
Gila kali ya lo, Laura..siapa Laura gue gak kenal. Gue Arumi bukan Laura." ujar Arumi lalu pergi dari sana.
"Laura lo mau kemana ?" tanya Parjo, tapi Arumi tidak mengubrisnya dan masih terus berjalan.
Dari arah belakang Parjo ada tangan menepuk pundaknya.
"Kemana aja sih lo Jo, gue cari-cariin ternyata lo disini, jadi ngak nih ngantar mbak kunti ke bukit angker itu." tanya Laura , Parjo melongo melihat Laura.
"Bukannya lo tadi ke arah sana ya, Tapi kok lo ada di sini sekarang," ucapnya binggung
"Dan penampilan lo juga berubah," tambahnya
"Ngomong apa sih lo, penampilan gue memang kek gini. lo kesambet ya, tapi gak mungkin lah, kan lo setan. Masak setan kesambet setan sih," ucap Laura
"Ayo kita berangkat, kalau kelamaan nanti gue telat kerjanya," ujar Laura langsung pergi dari sana. Parjo masih binggung tapi dia mengikutinya juga akhirnya.
Di penginapan Arumi sedang duduk di sofa yang ada di dekat pintu masuk penginapan itu. Dia merasa binggung dengan kejadian tadi.
" Kenapa Pemuda itu bisa lihat gue ya, apa dia arwah juga sama seperti gue ? terus kenapa dia manggil gue dengan nama Laura sih, siapa sebenarnya Laura," guman Arumi
Tak lama kemudian Angga turun dari kamarnya sambil beberapa kali terlihat merenggangkan otot-ototnya yang pegal karena tidur di kasur yang keras itu.
Arumi segera menghampiri Angga, Angga menyerahkan kunci kamar itu kepada pemuda semalam yang mengantarnya ke kesana dan kemudian berjalan menuju mobilnya, Arumi segera mengikutinya lalu segera masuk ke dalam mobil itu karena dia tidak mau di tinggalkan lagi seperti semalam.
Angga mulai melajukan mobilnya mengarah pulang ke Jakarta, belum jauh mobil itu melaju, ada sebuah motor menghalangi jalannya mobil Angga. Terlihat pengendara motor itu dengan santainya melajukan motornya di tengah-tengah jalanan yang sempit itu.
Tiin...tiin...
Angga mrngklakson motor tersebut, akan tetapi pengendara motor itu masih saja berada di tengah jalanan itu.Arumi juga melihatnya, tapi Arumi sedikit ngeri saat melihat penumpang yang berada di motor tersebut, salah satu dari mereka berambut panjang yang acak-acakan dengan baju putih menjuntai hingga ke tanah.
Arumi melihat kalau mereka baerboncengan tiga, dan netranya membola saat melihat ada pemuda yang menegurnya tadi pagi di atas motor itu juga.
Sebenarnya siapa sih mereka itu, kenapa tidak seperti manusia ya. Malahan salah satu dari mereka lebih mirip kuntilanak,, Batin Arumi
Angga sangat kesal dengan Pengendara motor itu akhirnya Angga dengan sengaja memepetkan mobilnya ke motor tersebut sehingga membuat motor itu oleng dan ambruk.
Awww.....
__ADS_1
Rintih pengendara motor itu yang tak lain adalah Laura, Angga menghentikan mobilnya lalu segera turun dari sana dan melangkah menghampiri Laura yang sudah terjatuh tertimpa motornya.
"Ha...ha..., Rasain lo, makanya kalau naik motor itu jangan menghalangi jalan orang," ucap Angga sambil tertawa.
Laura membuka Helmnya dan sesaat Angga terpesona akan kecantikan Laura walaupun penampilan Laura terlihat tomboy. Arumi kaget saat melihat wajah Laura mirip sekali dengannya seakan mereka itu kembar identik, penampilannya Laura memang lebih ke penampilan seorang Laki-laki, namun postur tubuh dan wajahnya sangat mirip dengan arumi.
"Heh lo...lo sengaja ya menabrak gue," bentak Laura
"Rasain lo, makanya kalau bawa motor itu ikuti aturan, jangan seenaknya saja," ujar Angga masih tertawa
"Dasar lo ya orang kaya sombong, gue sumpahin lo dapat Jodoh Ratu demit," ujar Laura
Parjo dan mbak Kunti yang tadi ikut jatuh dari motor terpental jauh dari sana dengan Mbak kunti menindih Parjo. Parjo hendak bangun namun mbak Kunti masih betah lama-lama di atas tubuhnya.
"Mbak kunti...bangun dong, berat nih," suruh Parjo
"Gak mau, Rayu dulu dong," ujar Kunti
"Ish Najis gue rayu-rayu lo, mendingan gue rayu si Laura yang Cantik," ujarnya
"Oke..Kukun yang cantik bangun Dong, Aa Parjo keberatan nih," ucap Parjo mau muntah
"Nah gitu dong kan romantis," ujar Kunti lalu bangun dari atas tubuh Parjo
Sementara Laura dan Angga masih beradu mulut, Arumi pun kemudian turun dari mobil itu dan menuju ke arah mereka. Saat Laura melihat Arumi dia langsung terdiam, dia menatap lekat wajah Arumi sehingga mereka saling tatap-tatapan. Angga Binggung kenapa Laura tiba-tiba terdiam begitu karena tadi dia sepertinya gak akan mau ngalah darinya.
"Heh lo kok diam sih, apa lo udah ngalah dari gue ?" tanya Angga heran melihat Laura bukan melihat kearahnya tapi melihat ke arah samping kanannya.
"Lo siapa ?, kenapa lo mirip banget sama gue ?" tanya Laura, Angga semakin binggung melihatnya, dia kemudian menepuk bahu Laura.
"Apaan sih lo ?" bentak Laura
"Heh lo ngomong sama siapa sih, gue itu di sini bukan di sana," ujar Angga
"Gue gak ngomong sama lo tapi gue ngomong sama pacar lo," ujar laura
"Pacar.. gue sendirian aja dari tadi, jangan ngada-ngada deh," ujar Angga
__ADS_1
"Terus yang di samping lo itu siapa, setan ?" ujar Laura yang membuat Angga bergidik.
"Dasar aneh ", ucap Angga lalu mengecek mobilnya barang kali ada yang lecet.
"Lo bisa lihat gue ?" sebuah pertanyaan lolos dari bibir Arumi setelah sekian lama mematung di sana.
"Bercanda lo ya,, jelas lah gue bisa lihat lo, lo kan manusia juga sama kayak gue," ujar Laura
"Atau jangan bilang kalau lo itu arwah ?" ucap Laura setelah menyadarinya. Arumi mengangguk.
"Gue Arumi, gue arwah penasaran yang mengikuti pria tadi karena gue sudah janji akan menjaga dia," ucap Arumi
"Tapi kenapa wajah lo sangat mirip sama gue ?"
"Gue juga gak tau, dan gue juga kaget juga sama seperti lo," ujar Arumi
Tak lama kemudian Parjo dan mbak Kunti telah sampai di hadapan mereka. Parjo ternganga melihat ada dua Laura di hadapannya.
"Laura kenapa lo ada dua," tanya Parjo binggung, Arumi dan Laura sontak memandang ke arah Parjo.
"Lo kan pria yang tadi pagi negur gue ?
"Iya , ini sebenarnya Laura yang mana sih," tanya Parjo
"Ya gue lah, tadi lo kan bareng sama gue masak lo lupa sih,"
"Iya..ya..tapi kok ada dua sih sekarang ?
"Gue Arumi, kan tadi pagi gue udah bilang sama lo kalau gue Arumi bukan Laura," jelas Arumi
"Tapi kenapa lo bisa lihat gue juga sama kayak dia," Parjo binggung mendengar pertanyaan Arumi.
"Dia itu sama kayak lo, dia juga Arwah penasaran yang ngikutin gue dan yang di sebelahnya adalah Mbak Kunti yang tersesat di kamar mandi gue dan gue mau nganterin dia ke tempatnya semula."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like...Coment dan Vote ya...🙏🙏🙏
__ADS_1