
Lea membuka matanya, tak ditemukan sang Daddy di sampingnya di tatapnya jam dinding di atas kepalanya, sudah jam enam pagi ternyata, 'Aku kesiangan dan lagi-lagi daddy sudah pergi tanpa membangunkanku,' pikirku.
Lea menyingkap selimutnya, ternyata dia tak mengenakan apa-apa dan kembali teringat romansa tadi malam, membuatnya tersipu dijejakannya kakinya ke lantai, area sensitifnya masih terasa sakit walau tak sesakit kemarin.
Lea berjalan pelan menuju kamar mandi, setelah sampai di dalam dia menyalakan air hangat yang dengan aroma terapi dan sabun cair, setelah itu dia masuk kedalam bathub.
Tiga puluh menit kemudian Lea menyudahi aktivitasnya, membasuh tubuhnya di shower, kemudian keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang membalut tubuhnya.
Lea berganti pakaian dan menunaikan sholat subuh walau sudah sangat terlambat, setelah itu dia berjalan ke meja makan seorang wanita paruh baya tersenyum melihat ke datangan ku.
"Saya Surti, Nyonya Muda, Anda boleh memanggilku Bik Surti, saya ada di sini hanya sampai jam empat sore, rumahnya tidak jauh dari sini, Tuan Setta memperkerjakan saya di sini hanya sampai jam empat sore," katanya memperkenalkan dirinya.
"Iya, Bibik trimakasih," ucapnya sambil mengambil piring dan mengisinya dengan makanan, lalu makan dengan tenang.
Bik Surti kembali menemuiku dengan membawa obat. "Nyonya, Tuan Setta, berpesan Anda harus minum obat ini lalu kalau sudah tidak sakit Anda bisa berangkat kuliah mulai hari akan diantar Pak Rahmat, jika belum Anda istirahat dulu saja," jelas Bik Surti.
"Saya akan berangkat kuliah hari ini saya tidak akan betah di rumah tanpa melakukan apa-apa," katanya sambil mempercepat makannya, setelah selesai Lea kembali ke kamar berganti pakaian, kali ini dia memilih untuk kemeja lengan panjang dan bawahan rok panjang lalu mengambil tas yang sudah di siapkan sang Daddy, di atas tas tersebut terdapat pesan yang di tulis di secarik kertas.
(Hai gadis pemalas, hari ini hari pertama kamu masuk kuliah jika sudah bisa jalan berangkatlah, tetapi kalau belum istirahat lah, nanti malam akan ku buat kau terbiasa melakukannya, Siapkan tubuhmu untuk itu, Daddy akan pulang. Oh ya, kau di Fakultas management Bisnis jangan sampai keliru masuk! )
Lea menghembuskan nafas, 'Semoga malam ini Daddy bisa lembut seperti tadi malam,' batinnya.
Dia berjalan dengan langkah sewajar mungkin walau terasa kurang nyaman. Lea berpamitan kepada Bik Surti lalu keluar menuju halaman depan Villa, terlihat Pak Rahmat menunggunya untuk di antara di kampus.
__ADS_1
"Silahkan masuk Nyonya!" ucapnya seraya membukakan pintu tengah mobil, Lea pun masuk kedalam begitu juga Pak Rahmat, dia duduk di depan kemudi dan mulai menjalankan dengan kecepatan sedang menuju kampusku.
'Aku sangat merasa aneh, semua ini seperti mimpi, aku bertemu dia sedari kecil dan selalu menatap punggung pria itu dan jatuh cinta sebelum usiaku cukup dewasa, menangis sedih saat pria yang ku panggil Daddy itu tidak juga menoleh dan tidak menghiraukan ku, dan sekarang aku begitu dekat bisa menyentuhnya tetapi aku seperti tidak mengenalnya lagi, dia seperti orang asing bagiku saat ini, dan anehnya aku tetap ingin berada di sisinya,' batin Lea berkecamuk di sepanjang perjalanan.
"Nyonya sudah sampai, tolong hubungi saya nanti kalau Nyonya sudah selesai! Tuan Setta sudah menyimpan nomer saya di handphone Anda," kata Pak Rahmat dengan sopan padaku.
"Ah ... sudah sampai yaa," kata Lea sambil menoleh keluar jendela, lalu pak Rahmat membukakan pintu untuknya.
"Tidak usah seperti ini, Pak, saya bisa buka sendiri," kata Lea pada pak Rahmat.
"Tidak apa-apa Nyonya, selamat belajar, ini titipan dari Tuan Setta untuk Anda," katanya pada Lea sambil memberikan amplop putih setelah itu dia masuk kedalam mobil dan meninggalkan Lea yang masih terpaku di sana.
"Dasar, Daddy! Kenapa tidak langsung memberikan uang saku padaku," keluh Lea lirih sambil memasukan amplop yang belum dia buka.
"Apa Anda tahu fakultas management Bisnis? Saya Aldo," tanya sambil mengulurkan tangannya kepada Lea.
Lea mengulurkan tangannya dan menyebut namanya, " Lea, aku juga sedang mencarinya," kata gadis itu sambil tersenyum.
"Wah kalau begitu mari kita cari bersama, akan lebih mudah jika berdua bukan," katanya sambil tersenyum.
"Mungkin, tetapi jika salah satu dari kita tidak bertanya maka akan lebih sulit mencarinya bukan, dan akan tersesat bersama," kata Lea sambil terus berjalan.
Dia tertawa. "Ya, kau betul, tetapi aku tidak akan keberatan jika tersesat bersama gadis secantik kamu," katanya sambil menatap Lea penuh kekaguman akan kecantikan gadis itu.
__ADS_1
Lea memutar bola matanya ke atas mendengar gombalan pria itu. 'Berani-beraninya dia melempar gombalan kepadaku, Ah ... andai itu kamu Daddy mungkin saat ini aku akan bersorak gembira, melompat-lompat seketika, sayangnya itu bukan Daddy,' batinnya.
Akhirnya Lea menemukan gedung Fakultas Management Bisnis. "Bukan itu ya, kampus kita?" tanyaku pada pemuda itu.
"Ah iya betul itu," jawabnya penuh dengan kegembiraan.
Kami pun berjalan kearah Fakultas management Bisnis tersebut masuk dan melewati beberapa ruangan dan akhirnya kami menemukan ruangan untuk mahasiswa baru semester satu. Lea mencari dan memilih tempat duduk di tengah ruangan, begitu pun pria yang bernama Aldo memilih kursi di sebelah Lea.
"Hai, kenapa kau mengikutiku, kau bisa bergabung dengan mereka di sana," kata Lea sambil menunjuk ke gerombolan mahasiswa yang ada di bangku belakang.
"Aku sudah bosan melihat yang sesama jenis lebih enak jika duduk di sebelahmu karena begitu aku menoleh ke arah kanan aku akan memandang pemandangan yang indah yaitu kamu," kata Aldo.
Lagi-lagi dia melempar gombalan kepada Lea, gadis itu hanya bisa meringis.
Tak seberapa lama ruangan sudah terisi penuh dengan mahasiswa dan mahasiswi Fakultas management Bisnis itu
dan tak lama kemudian seorang Dosen datang dan memperkenalkan dirinya, lalu mengisi mata kuliah dengan berbagai penjelasan lalu memberikan kami tugas kemudian keluar kelas.
Mata kuliah selanjutnya di isi dosen wanita yang berpakaian sangat seksi mampu memecah perhatian kami dengan lekuk tubuhnya, bagaimana tidak beliau memakai kemeja yang kancing kemeja atasannya terlepas tiga buah dan rok sebatas paha dengan kaki jenjang yang putih mulus terekspos nyata.
Dosen itu bersandar pada meja sambil memberikan penjelasan materi yang disampaikannya.
Kelas begitu sunyi karena terpukau dengan penampilannya, bahkan bagi para mahasiswa pemandangan di depan lebih menarik di bandingkan dengan penjelasan Dosen tersebut.
__ADS_1
Lea melirik pria yang ada di sebelahku itu ternyata tidak bereaksi.