Pesona Cinta Semu

Pesona Cinta Semu
Bab 29


__ADS_3

Risky terpaku, dia menghela nafas ada denganku bukankah aku sudah berjanji untuk tidak ikut campur dalam hal ini lalu kenapa aku menegurnya segitu rupa.


Sementara itu Relea sudah memacu motor menembus jalanan menuju apartemen Daddy-nya


Dua puluh menit kemudian Lea sudah sampai di gedung apartemen sang Daddy diparkirkan motornya di basement lalu berjalan melewati lobby kemudian masuk ke dalam lift. Setelah itu, keluar lagi dan berjalan menuju apartemen Daddy-nya serta menekan password, pintu pun terbuka.


Lea masuk dalam apartemen dan memanggil sang Daddy.


"Dadd, Daddy, kemana?" Lea mencari ke sana-kemari Akhirnya dia terduduk lemas di bibir ranjang, tak di jumpai Daddy-nya itu.


Akhirnya Lea menunggu di apartemen sang Daddy, gadis itu membaringkan tubuhnya di atas ranjang, menatap langit -langit kamar sang Daddy aroma maskulin menyeruak di penciumannya membuatnya nyaman.


.


.


Sementara di club malam Setta duduk di sebuah kursi di depannya sudah ada dua botol Vodka dan satu gelas lalu dia menuangkannya ke dalam gelas dan menegaknya hingga tandas.


Alex yang keluar dari ruangan privasi itu pun tanggap, dia memencet nomor telpon Zain.


Beberapa saat belum ada sambungan hingga akhirnya tersambung.


Waktu itu Zein dan keluarga tengah makan malam dan handphone berbunyi, awalnya tidak menghiraukannya akhirnya dengan nasehat bunda nya itu, di terimanya juga.


Melihat layar handphone tertera nama Alex dia sudah mengira mungkin ini ada hubungannya dengan setta.


Segera di terimanya panggilan teleponnya.


"Iya ada apa Lex?"


"Setta ada di sini di ruang privat, tolong kamu ke sini takutnya ada apa-apa ini nanti.


"Baik segera aku akan meluncur di sana," kata Zean.

__ADS_1


"Ada apa, Nak?" tanya Bunda Mira.


"Setta Bun, kumat lagi,dia sekarang ada di club Alex, Bun, Rat, aku mau menyusul dea takut terjadi apa-apa aku naik taksi karena mobil Setta ada di sana.


Segera dia memesan taksi, setelah taksi datang dia pun segera pamit pada sang Bunda dan istri.


Tiga puluh menit perjalanan akhirnya sampai juga dia berjalan masuk ke dalam club mencari Alex. dia melihat Alex Tenga berbincang-bincang dengan seseorang dia pun menghampiriku pria itu.


"Dia ruangan mana?" tanya Zein.


Alex mengantarkan ke ruangan privasi di mana setta berada.


Alex membukakan pintu terlihat Setta sudah mengosongkan satu botol vodka dan sekarang tengah mengisi gelasnya kembali.


"Lo, jangan ikut minum kalau semuanya teler siapa yang bawa kalian pulang, kalau aku sudah kesal sama kalian akan ku buang kalian di depan club," jelas Alex.


"Tenang aku tidak akan ikutan aku akan menungguinya sampai selesai minum dan akan membawanya pulang," kata Zein


Zein masuk kedalam ruangan itu dan duduk di depan Setta dan Alex meninggalkan mereka.


Zein setia menunggui sahabatnya dua botol telah kosong, Setta berteriak meminta tambah dan Zein mengabulkannya dia memesan kembali dua botol Vodka. Setiap gelas Setta kosong dia pun mengisinya hingga empat botol tersebut telah kosong.


Sekarang Setta benar-benar telah mabuk ditaruhnya kepalanya di atas meja sambil merancau, Zein meminta bantuan kepada Alex untuk membawanya ke dalam mobil. setelah itu mobil pun berjalan meninggalkan club malam.


"Tadi gue sudah bilang jangan minum -minum," gerutunya


Setelah tiga puluh menit akhir sampai di gedung apartemen dan meminta bantuan sekuriti untuk membawa setta ke atas.


Mereka masuk kedalam lift yang membawanya ke lantai atas. Setelah sampai, pintu lift terbuka, mereka berjalan ke flat milik Setta. Zein membuka pintu dengan password dan terbuka.


Lea yang mendengar pintu terbuka langsung berlari ke arah depan dia terkejut saat melihat Om Zein memapa Daddy-nya saat itu Zein juga terkejut saat Lea ada di sini.


"Kenapa Daddy?" tanya Lea

__ADS_1


"Dia sedang mabok, tapi jangan kawatir maboknya Setta hanya merancau," katanya sambil membawa Setta di dalam kamarnya.


"Tolong di jaga dan tidak perlu kau pikir tentang rancauannya Setta," kata Zein


"Baik, Om," jawab Lea.


"Om, Balik dulu ya," kata Zein pada Lea. Gadis itu mengantarkan kedepan lalu menutup pintunya dan kembali ke kamar Setta.


"Dadd, kenapa kau jadi seperti ini? Apakah begitu sangat sakit? Hingga kau memilih cara ini melupakannya," kata Lea.


"Pergilah Sinta, jangan kau usik aku," rancau Setta.


Di tatapnya wajah yang terlelap tapi mulutnya masih bisa mengucapkan sumpah serapa.


Dia mendekati tubuh yang tergolek di ranjang.


"Dad, aku mencintaimu akan ku hapus luka mu dengan cinta aku berjanji apa pun aku tidak akan meninggalkan mu," katanya sambil mengecup bibir sang Daddy penuh hangat.


Lea membaringkan tubuhnya di ranjang, Semalaman Lea mendengar rancauan sang Daddy, dia peluk dengan hangat. Jam dua Setta terbangun dan sangat terkejut kenapa ada seorang wanita yang memeluknya dan ini di mana? Dia berfikir keras bukankah tadi bilang sama Alex jangan ada wanita kenapa sekarang malah di tidur di peluk wanita, 'Apa yang sudah ku lakukan,' pikirnya.


Setta meraba dan mencari tombol lampu tidur di nakas, lalu menyalakannya saat itu pula ruangan menjadi terang dan dia ternyata ada di apartemen di sebelahnya Lea tidur memeluknya.


'Ah, gadis nakal kenapa dia kesini? Bagaimana kalau aku khilaf? Bisa jadi malam ini adalah hari sial mu.' batin setta


Setta menyingkirkan tangan Lea dari tubuhnya dia bangun dan duduk di bibir ranjang, lalu berdiri dan berjalan ke arah dapur, perutnya begitu lapar, dia membuka lemari pendingin miliknya.


Ada banyak makanan di dalam dan dia menoleh ke alat masak lainnya, ternyata alat penanak dan pemanas nasi menyala itu tandanya tadi Lea sudah menanak nasi dan memasuk makanan untuknya mungkin.


Lea terbangun karena ruang kosong di sebelahnya. Gadis itu bangkit dan melangkah malas menuju dapur dia melihat sang Daddy sedang membuka lemari pendingin. Dia menghampiri sang Daddy dan memeluknya dari belakang.


"Daddy lapar, biar Lea panaskan, Daddy duduk saja di sana," pintanya.


Setta menoleh ke belakang, dan tersenyum diuraikannya pelukan si gadis dan membalikan tubuhnya menghadap Lea,lalu di tautkan bibirnya di bibir indah sang gadis mencumbunya dengan sangat lama seolah telah berjalan di padang pasir yang terik dan dia begitu dahaga hingga meneguk manis luapan rindu yang tak terbendung.

__ADS_1


Setta melepaskan tautan ketika sudah benar-benar kehilangan napas lalu menatap wajah gadis itu. "Daddy tunggu di meja makan," katanya sambil melepas pelukannya dan berjalan menuju meja makan serta duduk di sana.


__ADS_2