Pesona Cinta Semu

Pesona Cinta Semu
Bab 11


__ADS_3

Senja mulai datang, Setta berjalan ke kamar Lea dan mengetuk pintunya setelah kejadian siang tadi seolah Lea enggan bertemu sang Daddy karena malu. Dia tak sanggup menunjukkan wajahnya kepada pria itu.


Ketukan kembali terdengar, detak jantung yang semula tentram mengusik kembali hati, dia bangun dari tempat duduknya dan berjalan kearah pintu, di bukanya dan dia terkejut sang Daddy sudah rapi dengan balutan kaos berkerah lengan pendek dan celana jins.


"Mau pulang sekarang Dad?" tanya Lea pada Daddy-nya.


lho kok belum siap-siap, tadi Daddy kan bilang akan pulang sore, Cepat ganti bajumu dan kita akan pulang, Daddy tunggu di mobil," kata Setta sambil berjalan keluar dan masuk ke dalam mobilnya.


Lea menghela nafas, dia bergegas berganti pakaian dan setelah itu keluar dari kamarnya lalu berjalan keluar vila dan masuk kedalam mobil dan duduk di sebelah Daddy-nya.


"Kenapa manyun begitu? Gak mau pulang? Tetap mau di sini?" tanya Setta


Lea menggeleng, setta menghelah nafas, kamu marah waktu Daddy tinggalin tadi? Bukan apa-apa tapi daddy lagi itu kalau di teruskan bisa bahaya saat itu juga kamu bukan gadis lagi, jadi jangan marah lagi, yaa," kata Setta terkekeh sambil melirik gadis itu


"Ahh, Daddy bikin Lea malu saja," teriaknya manja sambil memukul bahu Setta.


"Ok! kita pulang atau tetap di sini, resiko kalau tetap di sini kamu akan hamil sebelum kita nikah," katanya sambil tertawa.


Lea terdiam dan menatap lekat lelaki di sampingnya itu. "Apa Daddy punya niat untuk menikahiku?" tanya Lea.


Setta mengurungkan niatnya untuk menjalankan mobilnya, dia menatap gadis itu, lalu menghelah nafas. "Kamu kira Daddy ini bajingan yang habis acak-acak kamu lalu Daddy tinggalin, enggak Lea aku akan menikahimu, tapi tidak sekarang ada hal yang harus daddy bereskan, sebab itu Daddy gak ingin terlalu jauh denganmu, apa kau paham?" kata Setta pada Lea.


"Paham, Dad," jawab Lea menunduk dalam.


"Daddy tanya lagi, apa kita pulang sekarang atau kamu masih ingin di sini?" katanya lagi


"pulang Dad, aku tidak ingin Bunda kecewa karena kita di sini terlalu lama dan aku juga nggak mau kalau Bunda punya prasangka buruk pada Daddy," kata Lea masih menunduk tajam.

__ADS_1


Oke kalau begitu kita pulang sekarang katanya sambil menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, tak ada percakapan antara mereka selama di perjalanan, keduanya diliputi dengan pemikiran masing-masing, hingga mobil berhenti di rumah yatim piatu, Lea mencium tangan Setta lalu keluar dari mobil, dia berdiri di depan pintu menunggu kendaraan sang Daddy berlalu dari hadapannya.


Lea berjalan masuk ke dalam rumah setelah mengucapkan salam Dea yang ada di dalam menjawabnya dan bergegas menyongsong Lea. Dea memeluk gadis itu dan menuntunnya ke dalam kamarnya setelah masuk ke kamar dia mengunci pintunya dan mengajak Lea duduk di bibir ranjang.


"Apa yang terjadi? kenapa baru pulang sekarang?" tanya Dea.


tidak terjadi apa-apa Bunda percayalah Dedi hanya ingin mengajakku ke Villa, itu saja. Bunda tahu Vila itu sangat indah, seperti istana impian, aku sangat menyukainya,"


Syukurlah kalau tidak terjadi apa-apa udah sangat cemas karena kamu tidak segera pulang ayahmu pun hanya bilang mengajakmu healing tidak mengatakan kalau kau ada di villa," kata Dea berbohong.


Dea tahu bahwasanya terjadi sesuatu pada diri Lea, tidak mungkin suatu hal baik-baik saja dan dia tahu gadis ini menutupinya darinya, entah apa yang terjadi tapi dia berharap sesuatu hal yang biasa saja karena tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan akhirnya dia meninggalkan kamar Lea.


Setelah Bundanya pergi dari kamarnya lihat bernafas dengan legah, gadis itu tak ingin sing Bunda tahu telah terjadi sesuatu hal, yaitu hatinya juga tubuhnya seolah sudah menjadi milik sang Daddy.


Dia merebahkan tubuhnya, hatinya berbunga-bunga dia ingat kejadian kemarin di villa itu dipejamkan matanya ingatannya kembali sesuatu yang indah dan rasa aneh yang di timbulkan dari sentuhan sang Daddy.


Dia berguling ke sana berguling ke sini posisi apapun tidak membuat matanya tidak mau terpejam, pikirannya mulai berjalan ke mana-mana mengembara ke tempat yang dia sukai. Lea mengambil handphonenya kalau mengetik sebuah pesan. Namun menghapusnya kembali itu terus yang terjadi hingga akhirnya dia mengatakan kembali telepon genggamnya di atas nakas.


malam terus merayap semakin larut. Namun dia tidak dapat memejamkan matanya. Dalam kerisauan hati tiba-tiba saja suara dering telpon terdengar Lea segera mengambil handphonenya ada panggilan video call dari sang Daddy.


Lea dengan senangnya dia pun menerima panggilan.


Hello, Daddy," sapanya sambil terbelalak melihat penampilan sang Daddy dengan tubuh berbalut handuk sebatas pinggang, guratan tubuh sixpack terlihat jelas olehnya, rambut yang masih basah menambah pesonanya.


"Belum tidur?" tanya Setta pada gadis itu tetapi gadis itu langsung menjawabnya di terpaku pada ke indahan yang ada di hadapannya.


"Lea, kau dengar Daddy tidak?" tanya Setta

__ADS_1


Lea terkekeh. "Dengar Dad."


"Lepas baju mu!" perintahnya sangat ringan.


"Apa Dad, lepas baju?" tanya Lea kembali.


"Iya kenapa tidak mau? ya sudah Daddy tutup yaa," kata Setta mempermainkan perasaan Lea, mencoba meminta sesuatu yang sedikit ekstrem.


"Tunggu Dad akan Lea lakukan, apa semuanya?" tanyanya lagi.


"Iya, Lepas di sini jangan di kamar mandi, biar Daddy lihat dan pelan-pelan saja yaa," pintanya.


Lea menghembuskan nafasnya perlahan. sambil melepaskan kancing kemejanya perlahan.


"Lea jika tidak bisa tidak usa, Daddy tidak suka jika terpaksa," katanya sambil menutup vidio call-nya.


"Dad, tunggu, Lea gak keberatan cuma Lea malu," teriaknya namun Setta tak mendengarkannya panggilan sudah terputus akhirnya Lea menangis karena kecewa karena tidak bisa memenuhi keinginannya Daddy.


"Daddy kenapa marah, Dad jangan marah dia mencoba kembali menelpon tetapi tidak ada jawaban dan setelah itu telpon tidak aktif lagi.


Relea begitu sedih saat sang Daddy menutup panggilan sepihak dan terlihat marah. dia begitu gelisah hingga tidak bisa tidur terbalik ke kiri dan ke kanan lalu terlentang, namun tak cukup membuatnya merasa nyaman kembali menggulir itu punya ke kanan kemudian meringkuk memeluk guling sambil menangis, hingga akhirnya terlelap disaat malam telah larut.


Pagi harinya Relea bangun terlambat, segera ia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu dia menunaikan kewajibannya sebagai Muslim.


cahaya matahari menembus jendela kaca kamarnya Lea bergegas berganti pakaian seragam kantornya lalu menyisir rambutnya dengan rapi setelah itu dia memberikan sentuhan terakhir pada bibirnya dengan lipstik warna nude, setelah selesai dia berjalan menuju ruang tengah bersama adik-adiknya untuk persyaratan pagi.


Hari ini rasanya Dia tidak punya selera untuk menikmati sarapan paginya, gadis itu hanya mengambil sedikit nasi dan serta lauknya untuk jadi pengganjal perutnya setelah itu berpamitan untuk berangkat ke kantor, hari ini adalah hari pertamanya bekerja di perusahaan ayah angkatnya.

__ADS_1


Dengan dengan rasa malas ia berjalan keluar dan menaiki motornya, meninggalkan rumah menuju tempat kerjanya.


__ADS_2