Pesona Cinta Semu

Pesona Cinta Semu
Bab 49


__ADS_3

Setta terkekeh saat melihat wajah Lea pucat pasi. "Kenapa kau begitu takut aku hanya membantu mu mandi bukan untuk bercinta tetapi aku selalu tidak tahan melihat dalam keadaan seperti ini. jadi biarkan aku melakukan sekali lagi," kataya sambil tangannya mengusap seluruh tubuh Lea meratakan sabunnya dan bergerak ke area yang sama.


Hati Lea begitu was-was takut sang daddy melakukannya lagi. Namun ternyata tidak, setelah meratakan sabun di seluruh tubuh istrinya dia pun keluar dari dalam bathtub sambil berbisik, "Jangan terlalu lama! Nanti kamu sakit, daddy lanjut di sana."


Setta melanjutkan mandi di shower dan tak lama kemudian dia selesai, pria itu menoleh pada istrinya. "Baby, jangan terlalu lama!" perintahnya kembali.


Lea tidak menjawab hanya mengangguk, setelah kepergian suaminya ia berjalan kearah shower dan membilas tubuhnya lalu mengambil bath robe dan memakainya, ia berjalan menuju lemari ia terkejut karena lemari terkunci semua sebuah gaun transparan berada di atas ranjang, sang daddy yang telah berganti pakaian dan mengenakan kaos lengan pendek serta celana pendek itu duduk di sofa tak menghiraukan ke datangan Lea.


Lea tahu siapa pelakunya yaitu sang daddy, bukankah dia bilang kalau dia hari ini berada di rumah saja dan dia dilarang untuk pergi kuliah hari ini, Lea menghebuskan napasnya. "Seperti yang punya kampus saja, seenaknya mengatur kapan kuliah atau tidak," gerutunya pelan.


"Kalau aku memang pemiliknya, bagaimana? Kau tidak mengira bukan jika suamimu itu pemilik dari universitas itu, bahkan staf mengajar di sana adalah lulusan terbaik dari universitas di dalam maupun diluar negeri," katanya masih tetap fokus dengan handphonenya.


Lea terdiam tidak di sangka sang daddy mendengar gerutunya itu.


"Dadd, apa tidak ada pakaian lain?" tanyanya pada suaminya.


"Ada tapi aku ingin kau memakai itu lagi pula aku meliburkan bik Surti, hanya kita berdua di rumah ini, jadi pakailah dan tidak perlu protes!" perintahnya lagi.


Lea menghela napas menatap gaun yang ada di ranjang, dia melepaskan perlahan bath robe dan mengambil gaun itu, Setta melihat punggung polos istri penuh dengan tanda kebiasaannya dia tersenyum. 'Indah juga karya seniku,' batinnya.


"Lea kemarilah!" panggil Setta saat sang istri telah selesai berpakaian.


Lea menoleh dan berjalan perlahan menuju sofa dan duduk di sebelah sang daddy. "Tidurlah di sini! masih jam setengah empat jika sudah waktunya subuh akan ku bangunkan!" perintahnya lagi.


Lea membaringkan tubuhnya di sofa dan meletakan kepalanya di pangkuan sang daddy, sekali lagi dia seperti berada di tepi pantai menanti air pasang yang mengguyur seluruh tubuh dan hatinya.

__ADS_1


Saat ini sang daddy terasa penuh cinta membasahi hatinya dengan perhatian yang membuatnya merasa di cintai.


Pria itu membelai rambut lea dengan lembut membuatnya terlelap.


Setta tersenyum. "Kalau seperti ini kamu manis sekali." Dia menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa dan ikut terlelap dalam keadaan duduk.


Selama satu jam Setta terlelap akhirnya dia terbangun karena terdengar suara adzan berkumandang, dia menunggu beberapa saat, lalu dia mengangkat kepala Lea dengan pelan dan memindahkan ke sofa kemudian dia berjalan ke arah kamar mandi untuk mengambil air wudhu setelah itu melaksanakan sholat subuh kemudian dia membangunkan Lea.


Setta menepuk pipi istrinya. "Lea, bangunlah sholat subuh dulu," ucapnya lembut


Lea pun terbangun dan memerjabkan matanya. "Jam berapa Dad?" tanya Lea.


Lea bangun dan duduk. "Daddy sudah sholat?"


"Hem," jawabnya


Setta menunggu Lea selesai setelah itu dia menghampiri lalu membantu melepaskan mukenanya kemudian mengangkatnya ke ranjang serta membaringkannya. "Jika masih mengantuk tidur lah, daddy keluar dulu," ijinnya lembut.


Lea mengangguk dengan memejamkan matanya rasa kantuk masih menyerangnya dia pun tertidur dengan cepat.


"Dasar gadis pemalas!" hardiknya pelan lalu melangkah keluar kamarnya dan keluar dari Villa berlari-lari kecil mengitari kawasan itu tak lupa dia mampir ke depot membeli makanan lalu pulang kembali ke Villa.


Setelah sampai dia meletakkan bungkusan di meja kamarnya.


Lea tidur dengan pulasnya gaunnya menyingkap ke atas membuat Setta ingin mendatanginya sekali lagi. Pria itu melepaskan seluruh pakaiannya dan menghampiri istrinya yang tengah tertidur, melepaskan pakaian Lea dan melemparkan di lantai dia mulai mencumbunya dengan lembut, Lea kembali terbangun saat merasa tubuhnya di jamah kembali.

__ADS_1


'Dad!" panggilnya pada pria yang sudah berada di atasnya.


"Diamlah dan nikmati saja kali ini Daddy akan berusaha lembut, katanya sambil memasuki liang milik Lea dan mulai menggerakkan tubuhnya sambil mendesis melenguh begitu pula Lea mulai mendesau nikmat.


Lean dan Setta mencapai puncak bersamaan. Setelah itu, Setta melepaskan tautannya dan berjalan kedalam kamar mandi untuk membasuh senjatanya dan memakai pakaiannya.


Lelaki itu kembali ke kamar dan duduk di sofa. "Lea cepat basuh dulu itu mu tidak usah mandi karena nanti aku akan mendatangi mu lagi sebelum duhur, "


"Hem, baik," jawanya tanpa mempertanyakan apa-apa sebab dia takut sang daddy berubah menjadi ganas lagi area sensitifnya masih terasa tidak nyaman. Lea mengambil pakaiannya yang di lempar di lantai tadi oleh suaminya itu di lantai.


Lea berjalan kearah kamar mandi, tak lama kemudian dia kembali lagi, Setta tak melepaskan tatapannya dari sang istri, membuat Lea merasa canggung di buatnya.


Lea duduk di sebelah Setta dan mulai menyuapkan makanan yang telah di bukan oleh Setta.


"Bik Surti, tidak ke sini, Dad?" tanya Lea.


"Aku liburkan karena aku sendang berada di rumah, Besok aku akan keluar kota, jika kau takut sendirian di sini akan ku suruh Pak Rahmat untuk mengantarmu ke rumah panti, aku sengaja hari ini di rumah karena ingin mengisi bateraiku dengan penuh, Lea, maka siapkan tubuhmu untukku sampai nanti malam," katanya sambil menyuapkan makanan di mulutnya.


"Berapa hari Daddy keluar kota?" tanya Lea.


"Kenapa kau senang aku tidak ada di sini?" tanyanya pada istrinya itu.


"Tidak, tentu aku akan merindukanmu, Dadd," kata Lea sedikit ketakutan.


"Kau sekarang padai berbohong, akui saja jika kau senang kalau aku berada di luar kota kau akan bebas dariku selama dua hari dari jamahanku," katanya masih dengan menyuapkan makanannya.

__ADS_1


"Tidak, sungguh Lea akan merindukan Daddy karena tidak berada di sisi Daddy," jawab Lea sambil menunduk.


"Kau sekarang pandai berbohong, sudah jangan katakan apa pun yang membuat ku semakin kesal akan membuat mu rugi sendiri," kata Setta menyudahi makannya dan keluar meninggalkan Lea makan sendirian.


__ADS_2