Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Mimpi bareng


__ADS_3

"Ra..kapan lo siap ketemu sama Bokap Gue.. ?" tanya Arumi


Laura baru sadar kalau dia sudah janji sama Arumi bakalan bantu dia, tapi kalau dia melakukannya sekarang kapan dia bisa bekerja buat Angga.


"Arumi gimana kalau weeked nanti, kamu atur saja pertemuannya, buat seolah-olah tidak di sengaja," ujar Laura


"Apa itu gak terlalu lama Laura, gue takut mama Lusi dan Liona bakalan mencelakakan Oma Nita," ujar Arumi


"Gimana ya,, gue mulai besok sudah mulai bekerja sebagai Body guard nya Angga, gue takut kalau bokap lo nemuin gue, gue gak di kasih kerja lagi sama Angga," ujar Laura


"Itu ada benarnya juga sih, ya sudah sebelum Weekend nanti biar gue yang pulang ke sana saja dulu buat jagain Oma dan papa, dan Lo tolong jagain Angga untuk menggantikan gue ya," ujar Arumi


"Itu sih sudah tugas Body Guard kan," ujar Laura


"Kalau begitu gue pamit ya Laura, gue mau pulang ke rumah gue," uiar Arumi


"Arumi..gue boleh ikut gak," tanya Parjo


"Jangan Jo, lo jaga Laura di sini saja. Gue takut apa yang gue lihat tadi siang adalah sosok yang membahayakan buat Laura, feeling gue gak enak tentang sosok itu," ujar Arumi


"Gue pergi ya Jo..Jaga mereka semua yang ada di sini ya.." ujar Arumi mulai menghilang


"Emangnya Arumi lihat apa Jo ?" tanya Laura


"Tadi siang dia lihat sosok misterius di bawah pohon mangga di belakang mansion, tapi saat kami mengecek ke sana sosok itu menghilang dan tak ada apa-apa di sana, " ujar Parjo


"Jadi Arumi juga melihatnya, kemaren gue juga melihatnya Jo,gue pikir itu orang yang sedang bermain di sana, makanya gue gak terlalu khawatir tentang itu.


"Sepertinya sosok itu bukan manusia deh Laura, soalnya saat kami ngecek ke sana gak ada jejak apapun disana seperti belum pernah ada yang pergi ke sana," ujar Parjo


"Gue jadi penasaran Jo,apa sosok itu ada hubungannya sama keluarga Ardiansyah ini ya, atau pun dia adalah penunggu Mansion ini," ujar Laura


"Iya Ra, Aku juga sependapat dengan kamu,"


"Oh ya Jo..gimana kelanjutan hubungan lo sama Arumi ?" tanya Laura

__ADS_1


"Biasa-biasa aja," ujar Parjo


" Kok lo gitu sih Jo, Gue lihat Arumi itu suka loh sama lo, kok lo gak peka sih," ujar Laura


"Aku gak tau apa aku suka sama dia, atau aku hanya nyaman sama dia karena dia mirip sama kamu," ujar Parjo


"Move on Jo..kita ini beda dunia, kalau lo sama Arumi itu baru cocok, jadi gue harap lo bisa suka sama Arumi bukan karena dia mirip sama gue tetapi memang lo suka sama dia karena dia itu Arumi," ujar Laura


"Iya deh nanti aku coba buat membuka hati ini buat dia," ujar Parjo


"Emang setan punya Hati juga," tanya Laura


"Ya iyalah..walaupun sudah berhenti bekerja," ujar Parjo tertawa, Laura pun ikut tertawa.


"Sudah lo pergi sana, jangan sampai lo masuk lagi ke kamar gue, kalau lo ngantuk lo tidur sama Angga saja sana," Suruh Laura.


"Iya..iya..gue gak akan masuk kamar lo lagi, gue udah kapok lo gebukin," ujar Parjo lalu pergi dari sana


Laura tertawa mendengar ucapan Parjo itu krmudian dia masuk ke kamarnya dan menghempaskan tubuhnya di king Sidenya.Tak lama kemudian dia tertidur.


Laura terbangun dari mimpinya , Saat dia mau beranjak dari tempat tidurnya, dia merasakan perih di tangannya, ternyata tangannya terluka tepat di tempat kuku tangan itu menggores tangannya didalam mimpinya itu.


"Apa ini ? apa mimpi itu adalah nyata, kenapa tangan gue bisa terluka begini," gumannya


Laura mrngambil kotak P3K lalu mengobati luka itu kemudian dia turun menuju ke dapur hendak mengambilkan air minum di sana.


Laura membuka kulkas dan mengambil minuman dingin dari sana, saat dia menutup pintu kulkas tersebut dia kaget karena Angga sudah berdiri di belakang pintu tersebut.


"Eh copot..copot.., Lo ngagetin gue aja Ga," ujar Laura mengusap-usap dadanya.


"Lo lama amat sih di kulkas, minggir gue mau ambil minum juga," ujar Angga lalu mendorong Laura minggir dari depan kulkas.


"Santai dong..jangan dorong-dorong gitu, ngomong baik-baik kan bisa," ujar Laura. Angga tidak mengubris ucapan Laura, Dia mengambil minuman dingin lalu menegaknya sampai habis.


"Kenapa lo ? kayak habis lari marathon aja lo haus kek gitu," tanya Laura

__ADS_1


"Gue mimpi buruk ," ujar Angga ngos-ngosan


"Gue juga..kok kita bisa samaan ya," ujar Laura, Angga menatap ke arah Laura dengan penuh tanda tanya.


"Gue mimpi tadi ada sebuah tangan mencekal tangan gue dan saat gue berontak melepaskan cengkeraman itu kuku tangannya melukai tangan gue dan saat gue terbangun tangan gue jadi begini deh," ujar Laura


Angga melihat ke arah tangan Laura yang ada goresan memanjang di tangannya itu. Angga kemudian membuka bajunnya.


"Mau ngapain lo buka-buka baju segala," tanya Laura


"Gue mau ngasih lihat ini, " ucap Angga sambil memperlihatkan punggungnya ke Laura, Laura kaget melihat bekas cakaran yang masih baru di punggung Angga.


"Lo kenapa Sampai kek gini, jangan-jangan lo ada main sama perempuan binal ya," ujar Laura


"Enak aja bacot lo ngomong, Gini-gini gue masih perjaka tau, ini akibat mimpi gue tadi," ujar Angga


"Emangnya lo mimpi apa sih sampai punggung lo luka kek gini ?" tanya Laura


Angga tidak menjawabnya akan tetapi di menuju ke ruang keluarga dan merebahkan tubuhnya di sana, Laura yang penasaran mengikutinya ke sana.


"Angga lo belum cerita kalau lo mimpi apa sih sehingga punggung lo terluka," ujar Laura


"Gue Mimpi ada seorang wanita yang mengejar-ngejar gue dan bilang ke gue Jangan pernah dekat-dekat sama lo, tapi gue gak mau akhirnya dia mencakar punggung gue ini," ujar Angga


"Emang apa alasannya dia melarang lo dekat-dekat sama gue ?" tanya Laura


"Gue juga gak tau, tapi yang pastinya dia tidak mau kalau gue dekat-dekat sama lo," jelas Angga


"Aneh..kenapa kita bisa mimpinya barengan ya dan sepertinya mimpi kita ini berkaitan satu sama lain," ujar Laura


"Siapa ya wanita itu ?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like..Coment..Vote..

__ADS_1


Makasih 🙏🙏🙏


__ADS_2