Pesona Cinta Semu

Pesona Cinta Semu
Bab 60


__ADS_3

Setta dan Zein sudah tiba di bandung untuk melihat cabang perusahaan di sana, mereka menemui beberapa klien di sana, hingga mereka baru selesai jam delapan malam


"Kita makan dulu, Zein," ucap Setta.


"Hemm, dimana?" tanya Zein.


"Restoran jepang aku ada janji dengan seseorang," katanya sambil mengulum senyum.


"Ada apa denganmu? Jangan kau katakan kau mempermainkan Lea, dia tidak salah apa-apa, Ta," kata Zein.


"Aku tahu tetapi aku enggak enak kalau tidak menemui dia. Sudah jauh-jauh dari malang ke sini lagian kan ada kau, Zein," jawab Setta.


"Aku yakin saat ini kamu sudah menyakiti hati Lea, seandainya ya, jangan kau tambahi dengan ketidaksetiaan mu, Ta, itu artinya kau sama dengan Arga dan Sinta," kata Zein.


"Siapa yang tidak setia, Jika Lea mengandung aku pun akan senang, ini hanya menemuinya untuk mengungkapkan terimakasih, berkatnya cabang malang omsetnya tinggi," kata Setta mengelak.


"Aku punya firasat buruk, Ta, dia itu punya obsesi yang tinggi, aku yakin dia akan melakukan sesuatu untuk bisa mendapatkan mu, bisa jadi makananmu diberi obat perangsang lalu kalian melakukan itu, kalau sudah melibatkan obat kau tidak akan bisa berkutik.


"Baiklah akan ku dengarkan," katanya.


Setelah tiga puluh menit kemudian mereka sampai, Zein memakirkan mobilnya di depan restoran jepang, mereka pun keluar dari mobil dan masuk.


Setelah masuk di dalam mereka pun mencari tempat duduk yang sudah pesan oleh klien.


Seorang wanita cantik melambaikan tangannya, Ya, wanita itu adalah Kesha teman mereka saat masih SMU.


Setta mengajak Zein untuk kesana. "Ayo kita kesana!"


Walau pun engan dia pun kesana juga, hidangan sudah tersaji di sana.


"Aku telah memesan makanan yang kau suka, Ta," jelasnya


"Siapa yang menyuruhmu memesan makanan sebelum kami datang dan apa tujuan datang ke sini, jangan bilang karena urusan pekerjaan, sebab jika urusan pekerjaan harusnya kita yang ke Malang bukan kamu yang ke sini," jawab Zein.


"Sudahlah Zein, tidak apa-apa, aku memang menyuruh ke sini," kata Setta.


"Apa? Kau menyuruhnya kesini? yang benar saja," tanya Zein dengan menatapnya tajam.


"Tak seperti yang kau kira," kata Setta sedikit gelagapan.


"Aku minta maaf, Zein, seharusnya aku tidak datang," jawab Kesha.


"Selera makanku hilang," kata Zein sambil memanggil pelayan dan memesan dua cangkir kopi.

__ADS_1


Saat setta hendak meminum kopi yang sudah setengah dingin yang telah di pesan Kesha sebelumnya, Zein melarangnya.


"Pelayan, kau bawa kembali kopi-kopi ini tukar yang baru!" perintahnya tegas dan pelayan itu mengambil kopi yang sudah dingin itu, membawanya kedalam.


Setta menghela nafas. "Maafkan dia, Sha, hari ini memang dia sedikit sensitif karena banyak masalah yang kami temui tadi," kata Setta.


"Setidaknya pesanlah makanan setelah kami datang bukan menyediakannya sebelumnya dan aku tahu obsesi mu itu," kata Zein sambil menatap tajam, Kesha hanya mendengus kesal apa yang di rencanakannya pun buyar.


Zein berdiri dan berjalan agak menjauh untuk menelpon seseorang. Setelah selesai, dia kembali di tempat duduknya.


"Lea dalam perjalanan kemari ku suruh dia ke sini," katanya ringan.


Setta menoleh menatapnya tajam. Dia mendengus. "Kenapa kau menyuruhnya kemari?"


"Untuk mencegah sesuatu yang mungkin sudah di rencanakan seseorang, andai benar kau akan melakukannya dengan wanita yang benar yaitu istrimu," kata Zein menatap tajam Kesha yang memalingkan wajahnya ke arah lain.


Pelayan datang membawa kopi yang baru dan masih panas.


"Tukar makanan kami dengan yang baru ini sudah dingin, akan terasa kurang nikmat jika sudah dingin, jangan kawatir kami tetap membayarnya," kata Zein.


Pelayan itu pun mengambil makanan mereka berdua yang belum di sentuh mereka dan membawanya masuk.


"Kau berlebihan Zein," tegur Setta tidak nyaman dengan apa yang dilakukan sahabatnya.


Zein hanya diam saja, dia tahu bahwa Kesha sudah lama mengincar Setta, dan dia pun tahu saat ini wanita ini punya masalah dengan suaminya dan juga keuangan, hampir seluruh gajinya habis untuk membayar hutang judi suaminya itu.


Tiga puluh menit kemudian mereka telah selesai. "Kami sudah selesai kami segera kembali ke hotel karena Istrinya Setta sudah menunggu di sana," kata Zein menutup kesempatan wanita itu melakukan sesuatu pada Setta.


"Silahkan, Pak saya masih mau di sini," kata Kesha.


"Jangan terlalu malam kembali ke hotel, seba kamu perempuan," pesan Setta pada karyawannya itu lalu dia menyusul Zein yang lebih dulu berjalan ke kasir dan membayar semua pesanan mereka lalu berjalan keluar restoran.


Ketika mereka sudah keluar restoran terdengar suara panggilan dari handphone-nya.


Zein merogoh saku celananya dan mengambil handphone-nya.


"Ya, hello ada apa pak Rahmat?" tanya Zein.


"Kami ada di rumah sakit, Maaf, Tuan, kami tadi ada yang membuntuti tuan karena gugupnya saya jalan kecepatan tinggi mobil nabrak di bagian samping pas di bagian nona duduk, Nona sedang berada di ruang ICU Tuan," kata Pak Rahmat.


"Baik, Pak kami akan kesana," kata Zein berusaha.


"Kita kerumah sakit," katanya pada Setta.

__ADS_1


"Siapa yang sakit?" tanya Setta.


"Lea dan Rahmat kecelakaan mobilnya di tabrak dari samping," kata Zein


Mendengar itu hati Setta terasa nyeri."Jangan bergurau Zein! Ini tidak lucu," jawab Setta resah.


Dia bergegas mengikuti Zein masuk ke dalam mobil dan mobil itu berjalan dengan kecepatan tinggi meninggalkan restoran menuju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit Setta langsung berlari ke ruang ICU. Namun ternyata Lea sudah di pindahkan ke ruang rawat inap umum, Setta meminta dokter untuk memindahkan di ruang VIP begitu pula dengan sopirnya itu.


dalam lima belas menit mereka sudah berpindah di ruang VIP.


Setta duduk di depan ranjang sambil menggenggam jemari istrinya


"Sayang, bukalah mata mu, tolong jangan pergi, Daddy janji gak akan sakiti kamu lagi, kita mulai lagi dari awal," ucapnya sambil mencium jemari tangan istrinya karena lelah akhirnya lelaki itu tertidur dengan menelungkupkan kepalanya di bibir rajang dekat sang istri.


.


.


.


Saat subuh berkumandang Lea terbangun dan melihat suaminya tidur didekatnya sambil menggenggam jemari tangannya.


"Dad, Sholat dulu sudah subuh." Lea membangunkan suaminya.


Setta mendengar suara merdu itu mendongak. "Oh, kau sudah sadar, sayang. Trimakasih Ya Allah, maaf kan Daddy selalu membuatmu ketakutan dan sedih, Daddy janji akan berubah, dan melupakan sakit hati Daddy pada mama mu."


"Daddy gak salah, wajar jika sampai saat ini Daddy masih sakit hati, karena mama dan papa melukai mu cukup dalam, aku yang minta maaf atas nama mama dan papa semoga Daddy bisa memaafkan mereka berdua," jelas Lea.


"Ya, Daddy sudah maafkan mereka bagaimana apa kepalamu masih sakit, kamu sempat gagal nafas membuat Daddy ketakutan untung itu tidak terlalu lama," katanya lalu menciumi wajah sang istri.


Setelah puas dia menatap kembali manik mata yang indah itu. "Kamu masih punya kakek dari mamamu jika kau sudah sembuh aku akan mengajakmu ke sana," jelasnya pada Lea.


"Benarkah? Apa Daddy merawat nya?" tanya Lea pada sang Daddy.


"Hem," jawabnya sambil mengangguk.


"Kata hatiku tidak salah, Daddy orang baik, Terimakasih telah merawat kakekku," ucapnya pada Setta.


Dua mata saling bertemu dan saling mengunci satu sama yang lainnya tak ada kata yang terucap hanya tatapan saling mengagumi, cinta akan menyembuhkan luka terparah di hati, begitu pula yang di alami Setta lelaki itu perlahan mulai menerima masa lalu sebagai awal pertemuannya dengan seseorang di masa depan yaitu Relea Melati, dan akan berusaha memberikan hari-hari yang indah untuk gadis itu.


Memaafkan dan berdamai dengan masa lalu lebih baik dari pada menyimpan bara di hati.

__ADS_1


Tamat


Trimakasih yang telah mampir dan membaca karya Author, jangan lupa mampir juga ke karya Author yang lain. Salam hangat dari Author 🙏


__ADS_2