Pesona Cinta Semu

Pesona Cinta Semu
Bab 38


__ADS_3

Lea tertawa, saat sedang menggoda pria yang begitu dia cintai. 'Sukur, emang enak habis di php lalu dicuekin,' kata Lea dalam hati.


Lea berjalan menuju lemari lalu berganti pakaian, lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang menatap langit-langit kamar, dia tidak tahu apa yang begitu membuat dia terikat dengan pria matang itu bahkan tak mampu menolak keinginannya.


Terdengar suara ketukan pintu dari luar Lea kamar. dengan malas dia pun bangun dan berjalan menuju pintu dan membukanya saat dia membukanya, dia melihat om Rega berdiri di depan pintu kamarnya.


"Om, ada perlu dengan mu, temui Om di meja makan, saya tunggu," perintah Rega.


"Baik saya nanti akan kesana," kata Lea sambil masuk sebetar, kemudian keluar lagi menuju meja makan dan duduk di depan Rega.


"Ada apa om cari saya?" tanyanya pada Rega.


"Aku ingin mengatakan sesuatu semoga kamu bisa memaklumi kenapa om baru muncul dan baru mengatakan ini setelah om Menikahi Bundamu," kata Rega sambil melirik Dea yang sedang menata menu di atas meja.


"Sebenarnya apa sih yang ingin Om Rega katakan," tanyanya dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Maka itu dengarkanlah Lea," jawab Rega dan Lea mengangguk.


"Aku mendengar kabar kakakku dan istrinya meninggal tepat tujuh harinya istriku, dia meninggal setelah melahirkan putra kami Sean dan bayi yang baru berumur tujuh hari divonis menderita jantung, aku harus menjaga kesehatan putraku dengan sebaik-baiknya sebelum dokter mengoperasi bayi itu dan perusahaan juga dalam masalah, aku pun bingung harus bagaimana, hingga ku dengar putrinya telah dirawat oleh sahabat kakakku," kata Rega dan menjedah sebetar kemudian ia pun meneruskan ceritanya kembali.


"Aku merasa legah mendengar berita itu, aku mulai sibuk dengan pengobatan anakku, dengan pemulihan perusahaan hingga tak terasa sembilan tahun waktu berlalu. Setelah perusahaan kembali normal keadaan Sean juga semakin baik walaupun harus terus mengkonsumsi obat dan menjaga agar dari hal-hal yang membuatnya terkejut atau pun ketakutan aku pun kembali ke Indonesia dengan harapan aku bisa bertemu keponakanku, tapi justru aku bertemu dengan wanita yang mengasuh keponakan itu dan aku pun jatuh cinta padanya. Kau tahu siapa dia Lea?" tanya Rega pada Lea.


"Bunda Dea, 'kan," tebak Lea.


"Ya, betul dan keponakan itu adalah kamu, maaf baru berani bilang bahwa aku adalah Om mu, Lea. Aku takut kau marah karena tidak mencarimu dan baru berterus-terang setelah menikah dengan Bundamu itu," katanya sambil menatap penuh rindu.


"Jadi Om adalah Om ku, ini adalah kejutan yang membuatku bahagia Om, awalnya aku marah saat Daddy mengatakan aku masih punya Om dan Daddy belum menemukan Om ku itu sehingga Daddy harus menunda keinginan untuk menikahiku," jawabnya sambil menunduk terdiam sesaat lalu di kembalikan meneruskannya.

__ADS_1


"Aku pikir Om sudah tidak peduli lagi padaku, ternyata tidak Om mengalami halangan untuk bisa menemuiku dan Om tidak perlu meminta maaf sebab Lea sangat mengerti keadaan Om," kata Lea.


"Trimakasih Lea, besok di akad pernikahanmu Om lah yang menjadi walimu, maka itu ku katakan sekarang, agar kau tidak terkejut besok," jawab Rega.


"Trimakasih, Om, boleh aku memeluk Om?" tanya Lea.


"Tanyakan pada Bundamu, aku sekarang milik dia, jika dia memperbolehkan mu maka aku akan bersedia memelukmu," kekehnya.


Lea mencebikan bibirnya. "Bunda boleh tidak?" tanya Lea sambil memeluk wanita itu.


"Tentu saja, sayang, ia adalah Ommu," katanya Dea pada anak asuhnya itu.


Rega tersenyum dan berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri gadis itu lalu memeluknya. Air mata Lea bercucuran. Rega mengurai pelukannya dan menghapus air mata ponakannya itu kemudian menuntunnya kembali ke tempat duduk, dan Rega kembali keempat duduknya.


"Sayang ambilkan yang telah ku persiapkan untuk Lea," pinta pada Dea. Wanita itu tersenyum dan mengangguk lalu berjalan menuju kamarnya kemudian kembali lagi dengan sebuah kotak perhiasan.


"Trimakasih, honey," katanya sambil tersenyum membuat hati Lea sangat senang bundanya itu telah menemukan kebahagiaan bersama dengan Omnya.


"Lea hanya ini yang bisa Om berikan di hari pernikahanmu, pakailah disaat hari yang bersejarah buatmu, sebagai orang tua yang baru bertemu dan mempunyai tanggung jawab padamu setelah Ayahmu," kata Rega pada Lea.


"Apa sudah selesai bicaranya dengan kak Lea, aku dan kak Risky sudah lapar?" tanya bocah sembilan tahun itu pada yang Ayah.


Dea menoleh pada hadirnya suara yang melengking itu.


"Kemari, sayang kenapa tidak sama-sama dengan kakak-kakak mu di sana, lihat anak Bunda kelaparan," kata Dea menghampiri anak lelaki itu dan menggendongnya lalu mendudukkannya di sebelah suaminya, tetapi Sean justru turun dari kursi itu dan berjalan mendekati Dea, bocah itu menarik tangan wanita itu


"Ini adalah tempat duduk Bunda, bukan Sean," katanya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Hai, ternyata aku punya kakak yang sangat cantik, cuma Sean heran kenapa kakak ku lebih suka yang tua dari pada yang muda," katanya sambil duduk di sebelahnya Lea.


"Kamu masih kecil Sean, tidak akan bisa mengerti," kata Lea sambil mencubit pipi Sean.


"Aku mengerti kakak Lea, sayang," katanya sambil mengerlingkan mata pada gadis itu.


"Sok tua kamu Sean," maki Lea.


Sementara Riski masih terpaku menatap kebahagiaan mereka.


"Hai, kenapa masih di situ, sini bergabung dengan kita," panggil Rega.


"Tidak usah Om, saya kemari hanya mengantarkan Sean yang ingin makan bersama dengan kalian," kata Risky hendak berbalik ke tempat adik-adiknya sesama panti.


"Duduk, Ky," perintah Rega yang tidak bisa dibantah sama sekali membuat dia melangkah kakinya menuju kursi kosong di sebelah Lea dan Dea.


Dia pun duduk di kursi tersebut. "Aku sangat senang kau menemukan keluargamu, Lea," ucap Risky.


"Apa kau tulus mengatakan itu padaku, Ky," tanya Lea pada sahabat dan juga kakak pantinya itu.


"Tentu apakah aku terlihat bersandiwara?" tanya Risky.


Lea menggeleng. "Hanya saja kak Risky berubah selalu berbicara pedas membuat Lea sakit hati," jawab Lea


Risky tertawa. "Mungkin saja saat itu aku sedang capek dan kau pergi di malam hari dan itu tidak pernah kau lakukan, aku sedikit terkejut dengan perubahanmu Lea, kau sangat takut untuk pergi di malam hari sendirian selalu minta ku temani dan aku mengawatirkan mu," katanya pada Lea.


"Maaf," jawab Lea sambil menunduk.

__ADS_1


"Sudah ayo kita makan lihat Sean sudah mulai makan, kau harus makan yang banyak Lea, agar badanmu sedikit berisi tidak kerempeng begitu," ajak Rega, mereka mulai mengambil makanan dan makan dengan tenang.


__ADS_2