
Dia segera membuka file yang kemarin untuk memperbaiki kalimatnya setelah selesai dia print kembali kemudian dia tunjukkan kembali kepada Setta.
"Kenapa Kenapa kalimatnya jelek begini Apa kau tidak bisa membuat file? bukannya kemarin kau sudah diajari oleh Zien, buat lagi yang bagus dan silakan padaku segera!" perintah Setta.
otak Lia mulai terasa pening saat ketika apa yang diberikan selalu saja salah akhirnya dia kembali pada format awal lalu diserahkan kembali dia sudah pasrah jika pada akhirnya nanti harus dimarahin lagi.
"Nah, harusnya seperti ini ini sudah benar dan ini akan sudah saya tanda tangani," kata Setta membuatnya melongo. 'Apa-apaan ini Aku tidak berubah apa pun tapi benar, ah, sungguh atasan labil, bukankah dari apa sudah benar kenapa harus di salah lagi,' pikirnya.
"Kenapa, kerjakan filenya Aku Dan Zein akan pergi untuk menemui klien begitu saya sampai di sini semua pekerjaanmu harus selesai karena file itu sangat penting, dan mungkin saja hari ini kita akan diadakan rapat untuk pembahasan tentang kerjasama yang kamu kerjakan itu tadi, mengerti kau Lea?" tanya Setta pada Lea.
Zein yang baru saja datang terbengong melihat perubahan aura Setta. " Ayo Zein kita berangkat, Sudah ditunggu klien.
Lea menatap kepergian mereka perasaan yang campur aduk, kesal, marah, setiap kali belajar di kantor dia selalu saja berubah mood-nya rasanya ingin sekali keluar dari pekerjaan tapi hasilnya juga tidak etis karena dia baru saja bekerja selama 3 hari.
Gadis itu menghilangkan nafas panjang berusaha untuk melepaskan rasa tidak nyaman di hatinya lalu kembali fokus dengan pekerjaannya yang berada di laptop, 'Ah, persetan dengan salah atau tidak yang penting aku mengerjakannya dengan sangat tepat,' batinnya.
Semakin hari semakin siang, yang atasan belum juga kembali. dan perutnya sudah mulai berdemo untuk minta diisi rasa melilit karena tidak sempat sarapan pagi akhirnya Lea pun memesan makanan online yang bisa dimakan saat ini juga di sini.
Tak lama kemudian security perusahaan mengantarkan makanan untuk Lea karena gofood tidak bisa langsung masuk ke atas harus melalui security yang ada di bawah dan dititipkan di sana yang kemudian diantarkan security di kantor bagian sendiri-sendiri.
Setelah makanannya sampai dia pun beranjak dari kursinya menuju ke sofa dan di sanalah jam makan dengan sangat lahapnya.
"Apa sudah selesai pekerjaanmu?" tanya seseorang tiba-tiba membuat Lea terkejut, dia mendengar ke atas dan tersenyum.
"Maaf Pak Saya lapar sekali Saya makan dulu nanti akan saya lanjutkan kembali," katanya pada atasannya itu yang tiba-tiba sudah berada di ruangan ini.
"tidak usah yang itu kerjakan yang ini dulu karena ini nanti akan aku serahkan kepada Klien untuk disepakati bersama pada hari ini juga," kata Setta.
__ADS_1
Kalau bisa segeralah selesaikan makanmu agar kau cepat mengerjakan file yang aku sebutkan tadi karena itu apa yang sangat penting dan harus ditandatangani sekarang juga," perintah Setta
kembali Lea terbengong, baru saja dia menyuapkan makanan, beberapa suapan dia sudah memerintahkan Lea Untuk segera menyelesaikan pekerjaan yang baru dibawanya hari ini, Akhirnya dia menutup kotak makanan lalu berdiri dan mencuci tangannya lalu kembali lagi ke meja kerjanya.
dengan cepat ya mengetik surat perjanjian yang dibutuhkan oleh atasannya itu setelah selesai dia sodorkan kepada Setta.
"Ini apa sudah benar pak sudah belum akan saya buatkan kembali," kata Lea sambil menunduk.
"Di sini bukan ajang untuk coba-coba Lea, di sini itu kerja harusnya kamu menggunakan seluruh intuisi kamu untuk bisa menulis ini Nah kamu juga harus bisa mengoreksinya bukan terus diberikan ke saya, " kata setta dengan angkuhnya.
"Baik, Pak, maaf," kata Lea
Dia kembali mengerjakannya dan memberikan pada Setta saat ini dia sudah pasrah seandainya file yang dikerjakannya salah.
Setta membaca kemudian tersenyum. "Selesaikan dulu makanmu, baru kerja yang lain, saya gak mau kalau nanti kamu sakit," katanya sambil berjalan keluar entah pergi kemana.
Lea merasa dari tadi pagi hingga siang ini menguji mentalnya, bahkan tidak akan mengira akan kena marah berkali-kali, Lea menghembuskan nafas kasarnya lalu kembali menyelesaikan pekerjaannya, dia sudah tidak berselera makan karena terjeda tadi.
"Lea Hentikan pekerjaan mu itu sekarang juga dan kemarilah!" perintah lelaki itu
"Baik, Pak!" jawabnya menghampirinya dan di sofa di depan atasannya itu.
Setta meletakan box makanan kepunyaan Lea di depan gadis itu. "Makan dulu dan habiskan atau aku memecat mu sekarang juga!" perintah dengan intonasi tegas,
Lea kembali terbegong dan menelan salivanya, 'Dia benar-benar membuatku bingung kadang menekan dan kadang perhatian,' pikirnya
Tak ingin kena marah lagi ia pun menyuap makanan dan menyelesaikan dengan cepat Kemudian melanjutkan pekerjaannya hingga waktu pulang tiba.
__ADS_1
Sore hari ini rencana Lea adalah pulang ke rumah panti karena besok adalah hari Minggu, biasanya di hari itu dia akan membantu adik-adik memanen sayuran dan akan di jual di pasar di angkut dengan mobil pick up yang ada di garasi.
Dengan cepat di membereskan semua pekerjaannya. Pak Setta entah pergi kemana setelah membuat hati dan jiwanya serta mood menjadi berantakan di hari itu.
Setelah menyimpan file-file di tempatnya, dia meninggalkan ruangannya, berjalan memasuki lift baru saja pintu akan tertutup seseorang masuk membuat matanya terbelalak, 'Bukankah tadi dia sudah keluar duluan kenapa sekarang masih di sini ya,' batin Lea.
"Kenapa lihatnya begitu? saya bukan hantu," tegur Setta
"Enggak, Pak saya kira Bapak sudah pulang sama Pak Zein," jawab gadis itu.
"Zein masih di ruangannya bersama klien," jawabnya Pada Lea
"Hari ini mau pulang kemana?" tanyanya.
"Ke panti pak," jawab Lea.
"Oh, Kenapa?" tanyanya
"Besok itu kan lagi panen sayuran tuh, Pak, Lea ikut bantu kata Bunda Rizky besok harus lembur, jadi tidak ada yang bisa bawa mobil selain saya dan Risky," kata Lea.
"Oh, jadi besok kamu yang bawa mobilnya? Karena Risky harus lembur," timpal Setta.
"Ya, Pak!" jawab Lea
"Ya sudah setelah sampai rumah kamu istirahat saja, jadi besok bisa fit bantu adik-adik kamu," nasehat Setta
Pintu lift terbuka dan mereka keluar Setta berjalan menuju mobilnya sedangkan Lea menuju motornya.
__ADS_1
Setta menjalankan mobilnya begitu di dekat motor Lea dan gadis itu mengangguk kemudian dia melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya.
Sesampainya di rumah panti Lea langsung masuk kamarnya dan menguncinya dari dalam.