Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]

Pernikahan Penuh Luka Season 2 [Aksi Pembalasan Aldo]
Bab 50


__ADS_3

Meskipun Kia berusaha membantu Nadia dan juga Chris, namun tetap saja Dion bukanlah orang yang abu-abu dalam prinsipnya. Nadia adalah harta berharga baginya. Adik sepupu satu-satunya yang ia miliki.


Bugh...bughh...bugh...


Tiga bogem mentah terus didapatkan Chriss dari Tuan mudanya itu. Kia dan Nadia berteriak histeris.


Kia terus mencoba menenangkan amarah suaminya. Namun saat ia mendekati Dion. Dion memintanya dengan lembut dan sangat lembut untuk menyingkir.


"Berikan tangan kanan mu Chriss!" Pinta Dion pada Chriss yang mengerang kesakitan.


Inilah yang harus aku tanggung, mencintai seorang wanita yang sangat berharga di hidup Tuan mudaku. Aku salah, seharusnya aku bisa menahan diri untuk tidak melakukan nya tadi.


Chriss tanpa ragu memberikan tangan kanannya. Ia sudah bersiap dengan apa yang akan terjadi pada tangannya yang sudah lancang menyentuh bagian tubuh Nadia.


"Jangan dipotong Kak! Jangan jadikan pria yang aku cintai cacat!" Tangis Nadia memohon dibawah kaki Dion.


"Hubby, sudah cukup marahnya ya! Tadi janjimu tidak seperti ini padaku." Ucap Kia sembari mengusap berulang-ulang bahu suaminya.


"Aku tidak ingin memotong tangannya, hanya ingin memberikan pelajaran karena telah menyentuh adikku yang belum halal ia sentuh." Sahut Dion emosi.


Kia berusaha menarik tubuh suaminya menjauh dari Nadia dan Chris. Tak hanya menjauh tapi membawa suaminya pergi dari ruangan kerja suaminya yang sangat mencekam itu.


Ia terus menarik tangan Dion sampai ke dalam kamar pribadi mereka. Kia mengunci kamar mereka dan memasukkan kunci itu ke dalam bagian dadanya.


Kia mendorong tubuh Dion hingga Dion terjatuh ke atas ranjang. Kia mengungkung pergerakan Dion agar tidak pergi dari sisinya dan kembali menghajar Chriss.


"Dengar Hubby, aku tahu kau sangat menjaga Nadia, tapi tolong jangan bertindak terlalu kejam dengan Chriss. Dia itu kaki tanganmu. Tidak mungkin dia akan mencampakkan Nadia seperti Aldo yang mencampakkan aku seperti sampah."


"Cukup Baby, jangan ingat-ingat tentang manusia itu! Lupakan!"


Dion berusaha menutup mulut Kia yang kembali ingin bicara dengan jari telunjuknya yang ia tempelkan di bibir Kia.


Kia menyingkirkan tangan Dion dari bibirnya. Ia kembali mengutarakan apa yang ingin dia katakan.

__ADS_1


"Aku tidak mungkin melupakan begitu saja perlakuan seseorang yang sudah membuat hidupku terasa terhina di dunia ini. Kau tidak tahu apa yang dia lakukan selama aku berada bersamanya. Dia menyiksa ku."


Kia kembali menitikan air matanya mengingat bagaimana kehidupannya terdahulu bersama dengan Aldo, tak hanya tubuhnya yang terus Aldo siksa tapi juga tubuhnya.


Kia masih mengingat bagaimana ia sering dipecut dengan ikat pinggang oleh Aldo saat penyatuan mereka. Dan saat Aldo hampir mendapatkan pelepasannya Aldo terus manggil nama wanita lain, yang sangat menyakiti hati Kia.


Aku akan memusnahkan manusia itu untukmu, Kia. Aku pastikan kau tak akan pernah bertemu dia lagi di dunia ini. Sebentar lagi tunggu saja, aku akan membuat hidupmu normal kembali.


"Dia tak akan menyiksamu lagi Kia, ada aku bersama mu."


"Ya, kau memang selalu ada untukku tapi kau tak mungkin selalu ada untuk Nadia. Tolong jangan jauhi Nadia dengan cintanya, Hubby." Pinta Kia dengan wajah memohonnya.


"Aku tak pernah berniat untuk menjauhkan Nadia dengan Chriss. Baby!" Jawab Dion yang menuntun Kia untuk duduk di atas miliknya.


"Jika kau tidak berniat menjauhkan Nadia dengan Chriss. Lantas untuk apa kau lakukan kekerasan itu tadi. Bukankah dengan begitu Chriss akan kabur dan menjauhi Nadia." Balas Kia yang kini menatap serius wajah Dion yang sudah berkabut gairah.


Karena tangannya terus mengeksplor tiada henti bagian tubuh Kia.


"Tidak, aku tidak mau melayani mu malam ini, aku sedang sebal dengan mu." Tolak Kia.


"Ok kalau kau menolakku, jangan salahkan aku, kalau aku---" ucapan Dion terhenti karena Kia akhirnya membuka sendiri pakaiannya.


"Jangan macam-macam kau, Hubby! Sentuh aku saja."


Dion tersenyum senang, melihat betapa Kia tak mau dirinya menyentuh wanita lain.


Pagi hari pun menjelang, Chriss sudah kembali ke Mansion Dion dengan penampilan yang lebih segar.


Sungguh tak ia duga sebelumnya kedatangannya pagi ini ternyata sudah ditunggu-tunggu oleh Tuan Bramantyo.


Sepertinya penderitaan ku belum berakhir. Semalam Tuan Muda sekarang Tuan Besar. Perjuangan cintaku untuk mu sungguh tak mudah Nadia.


"Pagi Tuan Besar, " sapa Chriss ramah.

__ADS_1


Chriss sedikit membungkukkan tubuhnya untuk memberikan hormat pada Tuan Besarnya ini.


"Pagi Chriss, ku dengar dan ku lihat, kau mencintai putriku ya?" Tanya Tuan Bramantyo sembari memperhatikan sudut bibir Chris yang terluka.


"Siap, betul Tuan. Mohon maaf atas kelancangan saya, namun kami saling mencintai." Jawab Chriss yang kemudian duduk bersujud di bawah kaki Tuan Bramantyo.


"Bangun Chriss apa yang kau lakukan? Kau tak boleh menyembahku seperti ini. Aku ini bukan Tuhan."


Tuan Bramantyo berusaha membangunkan tubuh Chriss yang tengah bersujud meminta pengampunan pada Tuan Besarnya.


Chriss akhirnya beranjak dari posisinya. Kini ia duduk tepat di samping Tuan Bramantyo.


"Sebenarnya aku paling tidak suka dengan pernikahan dini, tapi untuk menghindari perzinahan, demi kebaikan putriku dan kebahagiaan putriku. Aku putuskan hari ini kau harus menikahi putriku." Ucap Tuan Bramantyo yang berhasil membuat kedua bola mata Chris membulat sempurna.


"Menikah dengan Nadia hari ini? Tuan Bram merestui cinta kami?" Tanya Chris tak percaya.


"Ya. Kau akan menikah dengan putriku hari ini, aku merestui cinta kalian." Jawab Tuan Bramantyo meyakinkan calon menantunya.


Tuhan, apa aku sedang bermimpi? Jika iya, tolong jangan bangunkan aku. Karena mimpi ini terlalu indah dan aku tak sanggup untuk meninggalkannya. Semudah inikah aku yang hanya seorang anak supir yang bernasib baik disekolahkan tinggi oleh majikannya, dapat menikahi seorang gadis keturunan seorang pengusaha ternama.


Chriss terus terdiam dan tenggelam dalam lamunannya. Hingga Dion datang, menyapanya dengan sebuah tinjuan di perutnya.


Bugh!!


"Arghhh..." Rintih Chriss hingga membungkukkan tubuhnya karena menahan rasa sakit.


Bugh!!


Satu lagi pukul Dion berikan sembari memberikan kotak cincin pada Chriss.


"Jadikan itu Mas kawin mu bersama adikku. Tenang itu tak gratis, sudah aku potong dari bonus tahunan mu Chriss." Ucap Dion dengan senyum tipis yang menjadi ciri khasnya kini.


"Chriss, maafkan jika pernikahan kalian, harus kami rahasiakan terlebih dahulu. Semoga kau tidak tersinggung akan hal ini. Kau tahu putriku itu masih sekolah. Ini akan jadi rumor yang kurang menyenangkan jika sampai pernikahan kalian diketahui publik." Tambah Tuan Bramantyo yang sama sekali tak mendapatkan keberatan sama sekali dari Chriss.

__ADS_1


__ADS_2