Pesona Cinta Semu

Pesona Cinta Semu
Bab 8


__ADS_3

Setta menatap gadis itu, dia tidak tahu apa itu rasa cinta ataukah rasa luka di hati, yang dia tahu ketika berhadapan dengan gadis ini hasratnya semakin menggebu, ingin memiliki sekaligus melukainya, tak ada yang bisa membalut luka hati selain melampiaskan rasa sakit yang luar biasa yang belum hilang hingga kini.


Beberapa waktu mereka terdiam dalam pikirannya sendiri-sendiri. Malam terus merayap dua cangkir kopi dan coklat sudah tandas Lea mulai merasa mengantuk, melihat itu Setta tersenyum. "kamu sudah ngantuk, kalau kamu ngantuk tidur saja," perintah Setta


"Aku takut kalau tidur sendirian Dad, jadi boleh aku tidur di kamar Daddy?" tanya Lea,


"Baik, kamu tidur di ranjang, Daddy tidur di sofa," jawab setta.


"Kita satu ranjang saja Dad tidak apa akan aku kasih pembatas jika takut Lea khilaf," kekehnya.


"Bukan kamu saja yang bisa khilaf tapi Daddy juga apalagi kalau kamu secantik ini dan tubuh seindah itu," kat Setta pada Lea.


Lea tersenyum bias rona nampak di wajahnya. Mereka berdua beranjak dari duduknya dan berjalan ke kamarnya.


"Daddy di sofa saja, tidurlah! Jika Daddy yang khilaf, itu lebih bahaya lagi," kata Setta.


Lea sedikit kecewa. Namun apa boleh buat, dia tak ingin di anggap wanita murahan yang memaksa pria untuk tidur di dekatnya.


Setta merebahkan diri di sofa, berpura-pura tidur agar Lea segera tidur. Tak lama kemudian, terdengar suara dengkuran halus dari bibirnya.


Setta bangun dan berdiri lalu berjalan keluar kamarnya menuju ruang kerjanya, Setta mulai menelpon asisten sekaligus wakilnya.


Saat tidur bersama sang istri, telpon genggamnya berdering, dia menggerutu, "Siapa sih ini malam-malam telpon."


Ternyata sang bos dan juga merupakan sahabat karibnya itu. Dia bangkit dari ranjangnya


mengambil Hp dan berjalan menuju ruangan kerjanya agar tak terdengar oleh istrinya pembicaraannya itu.


"Ada apa?" tanya Zain pada Setta.


Suara terkekeh dari sebrang membuat Zain membuang nafasnya dengan kasarnya.

__ADS_1


"Aku ada di Vila bersama Lea," kata Setta kemudian.


"Apa kau bersama Lea di sana? Setta jangan gila, apa yang kau lakukan di sana bersama gadis itu?" tanya Zein


"Aku merayunya, dan ternyata dia menyukai ku dari dulu walaupun hanya bisa memandang punggungku dan saat bertemu dengan ku secara langsung diluapkan keinginannya kerinduannya pada ku, aku hilang kendali dia secantik Sinta dan sama-sama naifnya. Aku hampir saja Zain," katanya pada sahabatnya.


"Bagaimana bisa?" tanya Zain.


"Aku menyuruhnya untuk berganti pakaian dan di lemari itu hanya ada lingerie. jadi dia memakai pakaian itu lalu aku takut-takuti, tidak kusangka dia lari ke kamarku saat itu aku terpukau dengan penampilannya, Zein," kata Setta.


"Ta, jangan sampai kamu seperti melakukan seperti apa yang dilakukan Arga walaupun itu sangat melukaimu dan juga Dea tapi tolong jangan kau buat dia seperti Dea sahabat kita," kata Zein mengingatkan sahabatnya itu.


aku tahu Zen Itu sebabnya saat ini aku menghindarinya, aku menelpon mu untuk menyampaikan kalau kami belum bisa ke kantor besok, dan tolong wakilkan aku dan aku tak akan bisa memulangkan dalam keadaan seperti itu Zain, aku bisa di bunuh Dea," katanya lagi.


"Hahaha, ternyata kau ganas juga, aku mengerti sudah dua puluh tahun hati dan tubuhmu tak terjamah, tapi ingat, jika kau terlanjur melakukannya maka lebih baik kau nikahi saja dia atau hatinya sudah kau miliki mestinya Kau tidak usah bersusah payah langsung saja kau nikahi saat ini beres bukan,"


"Tidak begitu konsepnya karena menikah bukanlah suatu hal yang mudah buatku Aku punya trauma sendiri mengenai sebuah pernikahan," jawab Setta.


"Sekarang dia ada di kamarku dan sedang tidur pulas," katanya pada Zein.


"Kau gila, Ta, benar-benar gila, Ta, baiklah jangan kawatir, aku akan menghandle-nya nanti, tunggu bekas hilang baru kau masuk kerja," kata Zein


"Sial kau Zein!" hardik Setta lalu menutup telepon sepihak


serta kembali ruangannya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang rasanya begitu aneh selama ini dia selalu sendirian di apartemen maupun di rumahnya sendiri.


serta kembali berjalan menuju ruangannya. Di di depannya punya di atas apa lalu ia pun terlelap dalam rasa cinta dan juga kebencian yang mendalam.


matahari pun mulai bersinar membangunkan dua insan yang masih meringkuk di dalam kamarnya. dia terkejut karena ternyata matahari sudah meninggi Ia pun segera membangunkan Daddy.


"Dadd, ini sudah siang Ayo bangun kita kesiangan Dad, apa kita tidak pergi ke kantor," tanya pada Daddy

__ADS_1


Setta memerjabkan matanya lalu membuka mata dengan lebar cahaya matahari menerobos masuk di sela-sela tirai tipis, dan menghangatkan tubuhnya.


"Wah sudah siang ya, kita melewatkan sholat subuh dan sekarang sudah jam berapa Lea?"


"jam sembilan," jawab Lea.


"Apa jam sembilan? kalau begitu kamu kembali ke kamar dan segera membersihkan tubuh aku akan memesan pakaian untukmu kalau sudah datang akan aku antarkan ke dalam kamarmu jadi tunggu saja di dalam ya," jelas Setta.


"Baik Dad," jawab Lea


Dia pun menyeret langkah keluar dari kamar Setta menuju kamarnya sendiri lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Tak ubahnya Setta, dia pun bergegas di kamar mandi setelah 15 menit siap pun keluar dan mengganti pakaiannya dengan pakaian santai jalan menuju ruang tengah sambil mengotak-atik handphonenya.


Di meja makan telah tersaji sarapan untuk mereka berdua, Setta menunggu kurir yang mengantarkan pesanannya, tak sampai 30 menit, kurir pun datang membawa pesanannya yang diterima oleh security lalu security itu pun jalan menuju rumah setelah sampai ke pintu Ia pun menekan interkom untuk memberitahukan pada majikannya bahwa ada pesanan atas nama beliau.


Setta berjalan menuju ke arah pintu lalu membukanya begitu sang majikan terlihat security itu pun memberikan paper bag pada, Tuannya itu.


setelah menerima paper bag tersebut, dia pun masuk ke dalam dan kembali menutup pintunya dengan rapat, Iya itu berjalan menuju ke kamar Lea yang berdekatan dengan kamarnya.


Setta mengetuk pintunya beberapa kali hingga pintu itu pun terbuka dan menampakkan gadis yang mengenakan bath robe. pria itu pun memberikan Paper bag pada Lea.


"Terimakasih, Dad," ucap Lea.


"Daddy tunggu di meja makan ya," kata Setta


"Baik Dad," ucapku padanya, beliaunya membalikkan tubuhnya berjalan ke arah ruang tengah gimana di atas meja tersaji begitu banyak makanan.


Setelah menunggu 10 menit lamanya Lea pun terlihat berjalan mendekat ke arahnya.


"Maaf, Dad, menunggu lama," katanya pada Daddy-nya itu.

__ADS_1


__ADS_2