Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Pupus Sudah Harapannya


__ADS_3

"Kalau begitu kamu gendong aku, di sana jalan keluar buat kita, " ujar menunjuk ke arah cahaya putih yang tak jauh dari tempat mereka


Tapi sebelum Angga mengendong Laura setan-setan itu sudah memegang kaki Laura dan Menariknya.


"Angga kamu harus cepat pergi..pergi..." teriak Laura. Angga masih menarik tangan Laura.


"Tidak...aku gak akan pergi tanpa kamu Laura ," ujar Angga


"Cepat Pergi..jangan hiraukan aku, kamu harus selamat Angga, Aku mencintaimu Angga," ujar Laura kemudian menghentakkan tangannya sehingga Tangan Laura terlepas di tangan Angga.


"Laura.....! " teriak Angga, Air mata Angga turun deras melihat Laura di seret oleh setan-setan itu.


"Aku gak boleh tinggalin Laura di sini, aku mencintainya, aku gak mau kehilangannya," Dengan sekuat tenaga Angga mengejar Laura yang di bawa oleh setan-setan itu, namun saat Angga hampir sampai di sana, dia melihat Gadis yang mirip dengan Laura dan seorang pemuda tampan yang tak lain adalah Arumi dan Parjo sedang melawan setan-setan itu dan Akhirnya Laura terbebas dari mereka.


Laura langsung memeluk Angga, begitu pula dengan Angga. Arumi dan Parjo masih melawan setan-setan Itu dan akhirnya kemenangan ada di pihak Arumi dan Parjo.


"Laura ayo cepat pergi, biar kami yang menghalangi mereka," Suruh Parjo

__ADS_1


"Iya Laura...kami Rela terjebak di sini untuk selamanya asalkan kamu dan Angga selamat dan Ingat Laura kamu harus menepati janjimu padaku untuk menjaga Papa dan Oma ku, Ayo cepat pergi," Suruh Arumi


"Selamat Tinggal Parjo, selamat Tinggal Arumi, Aku akan selalu mengingat kalian dan akan menepati janjiku," ujar Laura, Angga masih mematung tapi tangan Laura menariknya sehingga mereka bisa juga keluar dari alam Ghaib itu.


Angga dan Arumi terpental Jauh, Terlihat Pak Kyai masih setia menunggu di sana.


"Pak Kyai..segera tutup Pintu Alam Ghaib itu," Suruh Laura, Pak Kyai membacakan ayat-ayat AlQuràn sehingga perlahan-lahan cahaya di balik pohon Mangga itu meredup dan tak lama kemudian menghilang.


"Doni...panggil Ambulance, Laura kamu bertahan ya sayang," ucap Angga sembari menangis melihat tubuh Laura tercabik-cabik oleh kuku tajam Setan itu, darah segar mengalir di sekujur tubuh Laura.


Laura tersenyum sambil meringis kesakitan, Angga masih saja memeluknya, dia teringat saat dia menolong Arumi dari kecelakaan dulu, Arumi sekarat di pangkuaannya sama persis dengan Apa yang di alami Laura sekarang.


Wie..wie...wie..


Suara Ambulance terdengar, Angga langsung menggendong Laura menuju ke Ambulance. Dan Laura pun langsung di bawa ke rumah sakit.


Di Ruangan ICU Laura sedang di tangani oleh Dokter, Terlihat Jessica dan Panji berjalan terburu-buru menghampiri Angga

__ADS_1


"Jess , tolong Istri gue Jess,"ujar Angga.


"Iya Ga, gue dan Panji akan masuk dan melihat kondisinya," Jessi lalu masuk ke Ruang ICU itu.


Panji kaget saat melihat pasien yang sedang di tangani oleh Dokter itu adalah Laura yang selama ini dia cari.


"Laura...! ujar Panji lalu dia menghampiri Laura yang sudah tak sadarkan diri itu di sebabkan oleh obat bius, karena luka di tubuhnya banyak sekali Dokter terpaksa membius tital Laura agar mempermudah para dokter untuk menjahit luka yang terbuka di tubuhnya Laura.


"Panji kamu kenal sama Laura ?" tanya Jessica


"Iya Jess, dia cinta pertama aku," ujar Panji


Duarrr...


Bagai di sambar geledek Hati jessica hancur berkeping-keping, dia tidak menyangka kalau Laura itu adalah Cinta pertamanya orang yang dia sukai, pupus sudah harapannya, akan tetapi Jessica berpikiran positif kalau Laura itu sudah menikah dengan Angga, jadi Panji tidak punya kesempatan lagi buat mendekati Laura.


"Panji dia Istri sepupu gue Angga," ujar Jessica

__ADS_1


"Apa...!Ja..jadi Laura sudah menikah ?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2