Pesona Cinta Semu

Pesona Cinta Semu
Bab 46


__ADS_3

Setelah melakukan kegiatan yang menguras tenaganya pria itu tertidur di samping Lea, wanita itu melirik ke arah pria yang di kagumi itu dalam hati kecilnya dia tak percaya sang Daddy bisa melakukan itu padanya, dia yakin ada sesuatu antara antara Daddy dan orang tua kandungnya.


Lea melihat punggung tangan sang daddy buku-buku tangannya terluka, Lea bangun dari ranjang berjalan tertatih menuju lemari pakaian ia mengambil sebuah daster untuk di pakainya di sangat malu jika harus berjalan tanpa busana.


Setelah itu dia mengambil kotak obat dan berjalan menuju ranjang kembali dan duduk di pinggir tempat tidurnya meraih tangan Setta dan mengobatinya.


Karena terasa ada nyeri sedikit membuat lelaki itu terbangun menatapnya sendu tanpa bicara.


"Kenapa Daddy melukai diri sendiri, aku adalah istrimu, Dad, tolong berbagilah dengan ku, di sini pasti sangat sakit dan Daddy memendamnya terlalu lama," kata Lea sambil tangannya menunjuk dada Setta. Pria itu menangkap tangan Lea lalu di genggamnya serta membawa ke bibirnya.


"Sudah mandi?" tanyanya pada Lea.


"Belum Dad," jawab Lea sambil tersenyum.


"Lalu kenapa pakai baju?" tanya Setta.


"Malu, dad, jalan gak pakai baju," jawab Lea.


"Padahal Daddy suka kamu gak pakai baju," kata Setta sambil mengerlingkan matanya.


"Sudah, Daddy jangan macam-macam, deh, tangannya kan masih sakit," kata Lea.


"Kamu menolak?" tanya Setta.


"Enggak, Dad, tetapi ini sudah jam setengah dua, kita belum sholat dhuhur," jawab Lea


"Apa?" tanya Setta langsung bangun dan terduduk lalu turun dari ranjang kemudian menarik tangan Lea agar berdiri, setelah itu Setta menarik daster Lea ke atas lalu meloloskannya lewat kepala Lea dan membuangnya kelantai.


Belum sempat Lea protes tubuhnya melayang, Setta menggendongnya alah bridal kedalam kamar mandi, Setta mengisi bathub dengan air hangat, sabun cair dan aroma terapi. "Masuk lah Lea, Daddy, akan mandi di sana, jangan terlalu lama!" perintah Setta.


Lea hanya mengangguk sedangkan Setta sudah mulai mengguyur tubuh dengan shower, lima belas menit kemudian setta sudah selesai dia membalut tubuh bagian bawah dengan handuk kemudian menoleh ke arah Lea.

__ADS_1


"Le, jangan terlalu lama, Daddy tunggu," perintahnya lalu keluar dari kamar mandi.


Lea keluar dari bathub, dan membilas tubuhnya dengan shower lalu melilitkan handuk ke tubuhnya kemudian keluar dari kamar mandi.


Lea melihat sang Daddy telah menyiapkan mukena dan sajadahnya.


Mereka pun sholat berjamaah setelah selesai Lea mencium punggung tangan Setta dan pria itu mencium kening istrinya, Mereka menunggu waktu ashar, kemudian mereka mengerjakan sholat ashar berjamaah. Ketika sudah selesai Setta membuka mukena Lea.


Setta membawa Lea kedalam pangkuannya, pria itu menyingkap pakaian Lea tangannya menyusup kebahagiaan bawah ke area sensitif istrinya. "Apa ini masih sakit?" tanyanya.


"Lea mengangguk, Setta menatap wajah istrinya yang bersemu merah. "Apa lebih sakit dari kemarin?" tanyanya.


"Tidak seperti kemarin tapi sakit, Dad. Ahh ... jangan sentuh Dad, sakit!"


"Kamu menolak Daddy sentuh?" tanya Setta.


"Enggak Dad, tetapi ...." Lea Terdiam saat tangan itu mulai membelai lembut lenguhan di bibirnya terdengar oleh Setta. Pria itu tersenyum menyeringai.


"Daddy ingin lagi Lea," bisiknya ke telinga gadis itu.


"Tidak apa-apa Lea, Daddy benar-benar ingin melakukannya lagi, Hemm, mau ya?" tanya Setta lembut.


Setta melepas sarungnya dan membalikan tubuh wanitanya menghadap dirinya, terlihat senjatanya sudah tegak berdiri, diangkatnya tubuh Lea dan di masukan dengan perlahan.


Lea begitu merasakan sensasi luar biasa. Lea melenguh, bergeraklah, sayang. Bergerak sesuai yang kau mau.


"Ahh ... Ohhh, Dad!" suara wanita memangilnya manja.


"Apa enak," tanya Setta sambil mencumbu gundukan indah milik Lea.


"Saat ini giliran mu, bawa Daddy ke puncak jika kau tidak mampu akan Daddy hukum sekarang juga dan nanti malam.

__ADS_1


Lea menelan salivanya saat mendengar kata-kata sang Daddy, dia pun mulai bergerak liar mengalahkan sang daddy. Namun yang terjadi justru dirinya mencapai puncak sebanyak tiga kali.


Setta menaik turunkan tubuh Lea dengan cepat, Lea menjerit lirih lalu di ikuti dengan suara desau yang indah, akhirnya Setta mencapai puncaknya, tubuhnya menegang sambil memeluk Lea semburan lahar hangat memenuhi rahimnya kembali.


Setelah itu dilepaskan tautannya dengan perlahan, di kecupnya kening Lea.


Lea sangat lemas. Dia hanya pasrah saat suaminya menggendong masuk kedalam kamar mandi lalu dia memasukan tubuh istrinya kedalam Bathub setelah dia menyiapkan air hangat untuk istrinya.


"Dad!" panggil Lea meraih lengan pria itu.


"Apa nanti malam Daddy akan menghukum ku?" tanya Lea.


"Jelas Lea, sudah ketentuan tadi kan kau tidak mampu melakukannya.


Lea sedikit cemberut karena mendengar penjelasan lelaki itu, Setta kembali membersihkan tubuhnya di shower kembali, setelah selesai dia menatap Lea. Jangan tidur, ketika itu mu sudah nyaman maka sudahi mandi mu jangan terlalu lama nanti kamu sakit dan Daddy tidak bisa menyentuhmu," katanya sambil melangkah keluar dari kamar mandi.


Lea kesal memukul air. "jangan lama-lama nanti sakit Daddy tidak bisa menyentuhmu, kenapa hanya itu saja yang di pikirkan kenapa tidak memikirkan ku," dengus Lea.


Wanita itu memejamkan matanya menikmati air hangat aroma terapi badannya terasa relax, ramuan itu mengurangi rasa sakit di area sensitif Lea.


Selama satu jam dia berendam di air hangat, lalu dia pun keluar dengan handuk yang membalut tubuhnya.


Sesampainya di kamar Lea tidak melihat sang Daddy, ia menghembuskan nafasnya, ia tidak tahu kalau Setta berada di balkon dan akan kembali ke kamar.


Lea dengan santainya melepaskan handuk dan berganti pakaian tanpa dia sadari Setta berdiri di belakang Lea.


Setelah dia selesai berpakaian, dia membalikkan tubuhnya hendak kemeja rias untuk untuk mengambil hair dryer rambut yang panjang sebahu yang masih basah itu terlihat indah, rambut Lea tidak mirip dengan ibu, sebab rambut sinta lurus sedangkan Lea sedikit bergelombang itu membuatnya nampak berbeda dengan ibu. Namun wajah sangatlah mirip, membuat Setta selalu teringat cinta pertamanya itu dan emosinya akan meledak dengan begitu saja, memang pria itu tidak memukul akan tetapi gaya bercintanya lah yang selalu membuat Lea kesakitan saat pria yang di cintainya itu marah.


"Daddy ada di sini?" tanya Lea pada lelaki itu.


"Hem ... kenapa? Kau tak suka Daddy ada di sini?" tanyanya dengan aura menyeramkan.

__ADS_1


"Suka, Lea tadi cari Daddy tapi gak ada, tahu-tahu sudah di sini lagi jadi Lea kaget saja," jawab Lea.


"Daddy di balkon, mana? Biar daddy bantu mengeringkan rambutmu," pintanya sambil mengambil hair dryer dari tangan Lea.


__ADS_2