Pesona Cinta Semu

Pesona Cinta Semu
Bab 7


__ADS_3

Lea masih memegang tengkuknya, "Daddy, jangan takut-takuti Lea dong," pinta Lea .


"Daddy enggak nakuti kamu, Lea," katanya sambil terkekeh.


Lea pun beranjak dari ranjangnya berlari menuju pintu dibuka dengan cepat lalu berlari keluar kamar tanpa menutup panggilan Videonya.


"Dad, Lea boleh masuk, enggak?" tanya Lea sambil mengetuk pintu kamar Setta.


Setta yang memakai pakaian tidur kimono duduk di bibir ranjang, mendengar teriakan Lea ia pun tertawa. "Masuk!"


Gadis itu pun membuka pintu dan masuk di kamar Daddy-nya dia tertegun menatap sang Daddy nampak begitu seksi dada bidang terlihat dan ditumbuh rambut halus serta bawahan tersingkap membuat debaran jantung kembali berdetak kencang seolah ingin di dekap oleh pria matang itu.


Sebenarnya Relea pernah sekali melihat video biru bersama teman-temannya semasa SMU di rumah sahabatnya. Penampilan sang Daddy membuat otaknya mengingat potongan -potongan adegan yang membuatnya gemetaran pada waktu itu. Namun, ingin dia lihat kembali.


"Kenapa berdiri di situ saja, kemarilah," kata Setta pada gadis itu tanpa menatapnya.


Lea pun masuk dan menutup pintunya, gadis itu seperti terhipnotis untuk datang menghampiri pria itu, Setta tahu bahwa saat ini gadis itu terpesona padanya. Saat sudah dekat di tariknya tangan gadis hingga terduduk di pangkuannya dan tangan pria berada di perutnya dan memeluknya tangan kanannya menyingkap pakaian Lea hingga terlihat bahu mulusnya itu lalu bibir itu mengecup bahu nan mulus itu dan tangan mulai merambat keatas membuat jantung berhenti sejenak lalu kembali berdetak sangat kencang.


"Dad!" panggil Lea dengan susah payah


"Hemm, kau cantik Malam ini, Daddy jadi ingin tapi kita belum menikah, maukah kau menikah dengan Daddy Lea, selama ini Daddy kesepian dan hanya engkau yang mampu membangkitkan gairah Daddy," ucap Setta tidak berhenti mencumbu gadis itu.


Tangan sang Daddy semakin nakal menyingkap pakaian bagian bawah menyusup di tempat yang terlarang membuat napas Lea semakin tersengal-sengal.

__ADS_1


"Dad!" panggil Lea lagi saat sang Daddy semakin nakal membuatnya basah, rasa yang tidak perna dirasakan sebelumnya, tiba-tiba tubuhnya melayang diangkat dan di balikan ke arah pria itu, Setta mulai mencium leher terus turun kebawah, Setta menyerang tanpa ampun pakaian Lea sudah merosot hingga keperut dan di atasnya sudah polos, si gadis menikmati apa yang dilakukan Setta.


Pria itu pun tersadar saat Lea sudah dalam keadaan polos, dia menghentikannya lalu mengambil pakaian Lea yang telah tercecer di lantai. "Pakailah, maaf Daddy kelepasan," katanya pada Lea.


"Itu bukan salah Daddy, Lea juga salah, Dad, Lea gak bisa nolak Daddy karena Lea cint sama Daddy," jawab Lea yang masih belum memakai pakaiannya.


"Pakai pakaian mu! Daddy tunggu di meja makan," kata Setta pada Lea lalu keluar kamar dan menuju keruang tengah mengambil air dingin dan di tuangkan kedalam gelas lalu di minumnya untuk mendinginkan tubuhnya yang mulai panas.


Setta duduk di kursi meja makan, termangu sendirian permainannya sepertinya berimbas pada dirinya sendiri, entah apa yang dilakukan apa meninggalkan gadis itu setelah dia mencintainya ataukah menikahinya dan membawanya ke dalam neraka yang akan di ciptakannya.


Kegalauan antara cinta dan benci membuatnya ragu melangkah apa yang dia ingin lakukan. Suara langkah kaki yang diseret terdengar di telinganya.


"Apa Daddy ingin dibuatkan kopi? biar Lea buatkan yaa," tawarnya pada sang Daddy.


Pria itu memandang punggung gadis itu, di bagian leher hingga bahunya terlihat merah -merah karena ulahnya.


Dia mengulum senyum, dia yakin setelah ini Lea pasti tidak bisa melupakan dirinya, dan akan selalu mencarinya.


Lea merebus air di teko kecil, lalu mengambil dua cangkir sedang yang satu berisi kopi hitam yang satu berisi coklat, ternyata di dapur Daddy-nya ini begitu lengkap. Setelah mendidih di seduh kopi dan coklat dengan air panas setelah itu membawanya ke meja makan dan di letakkan didepan Setta.


"Dad, Apa besok langsung kerja? Lea malu kalau masih terlihat merah-merah begini Daddy banyak sekali kasih tanda ke tubuh Lea," protes Lea lirih.


"Besok tidak usah bekerja dulu Daddy besok juga tidak ke kantor, nanti biar Daddy pantau dari sini saja tidak apa-apa," katanya tersenyum.

__ADS_1


"Trimakasih, apa Bunda tidak marah jika aku tidak pulang?" tanya Lea sambil mencecap coklatnya yang masih sedikit panas.


"Tidak karena kamu bersama Daddy, jika dengan yang lainnya mungkin akan marah, karena dia punya trauma yang dalam akan hal pergaulan, itu sebabnya sampai sekarang bundamu itu tidak mau menikah padahal ada teman bisnis Daddy menyukainya dan bersedia menikah dengannya tapi dia tidak mau," kata Setta pada Lea.


"Aku terkadang aneh melihatmu Lea bukankah kau baru lihat Daddy kenapa sudah bisa cinta sama Daddy ya?" tanya Setta.


"Aku mencintai Daddy saat hanya bisa melihat punggung Daddy dan mendengar suara Daddy lewat telepon rasanya ingin sekali Daddy berbicara banyak di telpon dan aku mendengarkan suara itu lebih lama dan setelah melihat sosok Daddy semakin membuatku mencintai Daddy ingin di peluk dan bahkan lebih," kata Lea sambil menunduk.


"Dasar gadis konyol, bagaimana jika Daddy pergi duluan meninggalkan dunia ini," tanya Setta.


"Mungkin Lea tidak akan kuat hidup sendirian tanpa Daddy," kata Lea.


"Kenapa begitu Dady lebih tua dari kamu, wajar kalau Daddy akan pergi meninggalkanmu dulu dan bisa menikah dengan pria yang seumuran dengan kamu yang lebih gagah dari Daddy," kata Setta mencoba menguji kesungguhan Lea apa betul gadis ini benar-benar mencintainya andai iya itulah yang di inginkan Setta.


Lea membungkam mulut Setta dengan ciumannya mengulum seperti yang di ajarkan sang Daddy saat pertama kali pria gagah ini mengambil ciuman pertamanya.


Setta terkejut lalu dia membalas gadis itu dan memperdalam ciumannya lalu melepas saat mereka sudah kehabisan napas kemudian gadis itu tertawa rona merah di wajahnya terlihat jelas.


"Daddy tidak boleh tinggal kan Lea, Daddy harus sehat, Lea akan temani sampai tua, jika Daddy pergi dulu, Lea ingin segera menyusul Daddy, Lea tidak akan menikah lagi hanya Daddy lah yang ada di hati Lea, tidak ada yang lain, tapi masalahnya apa Daddy benar-benar akan menikahi Lea seperti yang Daddy katakan tadi," kata gadis yang duduk di samping pria itu sambil menunduk tajam


Setta menarik tubuh gadis itu dan dibawahnya ke dalam pangkuannya lalu memeluk dengan erat. "Kita jalani begini saja dulu, kamu juga belum tahu hatimu sebenarnya kemana? Jika nanti ada pria yang lebih gagah dan lebih mudah dari Daddy mencintaimu apa kau tidak jatuh cinta?" tanya Setta pada gadis itu dan Relea menggeleng dengan sangat kuat menolak apa yang di pikirkan Daddy-nya.


Setta tertawa, 'Putrimu sudah berada digenggaman ku, Sinta,' pikirnya.

__ADS_1


__ADS_2