Pesona Cinta Semu

Pesona Cinta Semu
Bab 45


__ADS_3

Mata kuliah telah selesai Lea membereskan buku dan memasukkan dalam tasnya, dan bergegas keluar kelas, "Hai ... tunggu sebentar, rumah di mana? Akan ku antar! Aku membawa mobil," teriak Aldo sambil berjalan dengan cepat.


"Tidak usah sopirku sudah menungguku," jawab Lea dengan Cueknya.


"Kau bisa menyuruh sopir mu untuk pulang, agar aku bisa mengantar mu pulang," jawab Aldo.


"Sudah ku katakan tidak perlu! Jangan memaksa! Aku tidak suka," kata Lea pada pria itu.


Lea mempercepat jalannya untuk menghindari Aldo pria yang baru di kenalnya tadi pagi.


Aldo tidak mau menyerah dia mengejar gadis itu, Lea berlari dan melihat mobil hitam yang begitu dia kenal. Akan tetapi langkahnya tertahan karena Aldo menarik lengannya.


"Ayolah aku tidak akan menyakitimu! Aku hanya ingin mengantar mu dan memastikan kamu baik-baik saja," paksa Aldo


"Sudah ku bilang, aku di jemput jadi kamu tidak usah repot-repot mengantar ku," kata Lea pada Pria itu.


Tiba-tiba terdengar suara bariton mengejutkan mereka. "Ada apa, Sayang?" tanya Setta.


"Dad!" panggil Lea terkejut dan rasa takut.


Lea langsung berlari menghampiri Setta dan Aldo tersenyum menatap pria itu.


"Saya hanya menawarkan diri untuk mengantar putri Bapak pulang pak," jawabnya.


"Kamu tidak perlu repot-repot mengantar istri saya, karena dia sudah ada yang mengantar-jemput, dan tolong jangan dekati istri saya, lebih baik kamu cari wanita lain," saran Setta dengan ketus.


Aldo terkejut dengan apa yang di katakan Setta, dia tidak mengira bakal patah hati secepat ini.


"Lea ayo pulang," ajak Setta sambil menggandeng tangan Lea. Setta membuka pintu mobil dan menyuruh gadis itu masuk kedalam lalu menutupnya.

__ADS_1


Pria itu berjalan memutar dan membuka pintu kemudi lalu duduk dan menutup kembali, dia menoleh kearah Lea. "Pakai sabuk pengaman mu," perintah dengan expresi yang datar.


"Sudah Dadd," jawabnya .


Setelah itu mobil itu pun melaju dengan sangat kencangnya, Lea menatap Setta penuh dengan ketakutan. "Dadd, jangan terlalu kencang, Lea sangat takut," kelu gadis itu tetapi Setta tidak memperdulikan mobil itu semakin cepat hingga tak butuh waktu lama untuk sampai ke Vila.


"Turun!" perintahnya datar.


Lea dengan cepat membuka pintu dan keluar dari mobil tersebut. Setta menghampiri gadis itu lalu langsung menggendongnya ala bridal serta membawanya ke kamar.


Pria itu dalam situasi hati yang tidak begitu bagus dia menutup pintu kamar dengan kakinya dan membanting tubuh Lea ke ranjang dengan sangat kasar lalu kembali berjalan ke arah pintu serta menguncinya lalu dia melepaskan seluruh pakaiannya di hadapan Lea,


Gadis itu berusaha bangkit dari ranjang, tetapi Setta dengan tenaga.yang lebih kuat membaringkannya kembali, dengan tidak sabar dia merobek pakaian Lea dan melucuti dengan sangat cepat.


"Aku menyuruh mu kuliah bukan menyuruh mu untuk menggoda pria," hardik Setta.


aku tidak menggodanya Dad, sungguh," jawabnya dengan tatapan mengiba.


Setta memasuki lobang milik Lea dengan pasak dan tanpa pemanasan, menghentak kasar, gadis itu menjerit rasa sakit kembali mendera area sensitifnya dan lelaki bergerak dengan liar diatas tubuhnya, air mata jatuh menetes di pelupuk matanya.


"Kau sama dengan wanita itu apa tidak cukup hanya denganku?" tanya Setta di selah-selah kegiatannya.


"Dad, ampun! Aku tidak mendekatinya, dia yang mengejar ku," jawab Lea.


"Jangan bicara lagi! Cukup Sinta jangan kau permainkan hati ku!" katanya lantang


Lea terkejut mendengar nama itu terucap di bibir pria itu. 'Mama!' sebut Lea dalam hati


Setta semakin beringas mencium bibir wanita itu dengan sangat kasar. Seluruh tubuhnya tidak lepas dari serangan pria itu, dan beberapa saat kemudian dia mengerang cairan hangat menyiram rahim Lea, lalu lelaki itu menggulirkan tubuhnya di sebelah Lea yang terbaring membeku, beruntung bagi Lea karena Setta tak melanjutkan yang kedua. Pria itu mengatur nafasnya lalu melirik pada istrinya.

__ADS_1


"Hindari pria itu sebisa mungkin! jika kau tidak ingin berakhir seperti ini!" ucap pria itu bangkit dari ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi.


Tak lama kemudian terdengar di telinga Lea suara benda pecah terhantam, Lea terjengkit rasa takut berubah menjadi kekawatiran yang amat sangat.


Lea bangun dengan susah payah, di tapakan kaki nya perlahan lalu berjalan menuju kamar mandi dengan langkah kaki yang terseok-seok dan sedikit gemetar.


Lea masuk ke dalam kamar mandi, dia melihat lelaki kekar itu menguyur tubuhnya dengan shower dari kepala hingga kaki dan air berubah menjadi merah saat jatuh di lantai.


Lea memindahi tubuh sang daddy yang polos, pria itu memejamkan matanya hingga tidak pernah tahu akan kehadiran Lea.


Saat mata Lea bertumpu pada benda yang menghujam area sensitifnya dia bergidik geri dan tersipu, tidak di pungkirinya benda itu memberikan kenikmatan dan sekaligus kesakitan yang luar biasa.


Matanya terus bergerak mencari luka yang ada di tubuh pria itu. Tatapannya jatuh pada punggung tangan sang Daddy ada luka robek yang cukup panjang.


"Daddy!" bisiknya lirih


Lea berjalan tertatih menghampiri pria itu, kini dia justru merasa iba pada lelaki di depannya itu. Apa yang terjadi sebenarnya antara Daddy angkatnya dengan mamanya dan juga ayah kandungnya, kenapa sang Daddy begitu membenci mamanya, setiapkali berhubungan dia melihat lautan kemarahan yang ada di matanya.


Dengan erat dipeluknya tubuh kekar itu sambil berbisik, "Apa yang terjadi dengan Daddy dan mama? Jika Lea tempat untuk meluapkan amara Daddy dan penyembuh hati Daddy, Lea siap menerima luka yang akan Daddy berikan di pernikahan ini."


"Setta, membuka matanya. "Lea pergilah! Aku dalam keadaan tidak baik-baik saja," kata Setta dengan mencoba menekan amarahnya."


"Daddy terluka, biar ku obati, saat ini biar hati Daddy dulu, luka luar tak akan sesakit yang ada di dalam.


Lea mulai memanjakan tubuh kekar itu mencumbu dan menyentuh, Setta semakin terpancing apa yang di lakukan Lea.


"Lea hentikan! Aku tidak ingin menyakiti mu," katanya dengan suara parau menahan hasrat.


"Jika itu membuat hati Daddy lebih baik, maka lakukanlah!"

__ADS_1


"Lea jangan memaksa aku melakukan sesuatu yang akan kamu sesali nanti." katanya sambil melenguh nikmat pasalnya Lea mencumbunya di bagian tubuh bawahnya.


Sudah tak sanggup menahan hasrat yang di timbulkan oleh serangan Lea pria itu kembali meraih tubuh Lea menggendongnya dan membawanya ke tempat tidur, kembali menghujamkan kepemilikannya pada lobang lembah kenikmatan milik Lea mengobrak-abrik mencari kenikmatan dalam tubuh Lea. Tak ada teriak yang keluar dari mulut wanita itu hanya air mata yang terus mengalir dari sudut matanya


__ADS_2