
Ini kenapa sih, kok sepertinya kaki gue berat banget ya,, Batin Anggi
"Yeay gue menang..." ujar Doni sambil naik dan duduk di pinggir kolam Renang.
"Ada yang gak beres deh sama kaki gue," ucap Anggi
"Alasan kamu aja ya biar gak ngelakuin apa yang aku mau," ucap Doni
"Enggak..emang bener kok saat di kolam kaki gue berat banget tadi," ujar Anggi
"Udah deh kak, kalau kalah ya kalah aja gak usah pakek alasan," ujar Angga
"Iya nih gue udah gak sabar ngasih hukuman sama yayang Anggi," ujar Doni
"Dasar lo Don, gue tau otak ngeres lo itu, palingan lo minta di sun sama Kak Anggi kan," ujar Angga
"Siapa yang minta di Sun ?" tanya Rama yang baru saja berada di sana
"Ini Pa si Doni minta di Sun sama Kak Anggi," ngadu Angga
"Doni... kamu sudah bosan hidup ya," ujar Rama
"Enggak Om..Peace.." ucap Doni sambil membentuk jari tangannya seperti hutuf V.
"Udah Don lo ngaku aja, siapa tau lo di nikahin sama kak Anggi sama Papa," ujar Angga
"Beneran Om,, kalau begitu aku ngaku deh,"
"Doni..., dasar anak nakal kamu ya," ucap Rama sambil menjewer telinga Doni.
Ha...ha..ha..
Anggi dan Angga pun tertawa melihat Doni dan Papanya.
"Ampun Om...gak Lagi-lagi om..Ampun..." teriak Doni
"Ada apa sih heboh banget deh kelihatannya," tanya Sinta yang baru datang dengan membawa nampan berisi minuman di tangannya.
"Tante..tolongin Doni tante, Om Rama KDRT sama Doni," ujar Doni manja sambil ngumpet di belakang Sinta," Doni sudah di anggap oleh mereka sebagai anak sendiri jadi jangan heran kalau Doni itu sangat manja terhadap Sinta.
"Papa..jangan begitu ya sama Doni," ujar Sinta
"Ngadu deh sama mama Orang, ngadu itu sama mama sendiri," ujar Angga
"Sirik aja Lo Nga, ya gak tante ?" ujarnya manja
"Doni... sepertinya Leopard di kandangnya belum makan deh hari ini," ujar Rama
__ADS_1
"Papa..!
"Iya mama Sayang, apa sih kangen ya sama papa, dari tadi manggil-manggil papa terus," ujar Rama yang membuat Sinta memelototkan matanya ke arah Rama, Rama hanya cengengesan.
"Mama ayo kita masuk saja, siapa tau nanti Angga dan Anggi bisa punya adek lagi," ajak Rama membuat sebuah cubitan mendarat di pinggannya.
"Awww...mama Atit.." ucap Rama manja
"Hadeuh...hareudang..hareudang..panas..panas...panas .." Angga dan Anggi bernyanyi barengan.
"Udah ah, yuk kita masuk pa," ajak Sinta sambil menggandeng tangan Rama, mereka pun akhirnya masuk ke dalam rumahnya.
"Yayang Anggi kita juga masuk kamar yuk, siapa tau bisa punya baby," ucap Doni
"Doni lo beneran minta jadi makanan Leopard ya," ujar Angga
"Sini lo..." teriak Angga sambil mengejar Doni, Anggi hanya tertawa melihat dua bocah itu dan dia melanjutkan berenangnya.
"Dasar keluarga aneh," ucap Arumi yang dari tadi berenang bersama mereka, ternyata yag tadi membuat kaki Anggi jadi berat adalah Arumi yang bergelayut di kakinya Anggi agar Anggi kalah dari Doni.
"Berenang lagi ah..." ucap Arumi dan itu membuat bulu kuduk Anggi bangun, Anggi langsung naik dari kolam renang dan dia kemudian menuju kamarnya.
"Yach dia pergi, jadi gak asik lagi kan berenangnya. Gue naik juga ah," ucap Arumi lalu pergi dari sana.
🌹🌹🌹
" Setan..." teriak Laura yang melihat wajah supir Bus itu, di wajah supir itu ada bekas luka yang memanjang sehingga membuat wajahnya sedikit menyeramkan bagi yang melihatnya.
"Neng ini ya suka sekali bikin kaget orang," ujar Supir itu.
"Itu...? Tunjuk Laura
"Itu bekas luka akibat kecelakan yang saya ceritakan tadi," ucap Bapak-bapak yang tadi duduk di belakang Laura, dia naik lagi ke bus karena ada yang ketinggalan.
"Eh pak Ridwan, masih di sini aja pak," ujar supir Bus itu sepertinya sangat mengenal bapak itu.
"Iya nih ada yang ketinggalan," jawab Ridwan.
"Nak saya pergi dulu ya, ingat pesan bapak tadi ya," ucapnya kemudian turun dari bus itu.
"Eh Pak sebenarnya pak Ridwan itu siapa sih pak," tanya Laura
"Dia itu penumpang setia Bus ini, dia sebenarnya orang kaya. katanya sih dia sengaja naik bus ini dan bolak balik Jakarta-Bandung hanya untuk ketemu arwah istrinya, aneh banget kan," ujar Supir itu.
"Gak aneh sih pak, wong aku lihat tadi kok kalau bapak itu bergandengan mesra dengan Istrinya," ujar Laura spontan lalu turun dari Bus itu. Supir Bus itu hanya mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Semua orang pada edan, masak mereka bilang bisa lihat arwah, gak masuk akal banget," ucap Supir bus itu lalu juga turun dari sana.
__ADS_1
Sementara Laura berjalan menuju jalan utama dan dia tepesona melihat pemandangan di Jakarta itu, gedung-gedung bertingkat menjulang tinggi berjejer seperti kotak kotak besar yang tersusun rapi seakan-akan menembus awan.
" Gue kemana dulu ya ?" ucapnya binggung karena dia tidak tau sedikitpun tentang Jakarta.
"Oh Iya gue ke monas aja dulu, nanti gue pikirin lagi mau kemananya." ucapnya sambil berjalan menghampiri tukang ojek yang mangkal tidak jauh dari sana.
"Bang Monas berapa bang," tanya Laura
"Neng dari kampung ya ?" tanya tukang ojek itu.
" Berapa bang aku gak punya banyak waktu nih," ujarnya
"Kalau buat neng abang kasih murah aja lah, seratus ribu aja neng," ujak kang ojek itu
"Bushet dah mahal amat sih bang ?" ujar Laura
"Ini Jakarta neng, semuanya serba mahal. Kalau mau yang murah naik angkot aja neng," ucapnya
"Ya udah deh bang, gak Jadi ya," ujarnya
" Neng abang kurangin lagi deh jadi 90 ribu gimana ?"
"Itu sih masih mahal bang, kalau saya makan di kampung saya udah bisa traktir 10 orang loh bang," ujar Laura
"Ya Sudah neng, neng nya mau berapa itung-itung penglaris neng."
"Kalau sepuluh ribu gimana bang,"
"Kalau segitu sih bisa tekor abang, buat beli bensin aja gak cukup,"
"Aku tanbahin lagi deh jadi 12 ribu,itu sih kalau mau," ujarnya
"Gini aja deh neng gimana kalau 30 ribu neng itu sudah murah banget neng," ujar Kang ojek itu.
"Deal.." ucap Laura
Hi..hi..ini sih bukan setengah harga tapi sepertiga harga, lagian dari sini ke monas kayaknya jaraknya lumayan jauh deh,, Batin Laura
Laura kemudian naik di belakang kang ojek itu sambil memakai helm yang sudah di kasih oleh nya. Motor itu pun melaju dengan kecepatan sedang.
"Bang jalannya kok kek keong sih, ngebut dong,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
🌹Like..Coment..dan vote ya
Dan tekan tanda ❤ agar kamu mendapat notif Up nya..
__ADS_1
Makasih🙏🙏🙏