yang bertanya balik pada Kia yang tidak tahu apa-apa dan tak mendengar apa-apa.


"Gue nggak tahu tadi kan gue lagi mandi, pas gue tinggal mandi suami gue juga lagi tidur." Jawab Kia apa adanya.


"Ya udah ayo cari suami-suami kita." Ajak Nadia yang langsung saja menarik tangan Kia.


Kia menolak dan menghempaskan tangan Nadia.


"Nanti dulu, gue belum pakai baju. Gue bisa dicincang kalau keluar gak pakai baju kaya gini." Protes Kia oada Nadia yang kini memutar bola matanya malas dan kembali duduk di ranjang tidur kakak sepupunya dengan sahabatnya.


"Lo ngapain sih mandi malam-malam gini, mana lama banget lagi? Mandi kembang lo ya? Biar susuk lo gak hilang." Tanya Nadia dengan tuduhannya.


"Nah lo tahu itu. Lo ga nyium nih aroma minyak nyong-nyong di tubuh gue? Semerbak 'kan? Lo patut coba dukun Ki ngacir langganan gue." Sahut Kia dengan candaannya.


"Ki ngacir? Nama dukun lo ga ada yang bagusan dikit apa Ki?"


"Ada. Ki Pongah. Keren kan?"


"Ki Pongah?? namanya Pongah gitu?"


"Iya, pongah itu singkatan dari ompong ditengah hahaha..."


"Garing lo!"


"Masalah buat lo kalau gue garing?"

__ADS_1


"Gak juga hahahahaha."


Keduanya tertawa terbahak-bahak dengan candaan garing mereka dan entah apa yang mereka tertawakan saat ini.


__ADS_2