Pesona Cinta Semu

Pesona Cinta Semu
Bab 19


__ADS_3

Setelah sampai pintu terbuka dan Lea berjalan mencari supermarket yang terdekat untuk membeli sebuah tas jinjing, setelah didapat dia pun memasukan semua file di dalam tas itu, lalu dia naik di atas motornya dan melajukan dengan kecepatan sedang menuju apartemen pak Setta.


Lea sudah sampai di gedungnya dan memarkirkan motornya di area parkir, lalu berjalan ke arah lift dan masuk kedalam kemudian bergerak ke lantai atas di mana Setta tinggal. Dua puluh menit berlalu elevator itu pun berhenti dan pintu terbuka Lea berjalan menuju apartemen bosnya itu.


Lea jadi bingung, sekarang adalah bukan jam kerja tetapi dia kesini untuk urusan kerja, lalu dia harus panggil apa, Daddy atau pak Setta. Ahh, bisa gila aku kalau begini, bagaimana tidak lelaki ini buat hati Lea cenat-cenut, kadang jutek kadang manis melebihi rasa gula.


Lea akhirnya sudah sampai di depan pintu apartemennya, dia memencet bel, lalu menunggu.


Sambil menunggu dia membuka handphone-nya, ada pesan wa belum terbaca


Daddy


[ Masuk saja password-nya tanggal lahirmu ]


Lea menghela napas, 'Kenapa gak dari tadi ya aku melihatnya kalau ada pesan masuk, Ahh, lupa tadi handphone dalam mode senyap,' gumamku dalam hati.


Gadis itu mulai menombolnya tanggal lahirnya dan benar saja pintu terbuka, Lea masuk ke apartemen itu dan duduk di sofa.


"Lea kau sudah datang?" terdengar


"Iya pak saya sudah datang," jawab Lea yang masih berada di ruang tamu dan duduk di sofa.


"Kemari, bantu Daddy!" teriak Setta


Tiba-tiba kaki Lea terasa lemas, jantungnya sudah tidak beraturan lagi, Lea pun melangkah dengan gontai melangkah ke kamar sang Daddy.


"Ada apa Dad?" tanya Lea saat sudah berada di kamar Setta dan gadis itu melihat sang Daddy baru selesai mandi dan hanya mengenakan handuk yang menutupi area privasinya.


pahatan indah dari tubuh sang Deddy membuatnya tertegun.


"Kok malah bengong di situ, Daddy minta tolong carikan baju yang cocok, karena akan ada makan malam dengan klien," katanya pada Lea sambil tersenyum


"Daddy gak marah sama Lea?" tanya Lea saat membuka lemari kaca yang penuh dengan koleksi baju-baju sang Daddy.


"Kenapa harus marah?"


"Hemm, kemarin malam Dadd minta itu," jawab Lea


Setta berjalan mendekati Lea dan memeluk gadis itu dari belakang. "Daddy minta apa?" tanya Setta sambil mencium leher belakang Lea.


"Lea kenapa gak dijawab Daddy minta apa pada Lea?" kata Setta mulai memainkan perasaan Lea dengan sentuhan yang membuat gadis itu terpaku.


"Susah ngomongnya Daddy," kata Lea

__ADS_1


"Kenapa susah ngomongnya, kalau kamu gak ngomong bagaimana Dady tahu," kata Setta.


Lea tertawa, untuk menghilangkan rasa tegang dirinya pasalnya saat ini pakaian yang dikenakannya sudah berantakan, pengaitnya terlepas dan kedua tali berhasil di loloskan dari kedua tangannya lalu terjatuh teronggok di lantai.


"Daddy pakai ini aja, bagus," kata Lea


"Hemm, bagus dan indah," jawab Setta


"Dadd apanya yang indah, Lea bicara kemeja Daddy," jawab Lea


"Daddy bicara tentang tubuhmu" Setta tak berhenti mengerjai anak angkatnya yang menjadi targetnya itu


"Daddy!"


Setta tertawa, "Sudah sana mandi, nanti ikut Daddy sudah Daddy belikan baju lengkap," katanya sambil mengerlingkan matanya.


"Apa Daddy tahu ukurannya," tanya Lea.


"Tentu kemarin sudah ku ukur dan hari ini juga sama," katanya sambil mengenakan pakaian di hadapan Lea.


"Daddy!" teriak Lea sambil berdiri membelakanginya sang Daddy.


Pria itu kembali terkekeh. "Aku kan sudah menyuruhmu mandi Lea."


Lea langsung masuk kedalam kamar dan mengisi bathub dengan air hangat dan sabun cair serta aroma terapi dan masuk kedalamnya dan berendam beberapa saat setelah itu dia membilas tubuh di shower. Setelah itu dia keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang melilit tubuhnya.


Daddy kok ada di sini?" tanya Lea.


Aku ingin melihat Kamu memakai baju itu," jawabnya tidak melepaskan pandangan pada gadis itu.


"Daddy di luar saja nanti kalau Lea sudah berganti pakaian akan keluar meminta Daddy untuk menilai," kata Lea.


"Kenapa, malu?" tanya Setta.


"Iya," jawabnya


"Tadi malah gak pakai penutup," sahut Setta sambil tertawa.


"Apa perlu Daddy bantu berpakaian?" kekehnya


"Daddy jangan bercanda!" kata Lea


"Ngapain Daddy bercanda, Daddy gak perna bercanda, kemarin pun Daddy tidak bercanda," kata Setta pada Lea.

__ADS_1


"Cepat pakai pakaianmu, jangan nunggu Daddy keluar karena Daddy gak akan keluar," sahut lelaki pada Lea dan gadis itu hanya bisa pasrah.


Waktu sudah menunjukkan 19.00 Lea mengenakan gaun malam yang indah dengan sedikit memperlihatkan belahan dadanya.


"Dadd apa ini tidak terlalu. berlebihan, dan sebenarnya kita akan pergi ke mana?"


Setta yang duduk di kursi kemudi, melirik gadis itu, gaun itu memang sangat pas di tubuh wanita yang duduk di sampingnya itu.


"Sudah gak perlu banyak tanya, ngikut saja apa kata atasan kamu," kata Setta sambil tersenyum


"Lea jadi bingung, sekarang ini Lea harus panggil apa, Daddy ataukah Pak, ini dalam rangka apa sih Dad, tugas kerja atau apa?"tanya lea pada Setta


"Hari ini bebas mau panggil apa terserah kamu asal nyaman saja," kata Setta.


"Dad!" panggil Lea


"Hem," jawab Setta


"Boleh tanya gak sih?" tanya Lea.


"Kamu mau tanya apa sih, Lea?" tanya Setta masih fokus mengendarai mobilnya di suatu tempat.


Daddy cinta apa enggak sih sama Lea?" tanya Lea sambil menggigit bibir bawahnya.


"Kenapa tanya begitu?" tanya Setta.


"Karena semua sudah Daddy ambil kecuali yang satu itu. Ciuman dan sentuhan pertama Lea," katanya sambil menunduk


"Kalau menurut mu bagaimana?" tanya Setta pada Relea


"Lea gak tahu karena Daddy sering berubah-ubah," kata Lea sambil menunduk.


"Kamu sendiri bagaimana apa cinta sama Daddy?" tanya Setta.


"Daddy apa tidak dengar detak jantungku saat dekat dengan Daddy dan membiarkan semua daddy ambil dengan sangat manis," jawab Relea dan jawaban itu mampu membuat Setta berhenti dengan tiba-tiba dan memakirkan mobilnya di bahu jalan.


"Jika yang satu itu Daddy Ambil saat ini juga apa engkau berikan?" tanya Setta pada putri mantan kekasihnya itu.


"Akan Lea berikan karena Lea cinta Daddy, andai nyawa Lea Daddy minta pun akan Lea berikan," kata Lea pada Seta.


Setta menatap gadis itu, lalu tersenyum lembut kemudian membelai rambutnya sembari berkata, "Dasar gadis bodoh! Jika semua telah ku ambil, setelah itu Daddy pergi apa kau akan tetap bisa hidup," tanya Setta kepada gadis.


"Tidak Lea tak akan bisa hidup tanpa Daddy jadi tolong jangan tinggalkan Lea, ambil saja semua apa yang Lea punya asal jangan tinggalkan Lea," kata gadis kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2