Pesona Cinta Semu

Pesona Cinta Semu
Bab 20


__ADS_3

Setta terdiam matanya terpejam terngiang kembali apa yang pernah dia ucapkan dulu pada Sinta ibu dari gadis yang ada didekatnya ini.


'Mintalah apapun padaku, akan kuberikan padamu, andai kau meminta nyawaku, aku akan berikan asal jangan tinggalkan aku karena aku tak akan bisa hidup tanpamu, Sinta.'


Setta menghembuskan nafasnya. "Kau masih labil Lea saat kau menemukan pria yang lebih segalanya dari Daddy, kau lah yang mungkin akan meninggalkan Daddy," kata Setta sambil menjalankan kembali mobilnya.


"Daddy menolak Lea?" tanya Lea pada Setta.


"Bukan menolak, tapi hanya takut terluka, takut kau tinggalkan itu saja," kata Setta pada gadis itu.


"Lea gak akan tinggalkan Daddy," kata Lea pada pria itu sambil menyentuh jemari tangannya yang kokoh.


Pria itu tersenyum Lea adalah gambaran dirinya yang masih mudah dulu sementara dirinya sekarang adalah seperti sosok Sinta atau Arga yang penuh tipu muslihat yang siap mematahkan hati gadis ini gadis yang mencintainya tanpa syarat.


Setta mengemudikan mobilnya dengan satu tangannya membiarkan satu tangannya lagi digenggam oleh Lea dan beberapa kali sudah punggung tangannya menempel pada bibir indah Relea.


Setta membiarkan hatinya di miliki Relea gadis remaja yang masih berusia delapan belas tahun itu.


Tak lama kemudian Setta berhenti di sebuah restoran mewah, di sana dia telah memesan ruang privat.


"Kita sudah sampai, ayo turun," ajak Setta pada gadis itu,"


Lea pun turun dari mobil dan berjalan di sampingnya sang Daddy yang memberikan lengan pada gadis itu untuk dipegangnya, pria itu semakin gagah dalam pandangan Lea.


Beberapa kali dia menoleh kesamping dan tersenyum, dalam hatinya berkata, 'Tak akan kulepaskan tangan ini andai api membakar cintanya, badai menghempas keyakinannya, dan ombak membawanya cintanya terapung tanpa tahu berhenti kemana.


Mereka berdua berjalan masuk kedalam restoran yang mewah itu lalu memasuki ruangan privat yang penuh dengan dekorasi yang indah Rangkaian bunga mawar merah menghiasi sudut-sudut ruangan, menyejukkan hati, Lea tertegun memandang kembali wajah lelaki dewasa ini, seolah ingin bertanya apakah ini ruangan yang benar dimana dia dan sang Daddy. bertemu seseorang kliennya, kekawatiran semakin menyerangnya.


Dia berhenti, sang Daddy menoleh ke arahnya. "Kenapa berhenti?" tanyanya dengan lembut.


"Apa betul ini ruangannya Daddy? Apa kita tidak salah masuk?" tanya Lea dengan tatapan mata penuh tanya.

__ADS_1


"Ini ruangan yang betul Lea kita tidak salah masuk, jangan tanya apa pun, Ok! Nikmati saja malam ini di sini," kata Setta.


Mereka berdua berjalan menuju meja yang tertata indah cahaya remang -remang penuh romantisme menghanyutkan perasaannya ia tak ingin terdampar dalam situasi yang salah.


Setta menarik kursi dan membantu Lea duduk di kursi itu, lalu di berjalan memutari meja dan menarik kursi lainnya kemudian duduk di depan Lea, di tatapnya gadis itu ada kecemasan di matanya Setta tidak tahu apa itu. Hari ini memang Setta merencanakan ini tanpa sepengetahuan Lea dan kedua sahabatnya itu, tak ada yang harus di tunda lagi misinya harus segera di laksanakan, cinta Lea sudah melekat tinggal bagaimana dia memainkan perasaan hati Lea.


"Daddy tanya sekali lagi apa kau mencintaiku?" tanya Setta pada Relea.


"Ya aku sangat mencintai Daddy," kata Lea dengan mantap.


"Jika Daddy melukaimu apa kau tetap mencintai Daddy?" tanyanya lagi.


"Iya," katanya lagi.


"Kalau Daddy membuatmu menangis setiap saat apa kau tetap mencintaiku?"


"Iya aku tetap mencintaimu Dad, dan aku yakin Daddy tak akan sanggup membuat ku menangis," katanya sambil menunduk.


"Jika Daddy berhenti mencintaimu bagaimana apa kau tetap mencintai Daddy?"


"Jika Daddy dicuri oleh wanita lain bagaimana?" tanya Setta lagi sambil tersenyum


"Daddy! Kenapa pertanyaannya begitu? Lea gak mau jawab karena Lea gak ingin Daddy dengan wanita lain, Daddy hanya milik Lea seorang.


"Lea harus jawab karena hidup berumah tangga itu tidak seperti orang yang yang sedang berpacaran, di sana banyak liku-likunya, ada banyak duri ada banyak kepaitan yang harus kamu lalui.


"Aku akan rebut Daddy kembali bagaimana pun caranya, Daddy hanya milikku seorang tidak ada yang boleh mencintai Daddy," kata Relea dengan berapi-api.


Setta terkekeh. "Sebegitu besarnya cintamu pada Daddy mu ini?"


Lea mengangguk kuat. Setta menatap gadis itu dengan tatapan tak terbaca.

__ADS_1


Setta meraih tangan gadis itu. "Daddy bahagia mendapatkan cinta sebesar itu, berjanjilah apapun yang terjadi nanti tetaplah bersama Daddy," ungkap Setta pada Relea


"Lea Janji akan terus mencintai Daddy untuk selamanya," jawab Lea tanpa ragu sedikitpun itu.


Melihat keyakinan Lea ingin sekali Setta mengurungkan niatnya. Namun, terbayang peristiwa itu, peristiwa yang membuatnya kehilangan kedua ruang tuanya dalam waktu bersamaan, membuat hatinya remuk redam, sehari setelah pemakaman kedua orang tuanya dia harus meninggalkan rumah peninggalan kakeknya karena rumah itu di sita bank.


satu-satunya harta hanya tinggal motor butut sang ayah, yang menjadi kenang-kenangan saat susah dulu.


Setta membuang kenangan buruk itu, kembali dia kokohkan semangatnya untuk melukai satu-satunya keturunan Indra Raharja itu.


Setta mengambil sebuah kotak cincin di saku celananya lalu membuka kotak cincin itu.


"Lea maukah kau menjadi istriku dan ibu dari anak-anakku serta mengarungi badai bersamaku, aku tak bisa janji sesuatu yang indah karena hidup tidak selamanya indah," ucap setta setelah begitu banyak memberikan pertanyaan padanya.


Saat itu Relea terkejut, merasa bahagia dengan lamaran sang Daddy hingga tak bisa memaknai ucap Setta di akhir kalimatnya, dengan hati sangat bahagia diapun menerima lamaran sang Daddy.


"Iya, Dad, Lea mau," katanya sambil tersipu. Setta menyematkan cincin permata hitam di jari manis Lea. Entah apa maksud Setta memilih cincin permata warna hitam untuk Lea.


Untuk saat ini aku hanya bisa mengikatmu dengan ini karena Daddy harus mencari keluarga mu satu-satunya yaitu adik ayah mu, baru aku bisa menikahimu," kata Setta pada Lea.


"Apa? Lea masih punya Om Daddy?" tanyanya dengan sinar mata yang berbinar cerah.


"Hem," jawab Setta


"Lea sangat bahagia malam ini Dad karena mendapat kabar yang begitu bahagia selain lamaran Daddy ternyata Lea masih punya Om. Namun kenapa Om Lea tidak mengambil Lea saat itu, apa beliau tidak tahu kalau orang tuaku meninggal dalam kecelakaan saat itu?" tanya Lea pada Setta.


"Jangan di pikirkan makanlah yang banyak, agar calon istriku tidak kurus kering," kata setta memberikan satu piring steak yang telah di potong-potong olehnya.


"Aku tidak kurus Dadd," protes Lea


"Ya, kau tidak kurus apalagi di bagian dadamu itu," katanya sambil tertawa.

__ADS_1


"Dadd!" teriaknya manja sambil melebarkan matanya mendengar ucapan frontal dari sang Daddy.


Mereka makan dengan sangat tenang sesekali Lea melirik pria yang berstatus calon suaminya itu, kadang Lea tidak tahu kenapa dia mencintai pria yang berstatus ayah angkatnya itu padahal sikapnya selalu berubah-ubah, kadang hangat, kadang dingin, kadang romantis, memberikan kejutan dengan tiba-tiba seolah membuat kesedihan dan kecemasan hilang berubah dengan kebahagiaan yang tiada tara.


__ADS_2