Pesona Cinta Semu

Pesona Cinta Semu
Bab 21


__ADS_3

Seperti hari ini, saat pagi hatinya begitu sedih karena sang Daddy tidak menghiraukannya. Namun di sore hari membuat suatu pertemuan dengan alasan sebuah pekerjaan dan di malam hari memberikan kejutan yang luar biasa dengan alasan sama.


Setelah selesai makan dia mengajak Lea berdansa, Gerakan dansa yang membuat tubuh gadis itu panas dingin bagaimana tidak sang Daddy memberikan sentuhan dan kecupan di tengah-tengah dansanya


Malam itu adalah malam yang tak mungkin dapat di lupakan oleh Lea.


Setelah berdansa sang Daddy tidak langsung mengajaknya pulang, lelaki itu mengajak Lea di sebuah taman duduk di bangku taman berdua menikmati sinar bulan yang indah, Lea menyandarkan kepalanya di dada bidang sang Daddy.


Dua jam mereka menikmati malam di taman yang indah, setelah puas mereka pun pulang ke apartemen, Setta tak mengantarkan ke rumah yatim piatu tapi ke apartemennya.


Mereka berjalan berdua masuk kedalam lift lalu pintu tertutup dan bergerak naik, sang Daddy semakin berani menunjukkan rasa kepada Relea gadis cantik nan lugu takluk di pelukan mantan kekasih ibunya dan dia tidak pernah tahu status hubungan mereka dulu dan bagaimana kisahnya semua tersimpan rapat oleh ketiga sahabat itu dan Zein adalah saksi bagaimana kedua sahabat itu hancur berkeping-keping.


Setta kembali memagut bibir Lea yang menjadi candunya. hingga pintu lift terbuka ia pun menyudahinya dan mengajak gadis itu keluar lift dan berjalan ke apartemennya.


Setelah masuk kedalam kedalam apartemen Setta menarik gasper baju yang ada di bagian punggung baju Lea.


"Dad! teriak Lea.


"Kita mandi bersama," bisiknya sambil menggendong tubuh setengah polos itu di bawahnya ke kamar, mandi, sayang nyalakan air hangatnya," kata Setta sambil melucuti pakaiannya sendiri. Lea mencampurkan sabun cair dan aroma terapi, satu tangan memeluknya dari belakang dan satunya lagi meloloskan kain terakhir Lea setelah itu mereka berdua ada di bathtub.


Satu jam berlalu mereka pun menyudahinya saling membantu membilas dan mengeringkan tubuh dengan handuk.


Tanpa bicara setta menggendong gadis itu dan di baringkan di ranjangnya.


"Begini saja Daddy masih rindu, tidurlah!" kata Setta pada gadis itu mereka pun terlelap saling berpelukan.


.


.


Lea terbangun saat matahari mulai menyingsing, dilihatnya sang Daddy sudah tidak ada di tempat, hanya ada secarik kertas bertuliskan pesan.

__ADS_1


Daddy berangkat duluan ada rapat jam enam pag, kalau sudah bangun cepat mandi lalu sarapan sudah saya pesankan tadi jangan sampai terlambat ke kantor Pak Setta bisa marah!


"Ahh, Daddy! Selalu seperti ini main tinggal saja, pakai tulis pesan segala, emang siapa Pak Setta, kan dia sendiri," gerutu Lea.


Dia segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dengan cepat setelah itu bergantian pakaian, lalu dia menyambar kotak makanan dan ditaruhnya di dalam tas jinjing, setelah itu keluar apartemen, berlari masuk kedalam lift. Setelah sampai di lantai dasar ia berlari menuju motornya dan segera melajukan dengan kecepatan kencang.


Setelah sampai di parkiran dan berlari lagi menuju ke dalam lift lalu keluar dan berjalan dengan cepat kemudian dia mengetuk pintunya.


"Masuk!" perintah suara dari dalam.


"Maaf, Pak, saya terlambat," kata Lea.


"Kenapa terlambat?" tanya Setta


"Terlambat bangun, Pak," kata Lea.


"Kalau memang tidak bisa bangun pagi pasang alarm di Hp, mana ada CEOnya yang datang duluan tapi malah sekertarisnya yang datang terlambat, kalau saya datang setengah delapan harusnya kamu datang jam tujuh," kata Setta.


"Oh ini sapan pagi saya, karena tidak sempat sarapan maka saya bawa saja, mungkin nanti siang bisa saya makan Pak," katanya pada atasnya.


"Baiklah sekarang kamu duduk dan kerjakan pekerjaan kamu besok jangan di ulangi," perintahnya.


"Baik, Pak," kata Lea pada pak setta kemudian dia segera berjalan menuju tempat duduknya lalu menaruh bungkusan di atas meja dan mulai menyalakan Laptopnya dan mulai bekerja.


...----------------...


Sebuah mobil hitam berhenti di gedung perkantoran Dea, seorang lelaki keluar dan berjalan melintasi lobby dan masuk kedalam lift. Tak lama kemudian lift terbuka dengan langkah tegapnya dia berjalan di ruangan CEO Dea Crop yang bergerak di bidang periklanan itu.


Sesampainya di sana dia disambut oleh sekertaris Dea di persilahkan untuk masuk keruangan wanita itu.


Saat pintu terbuka dan seorang lelaki masuk bersama sekertarisnya, Dea mendongak keatas dan tersenyum.

__ADS_1


"Belum selesai? Aku bisa menunggu masih jam sebelas aku terlalu bersemangat menjemputmu," kata pria itu yang tak lain adalah Rega.


Dia duduk di sofa dan sang sekertaris segera mengundurkan diri dari ruangan setelah mengantarkan pria itu keruangan Dea.


"Sedikit lagi ya, karena ini nanti akan segera dikerjakan oleh Tim," jawab Dea sambil tersenyum.


"Ok! Aku selalu sabar menunggu," jawabnya sambil tak melepaskan tatapannya pada wanita itu. 'Kakaknya memang bodoh melepas wanita selembut ini dan melepas persahabatan mereka hanya sebuah ego yang bullshit' pikirnya.


Tak lama kemudian Dea menekan interkom. "Ris, kemari!"


"Baik, Bun!"


Tak lama kemudian seorang remaja laki-laki masuk.


"Om, sudah lama?" tanyanya pada Rega sambil mengambil dan mencium punggung tangan pria itu.


"Baru lima belas menit yang lalu," jawabnya sedikit terjengkit karena Rizky tiba-tiba datang dan mengagetkannya.


"Lihat Bunda segitunya sampai gak tahu Rizky datang," goda Risky pada Rega.


Rega tertawa. "Iya, habis bundamu ini cantik sih, Ky."


"Om kalau semisalnya Om jadi nikah sama Bunda nih, mau apa enggak tinggal di pantai sama kami?" tanya Risky


"Kok misal sih Ky, Om ini serius loh, kalau tinggal sih Om di mana saja Ok! Mau di panti Ayok karena memang sebelum Om hadir, Dea sudah jadi milik kalian, anak-anaknya," kata Rega.


Riski tertawa. "Kan belum dapat ijin dari Om Setta dan Om Zain, mereka berdua pengawal Bunda hati-hati sama mereka." Risky berjalan ke arah Dea mengambil projects yang akan segera dikerjakan oleh tim.


"Oh iya, Bun, Lia gak apa-apa nih nginep di rumah Om Setta walaupun Om Setta itu ayah angkatnya mereka tidak punya hubungan darah loh, Bun, takutnya itu, Bun," ungkap Risky pada Dea.


"Lea itu sudah di titipkan langsung oleh ayahnya ke Om Setta, Ris, bukan hanya sebagai anak tetapi Ayah Lea menyerahkan Lea untuk di jadikan istrinya kalau Lea sudah berumur 18 tahun. Mungkin saat ini dia dalam rangka menyiapkan itu untuk Lea. Bunda percaya dia mampu menjaga Lea."

__ADS_1


"Apa? bunda tegah membiarkan Lea dinikahi Om Setta yang jelas dua puluh tahun lebih tua?" tanya Risky dengan kecewa pasalnya selama ini dia memendam rasa pada Lea.


__ADS_2