
"Wiih banyak makanan nih," ujar Laura sambil segera duduk di kursi itu.
"Laura..kamu bantu aku napa, tata piring ini di sana," ujar Anggi
"Eh maaf..aku semangat sekali melihat makanan sebanyak ini, jadi gagal fokus deh," ujar Laura, Sinta tertawa mendengar ucapan Laura. Laura kemudian membantu Anggi menata piring di atas meja. Laura tidak terlihat canggung sedikit pun dengan keluarga itu, kalau kita lihat memang Laura terkesan tidak tau diri, tapi begitulah Laura, dia bisa cepat akrab dengan orang-orang sekitarnya.
Tak lama kemudian Rama keluar dari kamarnya dan langsung menuju meja makan.
"Eh siapa ni, Ada tamu rupanya," ujar Rama
"Ini pa temannya Anggi," ujar Sinta, Laura berjalan menuju ke arah Rama
" Kenalin Om, saya Laura dan saya baru datang dari Bandung," ujar Laura lalu salim sama Rama.
"Tumben kamu punya teman dari Bandung Gi ?" tanya Rama yang memang tau putrinya itu susah sekali berteman sama orang.
Ketika Anggi mau buka suara, Laura segera menyela.
"Mbak Anggi biar Laura yang ceritain aja sama Om ?" ujar Laura semangat, Anggi mangut saja
"Om Rama, kamu panggil saja seperti itu," ujar Rama
"Baik Om rama Gini ceritanya," ujar Laura lalu dia menarik nafas lalu mengeluarkannya sehingga membuat Rama tertawa.
"Kamu mau cerita atau mau bernyanyi sih, main tarik nafas segala," ucap Rama, Laura hanya cengengesan lalu mulai menberikan dari awal dia sampai di Jakarta ini.
"Sebenarnya gini Om, Saya baru datang nih ke Jakarta, saat saya sedang naik ojek nih saya melihat ada cewek yang di jambrek, lalu saya mengejar jambret itu sampai ke markasnya, habis itu teman-teman Jambret itu datang dan mereka berjumlah 4 orang, dan setelah itu nih ya saya hajar semuanya," ceritanya lalu dia minum sejenak, Rama malah melongo mendengar cerita Laura.
"Habis itu kan om, saya kembali nih ketempat cewek itu dan ternyata dia sudah gak ada di sana, dan saya lihat KTP nya Lalu saya ke sini deh nganterin Tasnya yang ternyata punyanya mbak Anggi," Rama tak berkomentar apa-apa dia hanya benggong melihat ke arah Laura yang asik bercerita.
"Sampai sini kan Om, saya di hadang nih sama mas-mas yang di depan katanya gak boleh masuk, dan mbak anggi pun pulang dan saya di bawa kesini deh sama mbak Anggi, Gitu om ceritanya," ujarnya Lalu minum lagi. Rama masih melongo.
"Om..om.." panggil Laura tapi Rama masih belum sadar, Laura menepuk bahu Rama dan akhirnya Rama terperanjat dan tersenyum.
"Om kenapa bengong aja ?"
" Saya terhipnotis sama cerita kamu yang mulus kayak jalan tol itu," canda Rama
" Ah Om bisa aja, saya juga bisa cerita kayak jalan berliku juga om, om mau dengar ?"
"Enggak..enggak..Om nyerah, om rasa sudah cukup. Tadi kamu kan sudah cerita," ujar Rama, Sinta tertawa melihat suaminya kewalahan di buat oleh Laura.
__ADS_1
"Jadi kamu dari Bandung ke Jakarta mau ngapain ?" tanya Rama
"Tadinya saya mau ngambil emasnya Monas buat di bawa pulang ke Bandung, tapi saya rasa itu gak mungkin jadi saya berniat nyari kerja aja di sini Om," ucapnya polos
"Ha..ha..Kamu lucu sekali nak," ucap Rama sambil tertawa.
"Jadi ceritanya kamu ke Jakarta itu mau cari kera?" Laura mengangguk
"Bukan Om, tapi kerja.." tegasnya
" Iya..iya om tau, om cuma ngetes aja tadi, Kalau om boleh tau kamu bisa apa saja nak ?" tanya Rama
"Maksud Om ?
" Maksud saya kamu punya keahlian apa saja,"
"Ooo itu, aku bisa panjat pohon, aku juga bisa berenang, dan ini om aku sangat ahli balapan motor dan berkelahi, dan satu lagi om aku bisa lihat hantu," ucap Laura yang membuat mereka kaget. Laura baru ngeh kalau dia keceplosan.
"He..he..Bercanda Om" ujarnya cengengesan.
"Kirain beneran, kalau beneran serem juga ya," ucap Rama.
"Kira-kira kerjaan apa ya yang cocok sama kamu ?" ucap Rama sambil berpikir.
"Pa Gimana kalau Laura Jadi Body Guardnya Angga ?" usul Anggi, Rama mengeryitkan keningnya, Anggi membisikkan sesuatu di telinga Rama, Rama tersenyum.
"Oke...Kamu akan saya jadikan Body Guardnya Anak saya," ucap Rama.
"Apa itu om ?
"Orang yang menjaga anak saya dari bahaya, Apa kamu mau," tanya Rama
"Oh kalau itu emang keahlian saya Om," ucap Laura senang.
"Nanti saya kenalin kamu sama anak saya yang akan kamu jaga itu," ujar Rama
"Kalau boleh tau Om, saya harus menjaga anak usia berapa ? 10 tahun, 5 tahun atau lebih kecil dari itu.
"Ha...ha..ha..kamu bisa aja bercandanya Nak,"
"Nah ini anak saya Angga," ucap Rama saat melihat Rama sudah turun dan menuju ke sana masih dengan wajah bantalnya. Laura menoleh dan kaget .
__ADS_1
"Elo..." ucap mereka barengan
"Ngapain lo di sini gadis aneh ?" ujar Angga
"Lo yang ngapain di sini ?" tanya Laura gak kalah galaknya
"Ini rumah gue , dan lo ngapain di sin?
" Ini Rumahnya Om Rama," ucap Laura ngasal karena gak tau mau jawab apa.
"Eh lo pakek baju kesayangan gue lagi, Lepas gak," ujar Angga
"Eh gue gak sudi ya pakai baju lo, ucap Laura mau melepaskan bajunya, namun dia teringat kalau dia melepas bajunya pasti akan kelihatan isi baju itu, akhirnya dia tidak jadi melepasnya
"Kenapa berhenti, ayo lepas," tantang Angga, Laura memikirkan cara agar dia tidak perlu melepas bajunya, dia seolah-olah tidak mendengar ucapan Angga.
"Pa kayaknya misi kita gak akan berhasil deh, lihat mereka sudah kayak anjing dan kucing saja," bisik Anggi pada papanya.
"Sepertinya kita harus cari cara lain deh," ujar Anggi lagi.
"Kita lihat saja dulu," ucap Rama
"Eh gadis aneh jangan pura-pura gak dengar lo, ayo cepat buka," ujar Angga
"Beneran nih mau gue buka," ujar Laura sambil mendekat ke arah Angga, Angga yang melihat gelagat Laura reflek mundur, tapi Laura masih maju, Rama dan yang lainnya hanya jadi penonton saja.
Sampai Akhirnya Angga sudah terduduk di kursinya, dan Laura semakin mendekat kearahnya.
" Beneran lo mau lihat isinya ?" Angga jadi semakin gugup dan tangan Laura membuka piring yang ada di atas meja.
"Ini sudah gue buka, ayo makan," ucapnya lalu juga duduk di kursinya.
Huff...
Angga menarik nafas lega, Rama dan yang lainnya tertawa melihat wajah tegang Angga tadi.
Sepertinya anak ini akan bisa mengubah Angga kedepannya, Dan mungkin bisa menghilangkan trauma Angga sama masa lalunya,, Batin Rama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like dan Coment yang banyak ya...🙏🙏🙏
__ADS_1