Pesona Cinta Semu

Pesona Cinta Semu
Bab 56


__ADS_3

Kesepakatan telah di ambil Setta belum menghubungi pak Munif, dia menilai pak Munif, tipe orang yang bisa melakukan sabotase untuk kepentingan bisnisnya dan tak segan berlaku curang.


Mereka bertiga berangkat dalam satu mobil milik Zein. Pria itu mengendarai dengan kecepatan sedang.


Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di bank, Pak Nugroho mengambil nomer Antrian customer service.


Setelah lama menunggu, Pak Nug akhirnya di panggil dan mulai melakukan transaksi perbankan, selama dua jam menunggu akhirnya selesai juga dan Pak Irwan juga sudah pun sudah datang mereka keluar dari Bank menuju mobilnya.


Setelah itu, mereka masuk mobil dan berjalan dengan kecepatan sedang. Di dalam mobil Setta melakukan panggilan telepon pada pak Munif, untuk melakukan transaksi pelunasan hutang dan meminta di siapkan Sertifikatnya.


setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah perusahaan yang bergerak periklanan, Setta pun salut pada pria ini yang kecerdasan dan kelicikan yang seimbang. Bayangkan saja ketika seseorang mengalami kesulitan dia akan meminta kerja sama dengan pembelian saham yang dengan harga yang begitu murah.

__ADS_1


Mereka pun keluar dari mobil dan berjalan melewati lobby, seorang customer service mengantarkan kami ke ruangan pak Munip. Sesampainya di sana pak Munif menyambut dengan hangat kemudian terjadi pembicaraan serius hingga akhirnya pak Munif menyerahkan sertifikat itu.


Setta meminta pengacara untuk melihat ke aslian surat sertifikat tersebut, Pak Irwan meneliti dengan sangat teliti dan memastikan bahwa ini Asli


Setelah selesai mereka pun meninggalkan tempat itu, mobil berjalan dengan kecepatan sedang Zein mengantar Setta untuk pulang ke rumah dan Setta pun keluar dari mobil berjalan masuk kedalam rumah yang sekarang begitu sepi jantungnya berdenyut nyeri, 'Ayah, Ibu tolong maaf kan Setta.' jerit hatinya nyeri


Andai waktu bisa di ulang dia tidak ingin mengenal Sinta juga Arga dan tidak pernah jatuh cinta pada gadis itu.


Setta berjalan mengelilingi rumahnya mengenangnya dalam memorinya di setiap sudut rumah itu, rumah yang terkesan sederhana tetapi di bangun di atas tanah yang luas. Nilai jualnya sekitar empat M.


Setta berjalan masuk ke dalam kamarnya setelah berjalan mengitari seluruh rumahnya dia berharap suatu saat dia bisa menebus kembali rumah ini, di baringkan tubuhnya dan di pejamkan matanya berharap luka ini segera mengering dan kembali seperti Setta yang dulu.

__ADS_1


Remaja berusia 18 tahun itu harus berjuang sendirian untuk mempertahankan apa yang telah di perjuangkan sang Ayah. 'Kenapa Ayah harus pergi? Kenapa tidak percaya bahwa putra mu bisa dan mampu menghadapi ini. Ayah, Ibu, aku rindu kalian aku ingin melihat senyuman kalian aku bahkan tidak bisa mempersembahkan kisah yang indah di akhir usiamu,' pikiran Setta pergi melalang buana hinga akhirnya dia tertidur dalam keadaan mata yang yang masih basah.


Zein dan pak Nugroho sudah sampai di kantor mereka pun keluar dari mobil sebelum masuk ke ruangannya dia pun berbicara kepada Pak Nugroho. "Pak, terimakasih banyak, saya berharap Bapak bisa mendampingi kami terus dalam keadaan ini," ucap Zein.


"Pasti Nak Zein, saya berhutang budi pada almarhum ayah Nak Setta, tentu saya akan mendukung semua keputusan beliau, Bapak yakin dia sanggup mengatasi ini semua.


"Trimakasih pak telah mendukung sahabat saya itu, kasihan, dia itu sangat pintar harusnya sekarang dia sudah berada di California, karena wanita itu semuanya hilang," jawab Zein


"Ini sudah takdir Nak Zein, harus di hadapi oleh Nak Setta, tahun depan Nak Setta bisa mencoba lagi, saya yakin Nak Setta akan sukses walaupun tidak kuliah di luar negeri, tolong selalu di sampingnya Nak Zein," pinta pak Nugroho pada Zein.


"Tentu Pak, terimakasih," jawab Zein mereka pun berjalan menuju ruangannya masing-masing.

__ADS_1


Di sebuah ruangan di mana Ayah Setta duduk di kursi kebesarannya sambil memandang kami yang saling berdebat, memang usaha ayah Setta tak sebesar usaha ayah Sinta dan Arga itu sebabnya Setta di pandang rendah oleh mereka.


__ADS_2