Pesona Cinta Semu

Pesona Cinta Semu
Bab 35


__ADS_3

Rega tersenyum canggung, dia menatap sang calon istrinya. "Tadi gak ada orang, Dek, jadi mas yang bantu, gak apa-apa, sentuh dikit doang," katanya sambil terkekeh.


Ratna pun tiba dengan membawa jas pasangannya.


"Loh, Mas Re ada di sini tadi aku cariin untuk ngepas badan pakaian prianya dan juga jasnya tolong dicoba dulu, kalau kurang enak apanya, bilang ya," kata Ratna.


"Oke, deh," jawab Rega.


Rega pun masuk kedalam bilik dan Ratna menarik tangan Dea untuk mengikutinya.


"Kamu sangat cantik, kak Dea, aku sangat senang kakak memutuskan untuk menika. Kakak berhak bahagia dengan seseorang yang mencintai kakak begitu pula kakak lupakan masa lalu.


"Iya, kadang aku masih takut, kejadian yang dulu terulang kembali, Mbak Rat," ungkap Dea


"Percayalah yang kali ini tidak, kulihat dia sangat mencintaimu, saat Mas Zein menceritakan kisahmu dan Setta, aku menangis, Mbak, maaf pernah mencurigai mu dengan mas Zein," ucap Ratna.


"Bun, bagaimana dengan yang ini?" tanya Rega saat dia menyusul calon istrinya.


"Bagus, kok," komentar Dea


"Cuma bagus, aku bagaimana pakai ini?" tanya Rega menggoda.


"Kamu handsome," jawab Dea sambil tersipu dan disambut dengan tawa Ratna.


Dea menatap tajam istri sahabatnya itu. "Maaf!" ucapnya belum menghentikan tawanya.


"Ok, bagaimana ada yang kurang nanti akan dibetulkan dulu," katanya pada mereka.


"Rasanya sudah cukup deh aku Mbak Rat," komen Dea.


"Aku juga ini gak ada keluhan Nyonya Zein," jawab Rega.


"Oke, deh nanti dua hari sebelum hari H aku kirim dikediaman kalian, Pak Rega tolong tinggalkan alamat ya," kekeh Ratna.


Tiga puluh menitan mereka sudah berganti pakaian, mereka pun menghampiri owner butik tersebut.

__ADS_1


"Nyonya Zein, total biaya kirimkan ke wa aku ya, sekalian nomer rekening nyonya," pinta Rega pada Ratna.


"Ok!" jawab Ratna sambil tangannya sibuk mengetik sesuatu di layar handphone.


"Sudah, Mas Rega," jawabnya.


"Benar nih harga cuma segini, itu tadi bagus loh bahan nyonya?" tanya Rega.


"Iya, spesial untuk kalian berdua, tanda sayangku untuk Mbak Dea," jawab Ratna.


"Ok! Terimakasih, Mbak," jawab Dea sambil meneteskan matanya.


"Baik Mbak kami akan meneruskan untuk membeli keperluan pernikahan kami," ijin Rega lalu mereka keluar dari butik itu.


Mereka berjalan menuju mobilnya dan masuk kedalam, dengan tiba-tiba Rega mendekati Dea wajah mereka saling berdekatan lalu Rega mengambil tali pengaman dan menguncinya. "Kamu harus terbiasa untuk ini Bun, dan aku selalu suka dengan expresi wajahmu itu," ungkap Rega


"Jangan terlalu lama menahan napas Bun," katanya sambil terkekeh.


Rega pun menjalankan mobilnya meninggalkan butik itu menuju toko perhiasan di mana dia harus menyiapkan mahar untuk Dea.


Seorang pria berumur berjalan mendekati mereka. "Hai apa kabar setelah ayahmu meninggal kau tidak pernah datang kemari lagi apa Kau terlalu sibuk berada di Jerman?" tanya pria paruh baya itu.


"Iya paman di sana memerlukan penanganan yang lebih daripada perusahaan di sini lalu putraku itu tidak sehat seperti anak lainnya membutuhkan pengobatan yang sangat intensif di sana jadi aku baru bisa pulang ke Indonesia saat anakku benar-benar bisa diajak untuk bepergian jauh," katanya


"Oke ini siapa? Boleh aku tahu," tanya pria itu.


"Ini calon istriku paman, anda tahu sendiri bukan bahwa istriku meninggal saat melahirkan putraku itu dan baru sekarang aku kembali menemukan cintaku seperti pada istriku yang terdahulu," jawabnya sambil tersenyum.


"Ya, aku mengerti tapi tidak perlu kau pamerkan kemesraanmu kepadaku dan Apakah kau sudah bertemu dengan keponakanmu ku dengar dia tinggal di rumah yatim piatu waktu itu katanya yang mengasuhnya adalah temannya Arga karena ada sendiri yang menginginkan aku pun tidak bisa berkutik sebenarnya aku juga ingin merawat anak itu tapi aku kan juga bukan kerabatmu jadi takut terjadi hal-hal yang tidak ku inginkan karena aku sendiri adalah Duda," kata Pria itu terkekeh.


"Sudah paman, wanita yang berada di depan inilah yang mengasuh Putri dari kakakku," kata Rega pada pria paruh baya.


"Bun, dia adalah paman Joe, dia ya sahabat dari ayahku," kata Rega.


"Hai aku adalah pamannya walaupun tidak sedarah," sapa Joe pada Dea, perempuan itu mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


"Paman aku menginginkan perhiasan desain terbarumu bisa kau tunjukkan padaku dan juga cincin pernikahan," pinta Rega pada Joe.


"Tentu Tunggu sebentar ya akan aku ambilkan," katanya sambil bangun dari tempat duduknya dan berjalan masuk ke dalam ruangan.


Tak lama kemudian, dia kembali dengan membawa satu koper berisi perhiasan rancangannya.


"Ini semuanya adalah rancangan baru, silakan pilih yang mana sesuai dengan mu," kata Joe sambil membuka koper, ditunjukkan satu persatu kotak perhiasan kepada Rega.


Setelah membuka satu persatu dari kotak hiasan itu mereka memutuskan untuk mengambil model perhiasan yang sederhana. Namun terlihat elegan dan mewah.


"Aku pilih yang ini paman," katanya pada Joe.


"Luar biasa kamu kelihatannya mengetahui betul karakter calon istri kamu sehingga kamu memilih perhiasan yang tepat untuknya," pujinya sambil terkekeh.


"Paman bisa saja, lalu mana desain cincin pernikahan yang terbaru?" tanya Rega.


Joe memanggil karyawan terpercayanya untuk mengambil desain dari cincin pernikahan, Tak lama kemudian apa yang ingin diinginkan joy sudah berada di atas meja di depan Rega.


"Aku pilih yang ini paman," katanya sambil menyematkan di jari manis Dea.


"Wah pas sekali Paman, aku ambil yang ini," jawab Rega pada Joe.


Aku juga Ambil yang ini untuk keponakanku," katanya kepada Joy.


"Ok!" tidak ada lagi yang kau inginkan?" tanya Joy.


"Tidak paman nanti kalau dia sudah menjadi Nyonya Rega mungkin aku akan sering datang ke sini untuk memanjakannya kalau untuk sekarang belum bisa paman karena dia sendiri yang menolaknya katanya sambil terkekeh.


"Kapan harinya nanti aku kirim ke rumah kamu," kata Joy.


"Tidak usah paman biar aku bawa sekarang aja sekalian toh tidak ada perbaikan, total saja berapa semuanya dan kirimkan tagihannya padaku akan ku transfer uangnya di rekening paman," katanya pada Joe.


"Ok!" katanya sambil menghitung jumlah yang harus di bayar Rega.


Setelah selesai dengan transaksi pembayaran maka mereka pun pamit pada paman Joe untuk melanjutkan melakukan persiapan pernikahannya untuk minggu depan.

__ADS_1


Mereka pun keluar dari toko perhiasan itu dan masuk ke dalam mobilnya kemudian berjalan meninggalkan lokasi tersebut.


__ADS_2