
Setta bergegas turun dari motornya dan berjalan menuju lobby lalu masuk ke dalam lift.
Elevator pun berhenti dan pintu terbuka Setta berjalan menuju ruangan Zein, tanpa mengetuk pintu dia langsung masuk kedalam ruangan sahabatnya itu. "Hubungi semua divisi melalui interkom kita rapat darurat," kata Setta.
Maka saat itu semua staf penting berkumpul dalam ruangan Setta. Mereka membahas tentang masalah yang ada pada saat ini, Divisi produk mulai berbicara, "Pak, seluruh klien yang memutuskan kerjasama secara sepihak, sehingga akan mengalami kerugian yang sangat besar karena produk sudah siap kirim."
"Apa yang membuat mereka menolak produk kita?" tanya Setta.
"Ada sebuah Agen pemasaran yang mengaku bermitra dengan kita telah mengatakan produk yang kita kirim mengalami kecacatan produk," jawab perwakilan divisi lainnya.
"Bukankah kita belum mengirimkan produk kita ke mitra kita, coba cek! Agen pemasaran yang mana yang komplain tentang pengiriman barang kita lalu umumnya agen itu bukan mitra kita seandainya memang bukan, jika iya minta penjelasan kenapa mereka melakukan ini pada perusahaan kita padahal kita belum mengirimkan produk kita," jelas Setta.
"Baik, Pak!" jawab perwakilan divisi,
"Karena masalah ini saham kita turun," sela Zein. Setta mengangguk berfikir sejenak.
Kepala produksi untuk ini tolong sampaikan kepada karyawan produksi agar berkerja dengan baik untuk bulan depan mereka aman selanjutnya mereka akan menjadi karyawan pemasaran dalam satu bulan kedepan dengan bonus 20% dari penjualan, dan akan tetap terima gaji. Mereka harus sungguh-sungguh memasarkannya jika tidak mereka akan aku rumahkan dalam waktu tidak bisa di tentukan. Ingatkan pula harus hati-hati dalam pengerjaan," jelas Setta
"Baik, Pak," jawab kepala produksi.
"Saya butuh Wina, Ika dan Yulia kalian nanti sebagai modelnya untuk mempromosikan pada konsumen, untuk ini kalian baru dapat gaji sebagai model ketika pruduk sudah di trima oleh konsumen," kata Setta
__ADS_1
"Baik Pak, kami bersedia asal kita bisa tetap bekerja di sini," jawab mereka
"Semuanya tergantung pada kinerja kalian semua saya akan membuat suatu aplikasi pemasaran yang bentuknya game di mana anak muda akan menaikannya jika mereka mendapatkan level tertentu maka mereka akan mendapatkan diskon sejumlah produk yang mereka inginkan, itu gagasan saya, bagaimana?"
"Kami setuju," jawab mereka serentak kecuali pak Nug.
"Apa Bapak tidak setuju?" tanya Setta.
"Tidak, hanya saja untuk bulan depan gaji karyawan kurang, Nak," kata Pak Nug gugup.
"Tidak masalah pak nug nanti saya akan menambahi kekurangannya, Pak," jawab Setta
"Kalau begitu keuangan aman untuk bulan ke depan ya Nak?" tanya Pak Nug.
"Saya percaya Nak Setta mampu menghadapi semua, kami selalu mendukung mu, Nak," kata Pak Nugroho.
Setelah rapat kilat selesai Setta kembali pulang di rumah barunya, dia langsung menghabiskan waktu di ruangan kerjanya, dia membuat sebuah aplikasi di bidang pemasaran, trobosan demi trobosan di lakukan, setiap hari menghabiskan waktunya di ruang kerjanya.
Tiga hari kemudian penghuni baru rumah lamanya komplain karena ada penagih hutang yang mencari, padahal dia tidak pernah berhutang sama sekali.
Setta harus kembali membayar kerugian akibat kerusakan rumahnya pada orang tersebut.
__ADS_1
Satu bulan berikutnya dia benar- benar dalam kondisi yang memperhatinkan, walaupun masalah yang kemarin sudah bisa di atasi sebagian, tetapi dampaknya tidak bisa dielakkan lagi, stok produk masih banyak dan tak mungkin menggaji mereka pada akhirnya Setta merumahkan, seluruh karyawan produksi untuk sementara jika mereka mau memasarkan produknya akan mendapatkan bonus 20% penjualan.
Situasi ini benar- benar membuatnya mengeluarkan dana hingga ia benar-benar tidak mempunyai uang, sepeserpun saat ini dia pun harus menjual jam tangan hadia sang ayah untuk bertahan hidup, dia tidak ingin mengambil uang untuk ke kebutuhannya sendiri.
Satu tahun kemudian perusahaan kembali normal walau tak sepenuhnya bangkit.
flashback Of
Lea mengusap air matanya dan melanjutkan membaca surat sang mama.
( Itulah yang terjadi, sayan. Aku dan ayahmu bertanggung jawab penuh akan penderitaan dan kesusahan yang di alami, itu sebabnya kau harus bertahan sekalipun dia sangat membencimu karena ku, wajah mu sangat mirip dengan ku, akan sangat sulit bagimu untuk menghilangkan rasa bencinya padamu dan lawanlah degan cintamu yang bersabarlah, dan maafkan mama dan papa ya, kami selalu mencintaimu)
Lea menghela nafas, "Ternyata ini yang membuat Deddy selalu menatapku penuh kebencian saat bercinta. Aku tidak akan meninggalkan mu Daddy andai kau menggandeng wanita lain atau bercumbu dengannya sebab ini ku anggap sebagai penebus kesalahan papa dan mama."
Dalam kesendirian di kamarnya terdengar ketukan pintu dan suara memanggilnya.
Dengan perlahan dia berjalan menuju pintu dan membukanya, terlihat bunda Dea berdiri di depan pintu kamarnya.
"Ayo makan siang bersama, di tunggu Om dan Sean di meja makan, tadi dia senang loh, dengar kamu ada di sini," ajak Dea pada Lea.
"Nanti saja deh, Bun, Lea masih kenyang," jawab Lea yang benar-benar dia ingin sendiri dan tidak mau di ganggu.
__ADS_1
"Baik lah, Istirahat lah," perintah Dea pada Lea.