Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Sah..


__ADS_3

Laura memikirkan ucapan Anggi itu, tiba-tiba Parjo datang menuju ke arah Laura.


"Ra..apa benar lo akan menikah sama Angga ?" tanya Parjo


"Iya Jo, gue akan menikah dengannya pagi ini juga," ujar Laura


"Apa lo yakin Ra, apa ini tidak terlalu cepat ya ?"


"Gue gak tau Jo, tadi pagi kita berdua terciduk tidur bareng sambil berpelukan di ruang keluarga, lo tau sendiri kan Nyokap nya Angga sangat kental didikan Agamanya, jadi kita di suruh menikah pagi ini juga olehnya,"


"Tapi apa lo mencintainya Ra?"


"Gue gak tau Jo, gue binggung, yang gue tau gue merasa nyaman kalau lagi berada di dekat Angga, " ujar Laura


"Itu berarti lo ada rasa sama dia Ra ,"


Mmm yang dikatakan oleh Parjo itu apa benar ya kalau gue ada rasa sama si resek Angga, walaupun gue gak ada rasa sama dia tetap saja gue harus menikah sama dia,, Batin Laura


Terlihat Anggi kembali masuk ke kamar Laura.


"Gimana Laura apa kamu sudah memikirkan apa yang mbak katakan tadi ?"


"Sudah mbak, saya mau menikah sama Angga ," ujar Laura mantap


"Mbak seneng banget dengarnya Ra, makasih ya Ra, mudah-mudahan dengan menikah dengan kamu Angga bisa kembali seperti dulu lagi," ujar Anggi

__ADS_1


"Semoga ya mbak ," ujar Laura


Biarlah pernikahan ini terjadi, hitung-hitung demi membantu Angga agar dia bisa sembuh dari trumanya,, Batin Laura


Di ruang keluarga Angga sudah duduk berhadapan dengan seorang penghulu yang akan menikahkannya itu, Rasa deg-degan menyelimuti perasaannya saat ini.


Laura berjalan dengan di gandeng oleh Anggi menuju ke tempat Angga berada sekarang, Angga terpesona melihat kecantikan Laura yang terbalut dengan Abaya modern dengan Riasan yang tidak terlalu mencolok membuatnya tampak semakin cantik di mata Angga.


Angga mulai berkeringat dingin di tangannya saat pak penghulu itu mulai mengucapkan Ijab Qabulnya dan Angga kemudian menjawabnya dengan satu tarikan nafas.


Sah...sah...


Akhirnya Laura sudah menjadi istri sah dari Angga. saat Laura hendak mencium tangan Angga


Praaaanggg...


"Aneh..ini kaca kenapa bisa pecah sendiri ya, ada pertanda apa ini ?" guman Rama


"Kenapa Pa,kok kacanya bisa pecah sih ?" tanya Sinta


"Gak tau ma mungkin tadi ada kucing yang menabraknya," ujar Rama


Laura dan Angga sudah gak enak perasaannya, dia berpikir ini pasti ada hubungannya dengan mimpi mereka tadi malam


"Ga..apa ini pertanda buruk ya," ujar Laura berbisik kepada Angga

__ADS_1


"Jangan bicara sembarangan kamu, mungkin benar apa yang di katakan papa tadi,"


"Tapi masak sih Ga, kucing bisa pecahin kaca setebal itu ?" ujar Laura, Angga hanya Diam tak menjawab Laura


Benar juga apa yang di katakan Laura, mana mungkin seekor kucing bisa memecahkan kaca setebal itu ya,, Batin Angga


"Laura..tadi gue lihat ada sosok berbaju putih sedang mencakar-cakar pohon mangga di taman belakang," ujar Parjo


"Ayo jo kita lihat," ujar Laura lalu bangkit menuju ke taman belakang, Angga bingung ketika melihat Laura bangkit dan pergi dari sana, dia pun ikut bangkit juga lalu mengikutinya.


Laura kaget melihat tulisan di pohon itu, Dia menatap ke arah Angga.


"Angga milik gue ," Angga membaca tulisan itu sambil mengerutkan keningnya.


"Ga..ini pasti pertanda gak baik, kita tidak seharusnya menikah," ujar Laura


"Kamu tenang saja Ra, aku akan menjaga kamu dari orang-orang jahat itu," ujar Angga


"Tapi Ga.."


"Gak ada tapi-tapian Ra, ayo kita masuk," ajak Angga


Angga lo gak tau kalau yang kita hadapi ini bukan manusia, gue harus berbuat sesuatu,, Batin Laura


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Like...Coment..Vote..


Makasih 🙏🙏🙏


__ADS_2