
Lea sudah mulai sibuk dengan aktivitasnya memanaskan makanan yang ada di dalam lemari es lalu meletakkan seluruh makanan di atas meja
kemudian mengambil piring dan mengisinya dengan nasi serta lauk pauknya, lantas ditaruhnya di atas meja di depan sang Daddy.
Dia sendiri pun mengambil untuknya lalu menyuapkan kedalam mulutnya.
"Sejak kapan kamu ada di sini? Sumpah tadi Daddy itu kaget , soalnya perasaan ada di club dan sudah pesan jangan ada wanita selama Daddy minum takut kebablasan saja, bisa runyam masalah," kata Setta pada Lea sambil menatap wajah sang gadis menunggu expresi sang wanitanya.
"Sudah lama jam tujuh malam, soalnya Lea kangen sama Daddy terus terang saja Lea tidak bisa tidur kalau tidak peluk Daddy," jawab Lea polos.
"Benarkah kalau begitu tidur sini saja tapi ... apa kamu mau kalau Daddy ...." Setta membisikan sesuatu di telinga Lea membuat gadis itu merona.
"Bagaimana, kalau gak mau ya sudah jangan tidur di sini tidur saja di rumah panti di kamar mu sendiri saja," sarkasnya pada gadis itu
"Daddy kan Lea belum jawab," kata Lea.
"Apa?" tanya sang Daddy pada gadis itu.
"Iya Lea mau," katanya sambil tersenyum malu
"Habis ini ya, kan ini masih malam Le,"
"Hem, tapi ... Lea duluan saja nanti yang masuk kamar ya Dad, Daddy belakangan, soalnya Lea malu.
"Ok, nanti Daddy menyusul," kata Setta sambil mengulum senyum lalu melanjutkan makannya, sambil melirik gadis yang ada di depannya itu.
Tiga puluh menit mereka pun menyelesaikan makannya setelah itu Lea membereskan semua makanan dan dimasukan kedalam kulkas, lalu mencuci piring kotor setelah selesai segera mengeringkan tangannya dengan serbet.
Lea melirik sang Daddy. Dad Lea duluan," katanya sambil berlari masuk ke kamar tidur.
Setta tersenyum menyeringai, 'Aku ingin tahu apakah kau berani,' pikirnya
__ADS_1
Setelah menunggu sekitar sepuluh menit dia masuk kedalam kamarnya dan melihat seluruh pakaian Lea teronggok di lantai.
Dengan santai Setta melepaskan kemeja dan saat ini dia hanya pemakai boxer saja lalu menyingkap selimut dan tangannya mulai merengkuh apa pun milik Lea.
Daddy hanya ingin making out jadi jangan kawatir Daddy gak akan melakukan itu," katanya sambil terus beraksi mencium dan meraup semua yang bisa di nikmati pria itu . Tentu rasa yang begitu aneh di rasakan gadis itu rasa yang menimbulkan rasa bahagia dan meletup-letup.
Malam semakin larut setta membenamkan wajah di dada polos gadis itu sambil memeluk pinggang ramping sang gadis dengan sangat erat dia pun tertidur dengan sangat pulasnya dan dengkuran halus terdengar serta nafas hangat menerpa gundukan indah miliknya. Tetapi tidak untuk Lea dia tidak bisa memicingkan matanya sedikit saja, hingga jam empat pagi dia baru memejamkan mata.
Dia terbangun saat matahari sudah masuk di sela-sela tirai yang sedikit tersingkap, dia pun terkesiap dan panik pasalnya ia harus berangkat pagi dan nyatanya dia malah Bangun kesiangan dan pasti sang atasan akan marah besar karena ia terlambat masuk kerja.
"Kenapa sih Daddy selalu gak mau bangunkan aku? Nanti di sana dia bakal marah-marah, dia akan bilang jam berapa ini Lea? Kenapa bisa terlambat dan lain-lain," gerutunya berbicara sendiri
"Kenapa si Daddy gak kasihan kalau pas jadi atasan Lea padahal dia yang bikin Lea bangun kesiangan dan Ah sial kenapa pula jam berputar begitu cepatnya," celoteh Lea panik.
Dia mandi dengan tergesa-gesa tanpa sarapan dia pun berangkat kerja dengan memacu motornya sangat cepat begitu sampai di area parkir dia segera turun dari motornya dan berlari dengan kencang menuju lift. Namun sampai sana pintu lift sudah tertutup akhinya ia berlari menaiki tangga darurat kelantai dua pintu lift terbuka ada yang keluar dan dia pun masuk berdiri di sebelah seorang pria yang tinggi menjulang melebihi dirinya dengan nafas yang masih memburu dia pun mulai menetralkan nafasnya.
"Kamu kaya habis lari maraton saja." Suara bariton membuatnya terkejut.
"Bukan Daddy tapi Pak Setta Pramana," jawab lelaki itu tegas
"Iya, Pak," kata Lea.
"Kamu terlambat lagi, sebenarnya kamu itu niat bekerja atau tidak, kenapa selalu terlambat," semprot Setta
"Maaf, Pak masalah saya tadi malam tidur di apartemen Daddy dan Daddyku itu tidak mau membangunkanku," katanya.
"Apa kalau kamu bangun itu tergantung ada orang yang bangunkan atau tidak? Jika begini terus artinya memang kamu tidak bisa bekerja," katanya.
"Iya, Pak, jangan pecat saya. Saya butuh pekerjaan ini saya janji akan datang lebih pagi besok," kata Lea memohon.
"Umur kamu berapa?" tanya Setta pada Lea.
__ADS_1
"Delapan belas, Pak!" jawab Lea.
Setta melirik gadis di sebelahnya lalu berkata, "Usia delapan belas tahun harusnya bisa bangun pagi sendiri tanpa harus di bangunkan.
"Apa kamu anak manja?" tanya Setta
"Tidak, Pak, saya di rumah Bunda itu rajin bangun pagi , sepertinya di apartemen daddy saya itu banyak setan," kata Lea sebal.
"Apa kau bilang apartemen saya banyak setannya?"
"Bukan Bapak, tapi Daddy saya," jawab Lea.
"Sama saja Daddy kamu itu saya, sudah sana bikinkan saya kopi dulu sebelum masuk ruang kerja saya," kata Setta keluar dari lift.
"Tadi katanya bukan Daddy tapi atasan aku sekarang bilang sama saja Daddy kamu itu saya," gerutu Lea lirih dan masih bisa di dengar oleh Setta.
dia membalikkan tubuhnya menghadap Lia lalu menyentil bening gadis itu. "Sudah jangan protes kerjakan saja!" perintah Setta.
"Ah, kenapa gak bilang dari tadi aku kan jadi turun ke bawah lagi," gerutu Lea kembali.
Lea kembali masuk dalam lift menuju pantry untuk membuatkan kopi sang Daddy, setelah selesai ia masuk ke dalam lift kembali ke atas setelah itu pintu buka Lea keluar dan berjalan menuju kantor dengan membawa secangkir kopi panas yang dipesan oleh atasannya.
yang mengetuk pintu untuk masuk maka dia melangkahkan kakinya ke dalam dan meletakkan kopi di atas meja kerja atasannya.
Lea berjalan menuju meja kerjanya dan mulai akan membuat file yang harus ditandatangani dan disepakati besok tiba-tiba terdengar suara dari Setta menggelegar.
"Lea, ini file apa? Kok isinya seperti ini, Apa kau tak bisa membuat apa bukankah kemarin kau sudah diajari Bagaimana cara membuat file Lalu kenapa ini salah semua kerjakan ulang," katanya pada Lea.
"Siapa atasanmu aku atau Zein" teriak Setta
Lea terjangkit karena terkaget dengan suara tinggi dari sana atasan Padahal selama ini beliaunya tidak pernah meninggikan suaranya pada orang lain dan baru ini dia mendengar lelaki itu meninggikan suaranya.
__ADS_1
"Baik Pak akan segera saya kerjakan!" jawab Lea.