![Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]](https://asset.asean.biz.id/pernikahan-penuh-luka-season-2--aksi-pembalasan-aldo-.webp)
Dentuman musik yang terdengar keras membuat gendang telinga Kia terasa sakit kembali, jika tadi di mobil Kia merasakan gendang telinganya sakit karena tawa Aldo begitu kencang terdengar, kini suara dentuman musik lah yang membuat indra pendengaran Kia tersiksa.
Ini pertama kalinya dalam hidup Kia menginjakkan kakinya di Club malam. Beberapa pasang mata terus memperhatikan keberadaan Kia yang berdiri di samping Aldo. Tatapan yang Kia dapati kebanyakan dari seorang pria yang terlihat seperti singa kelaparan. Mereka seakan sudah siap ingin memangsa Kia hidup-hidup.
"Lihatlah Kia sayang, mereka begitu mengagumi keindahan tubuhmu ini. Bersiaplah untuk melayani mereka mulai malam ini. Aku berharap dirimu malam ini laku aku jual dengan harga tertinggi." Ucap Aldo dengan tatapannya yang menyeringai, ditambah lagi senyum bahagia yang terukir di wajah tampannya dibalik rasa cemas dan takut yang kini Kia rasakan.
Kejam. Hanya itu yang Kia ucapkan di hatinya, saat ia mendapati perkataan suami tidak warasnya barusan.
Bolehkah untuk kali ini Kia beranggapan jika Tuhan begitu tidak adil dengan menentukan jalan takdir hidupnya seperti ini? Dijodohkan dengan pria tidak waras seperti Aldo adalah sebuah kesialan di dalam hidupnya. Menikah dengan ancaman dan menghabiskan waktu hidup bersama Aldo yang begitu kasar dan kejam, membuatnya selalu ingin mengakhiri hidupnya setiap hari, setiap waktu, setiap jam, bahkan setiap detik.
Saat ini, gadis muda yang bernasib malang tengah berada dalam ruangan khusus di club malam milik Dion bersama suami kejamnya. John sudah menyiapkan tempat transaksi yang sangat spesial kali ini. Karena untuk kali ini dia akan melakukan transaksi bersama dengan bos besarnya, Dion.
"Hai, Bro!" Sapa Jhon saat dirinya baru saja memasuki ruangan VVIP club malam tersebut.
"Hai Jhon," Aldo berdiri dan berjalan menghampiri Jhon yang masih berdiri di muka pintu.
Jhon terperangah tak percaya dengan gadis muda yang ingin di jual oleh sahabatnya ini. Gadis yang tak lain dan tak bukan adalah sahabat adik sepupunya, Dira.
Namun keterperanghan Jhon di salah artikan oleh Aldo. Aldo menganggap jika Jhon terperangah karena melihat kecantikan istrinya.
Ya. istri. Begitu naif jika Aldo mengakui Kia sebagai istrinya. Suami mana yang rela menjual istrinya hanya demi menyelamatkan kondisi sang Daddy yang harus segera di operasi secepat mungkin.
Aldo menyelamatkan nyawa sang Daddy bukan karena ia berniat menjalankan tugas baktinya sebagai seorang anak, tapi demi memperpanjang hidup sang Daddy, agar mau merubah surat wasiatnya, agar ia bisa mendapatkan aset-aset berharga yang sengaja dibekukan Tuan Wiryawan untuk cucunya yang lahir dari rahim Kia.
Jika sampai Aldo tak menikahi Kia dan tak mendapatkan anak dari Kia. Dia tak akan mendapatkan aset-aset tersebut. Aset-aset tersebut akan diamalkan sebesar tujuh puluh persen dan dua puluh lima persennya lagi akan diberikan pada Kia.
__ADS_1
"Kenapa Jhon, kau begitu terperanggah melihat wajahnya, cantik bukan? Gue bawa barang bagus, gak akan ngecewain elo." Ucap Aldo dengan tawa dan tatapan nakalnya. Ia menunjuk Kia yang hanya diam berdiri dengan kaki yang gemetar.
"Ya lo emang selalu tahu barang bagus Do. Berapa lo buka harga hah?" Sahut Jhon yang berusaha tenang, meski hatinya menahan segala rasa emosi yang kini ia rasakan.
Bagaimana tidak emosi, Jhon sangat mengetahui betul jika saat ini, adik sepupunya Dira tengah bersedih dan terus merasa bersalah semenjak kejadian di perkemahan itu.
Bahkan sudah beberapa kali Dira mencoba bunuh diri, menyalahkan dirinya karena meninggalkan sahabatnya sendirian, ya hal ini tak jauh berbeda dengan Nadya. Hingga akhirnya Dion turun tangan.
"Andai kau bukan sahabat ku, mungkin aku akan melenyapkan mu saat ini Do. Lo hampir membuat adik sepupu gue gila dan mengakhiri hidupnya karena terus merasa bersalah. Ternyata lo dalang dibalik menghilangnya Kia dan lo sekarang jual dia. Lo memang seorang bastard." Gumam Jhon di dalam hatinya.
"Hahaha... Duduk dulu! Santai dulu Bro. Tahan sebentar! Kita ngobrol dulu, biar enak untuk menentukan harganya." Ucap Aldo yang menuntun Jhon menuju sofa yang terdapat Kia di dalamnya.
"Waktu gue gak banyak Do, lo tinggal sebut nominalnya, kalau deal hari ini gue langsung transfer, karena kebetulan gue sudah ada janji sama orang yang gue tawarin cewek yang lo bawa ini." Tolak Jhon saat berada di dekat sofa yang Kia duduki.
"Wah, sayang sekali padaha gue baru aja mau lo cicipin dia dan tentukan harganya." Ucap Aldo yang ditanggapi senyum sinis dari Jhon dan mampu menusuk relung hati Kia yang paling dalam.
Bagaimana kalimat itu tak menusuk hatinya. Istri mana yang tak sakit hati, jika suaminya dengan suka rela membiarkan bahkan meminta laki-laki lain untuk mencicipi dirinya. Serendah itukah dia? Semurahan itukah dia? Hingga kehormatannya sebagai seorang istri tak bernilai di mata suaminya.
"Cabut nyawa ku Tuhan! Cabutlah... Ini terlalu menyakitkan.. Mami Papi... Tolong jemput putri mu ini. Hidup di dunia ini tanpa kalian sungguh berat dan tak mudah. Aku tak sanggup." Ucap Kia dalam diam.
Air mata kembali menggenang di pipinya, dan Jhon melihat itu.
"Aku tak tahan berada di sini, aku ingin semua ini cepat selesai. Aku tak mau terbawa kesedihan yang tergambar jelas di wajah sahabat adik sepupuku ini." Gumam Jhon yang terus menatap wajah Kia dengan tatapan sendu.
Brakkk!!! [Suara pintu terbuka dengan kasar].
__ADS_1
Seorang pria bertubuh atletis menggunakan kaca mata hitam, setelan kemeja berwarna serba hitam, dengan kemeja hitam yang tak sepenuhnya tertutup, mengekspos dada bidangnya yang sedikit di tumbuhi bulu-bulu halus. Menambah kesan maskulin pada pria tersebut.
"Jhon! Kau membuang waktu ku mana wanita yang kau janjikan?" Tanya pria tersebut dengan nada tinggi, seakan sedang membentak Jhon. Pria itu berdiri tegak bersama beberapa pria lain bertubuh besar di belakangnya, layaknya seorang bos mafia besar.
"Dion," cicit Kia, saat ia menyadari malaikat tak bersayapnya telah datang untuk menolong dirinya terlepas dari Aldo.
"Aku belum selesai melakukan transaksinya boss." Jawab Jhon dengan suara yang tak kalah meninggi dari Dion.
"Kau lihat Aldo, pelanggan ku, sampai mendatangi kita, karena kau terlalu lama menyebutkan harga. To the points saja berapa uang yang kau inginkan?" Desak Jhon pada Aldo yang masih setia berdiri di sampingnya.
"Satu milyar," jawab Aldo dengan singkat dan berhasil membuat Jhon hampir tertawa.
"Apa dia masih perawan? Kau terlalu gila memberikan harga Do. Kau mau membuatku bangkrut hanya karena membeli satu wanita dengan harga semahal itu dari mu?" Protes Jhon dengan harga yang tak masuk akal yang diberikan oleh sahabatnya.
"Kau mau apa tidak Jhon? Jika tidak aku akan membawanya pulang?" Ucap Aldo sedikit mendesak Jhon.
Jhon memainkan matanya dengan Dion. Dion yang mengerti segera memajukan langkah kakinya mendekati Jhon dan juga Aldo.
"Kenapa Jhon? Apa ada masalah dengan proses transaksi mu dengannya?" Tanya Dion sembari berjalan mendekati mereka.
"Aku tak memiliki uang sebanyak yang ia pinta Boss." Jawab Jhon, yang memang benar adanya. Dia yang hanya seorang kaki tangan Dion mana mungin memiliki uang sebanyak itu.
"Berapa uang yang kau butuhkan hum?" Tanya Dion langsung pada Aldo, dengan tatapan yang begitu tajam dan menakutkan.
"Satu Milyar, apa Anda bersedia membeli wanita ku Tuan?" Jawab Aldo dan langsung menanyakan kesediaan seorang Dion Dirgantara untuk membeli istrinya.
__ADS_1