Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Ciuman pertama


__ADS_3

Deggg...


"Dimana ini ? kenapa gue di sini ya ?" guman Laura


"Ini apa sih kok berat banget," ujar Laura sambil menoleh ke arah sampingnya


"Aaaaaa..."


Gubraaak...


Laura menendang Angga sehingga Angga jatuh ke bawah King Side itu.


Awwww...


"Kenapa lo tendang gue sih ," ujar Angga


"Lo ngapain gue hah..?" tanya Laura sambil menyilangkan tangannya di dadanya


"Emang lo pikir gue selera apa sama lo, badan kayak triplet gitu," ucap Angga


"Lo ngeledek gue, lo gak selera sama gue..yakin lo," Laura mempunyai Ide untuk menjahili Angga


Laura bangkit dari King Side nya lalu berjalan ke arah Angga.


"Mau ngapain Lo ?" tanya Angga, Laura masih menghampirinya pelan-pelan.


"Katanya lo gak selera sama gue..?


Angga bangkit dan Mundur, Laura semakin maju sehingga Angga menabrak Dinding.Laura mengukung Angga.


Deggg....


Wajah Angga pucat pasi, jantungnya serasa mau copot saja, Laura mendekatkan wajahnya ke wajah Angga, Angga reflek menutup matanya, ketika melihat itu Laura tersenyum.


"Ngarep lo ya..." ucap Laura sambil tertawa


Angga kaget lalu membuka matanya dan melihat Laura sudah kembali duduk di Ranjang itu. Wajah Angga memerah menahan malu.


"Katanya Lo gak Selera sama tubuh kerempeng gue ?" ucap Laura menantang Angga, Angga kemudian mendekat ke arah laura. Laura terkesiap melihat Angga berubah menjadi berani terhadapnya.


Angga menjatuhkan Laura di Ranjang itu lalu menindihnya dan memegang tangan Laura di atas kepalanya.


"Mau ngapain lo ?" ucap Laura


"Lo sudah salah memancing macan tidur, sekarang lo harus rasain amukannya," ucap Angga dengan nafas memburu.


Angga mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Laura, Laura memberontak tapi tenaganya tidak cukup kuat melepaskan diri dari Angga.


"Please..gue mohon lo jangan begini," ucap Laura sambil menangis, Angga terkesiap melihat Laura menganggap kalau dia serius akan melakukan itu kepadanya, padahal Angga cuma membalas candaan Laura tadi.

__ADS_1


Angga lalu melepaskan tubuh Laura, dan Laura bangun dan duduk sambil memeluk lututnya dengan membenamkan wajahnya di antara lututnya itu.


"Maafin gue Laura, gue hanya bercanda," ucap Angga, padahal Angga tadi memang sempay terpancing oleh aksi Laura, tapi saat melihat Laura menangis dia tersadar akan kekhilafannya itu.


Laura masih menundukkan wajahnya di antara lututnya itu masih menangis.Angga mau menyentuh Laura tapi dia takut kalau Laura berteriak, dia mengurungkan niatnya itu kemudian duduk di samping ranjang di dekat Laura.


"Laura maafin gue, gue gak maksud buat lo menangis begini," ucap Angga menyesal


"Ha..ha..ha..." Laura tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Angga itu, Sebenarnya Laura hanya nge prank Angga ,Dia mau melihat apa Angga itu bisa merasa bersalah atau enggak padanya.


"Resek..lo ternyata punya hati juga ya, dulunya gue pikir hati lo sudah di buat sambal goreng," ucap Laura masih tertawa terbahak-bahak. Angga mengerutkan keningnya.


"Lo ngerjain gue ?" ucap Angga lalu kembali menindih Laura sambil mengelitiknya.


"Ampun...ampun...gak lagi..ha..ha..ha.." Laura tertawa geli karena di kelitiki oleh Angga.


Laura membalas menggelitik Angga sehingga Angga tertawa juga , mereka akhirnya terkapar di atas ranjang karena lelah tertawa.


"Resek...lo kenapa sih gak punya pacar," Laura memulai obrolan.


"Gue trauma.." jawab Angga singkat


"Trauma ?" Laura menopang kepalanya menatap ke arah Angga.


"Iya..pacar-pacar gue semuanya meninggal ketika pacaran sama gue," ucapnya sedih


"Lo bilang sesuatu ?" tanya Angga sekilas mendengar gumaman Laura


"Enggak gue gak ngomong apa-apa kok," ucapnya.


"Apa lo gak coba untuk mencari pacar lagi, Siapa tau Trauma lo akan sembuh," ujar Laura


"Gue gak mau yang jadi pacar gue nanti meninggal lagi," ucap Angga


"Lo kan belum mencobanya, kenapa lo bilang begitu,"


"Gue gak mau Laura , kenapa sih lo memaksa gue," ujar Angga meninggi.


"gak usah nge gas kali, gue kan hanya ngusulin nih, soal lo gak mau itu terserah lo," ujar Laura


"Tapi kalau lo gak mencoba buat cari pasangan lagi,trauma lo gak akan sembuh, lo akan Trauma seumur hidup," ujar Laura


"Laura...gue gak mau bahas itu lagi," ucap Angga dingin


"Serah lo deh, tapi Resek lo harus coba buat pacaran...emmmpp" Angga membungkam Laura dengan mencium bibirnya itu.


Laura mendorong tubuh Angga sehingga Angga terpental ke bawah.


"Angga...lo sudah ngambil ciuman pertama gue..." teriak Laura.

__ADS_1


" Pokoknya lo harus tanggung jawab," ucap Laura lagi


Angga pun kembali bangkit lalu kembali mencium bibir Laura, tapi kali ini Laura tidak memberontak malah dia menikmati permainan Angga itu, Tubuh Angga mulai memanas dia kemudian melepaskan ciumannya itu sambil tersenyum.


"Sekarang sudah impas kan," ucap Angga lalu bangkit dan keluar dari kamar itu, saat dia keluar dia melihat Doni sedang duduk di Sofa yang berada di dalam ruangannya itu.


Doni tersenyum ke arahnya.


"Sejak kapan lo di situ ?" tanya Angga


"Sejak tadi, tapi lo gak usah khawatir gue gak lihat apa-apa kok, " ucap Doni masih tersenyum


"Tapi lo cocok sama dia, Giman sih rasanya bibir yang masih perawan itu ?" ujar Doni, Angga memelototkan matanya ke arah Doni.


"Lo...! Please tolong rahasiain ini, jangan bilang-bilang sama kak Anggi kalau gue nyium Laura, bisa di kebiri gue sama dia," ucap Angga


"Tergantung.." ucap Doni


"Lo mau apapun akan gue kasih asalkan lo tutup mulut,"


"Hemmm..apa ya..,"


"Ayo dong Don, lo bilang saja apa mau lo, gue pasti bakal kasih kok, gue gak pernah ingkar janji," ujar Angga


"Oke..Lo harus bantuin gue buat dapatin hatinya yayang Anggi," ujar Doni


"Apa...kalau itu gak mungkin Don, yang lain saja," ucapnya


"Tadi lo bilang akan kasih apapun yang gue mau, gue maunya yayang Anggi gak mau yang lain," ucap Doni


"Lo serius ya sama kakak gue ?


"Iya oon, lo gak lihat besarnya Cinta gue sama yayang Anggi, gue selama ini gak pernah bercanda tau," ujarnya


"Gue akan bantu lo, tapi kalau Kak Anggi gak membalas Cinta lo gue mau lo lupain dia dan mencari wanita lain," ujar Angga


"Oke.. Deal..gue janji kalau kak Anggi gak membalas perasaan gue, gue akan mundur pelan-pelan," ujar Doni .


"Tapi gue rasa lo sama tu cewek cocok deh, kenapa lo gak pacarin saja." ujar Doni


"Gue takut..." ucap Angga


"Lo kan belum coba, gue dukung lo sama dia. Siapa tau kejadian dulu gak akan terulang kembali, gue lihat dia wanita super, tentunya dia bisa melewati semuanya,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Berikan coment terbaikmu ya Readers...


Makasih🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2