
"Betah sekali Lo meluk gue kek gini, ularnya sudah pergi kok," ujar Parjo
"Eh..maaf Jo, gue reflek meluk lo. Abisnya gue geli banget liat tu ular jalan di situ," ucap Arumi
"He..he..lama juga gak apa-apa," guman parjo
"Lo ngomong sesuatu ?" tanya Arumi yang sekilas mendengar gumaman Parjo
"Gak kok, gue gak ngomong apa-apa," ucapnya Bohong.
Anggi terlihat celingak-celinguk mencari keberadaan Laura, rencananya dia mau mengajak Laura berbelanja kebutuhannya selama dia tinggal di sana, Anggi sudah lama tidak shoppibg bareng ke mall semenjak dia bertemu dengan pacarnya yang mesra-mesraan sama cewek lain di Mall semenjak itu pula dia jarang ke Mall kalau sendirian karena pacarnya itu salah satu pemilik stand di Mall besar itu.
Dia takut bertemu dengannya karena memang hubungan mereka sudah berakhir, pernah sekali mereka tidak sengaja bertemu, pacarnya itu sampai mengejar dia dan hendak mencelakainya karena Anggi menolak balikan dengannya.
Anggi masih mencari-cari Laura, Dia ber pas-pasan dengan Angga yang hendak ke kamarnya.
"Ga..Lo liat Laura gak ?" tanya Anggi
"Tuh di Ruang TV, " ujar Angga lalu dia masuk ke kamarnya.
Anggi segera menuju kesana, benar adanya kalau Laura sedang tertidur di sana sambil sesekali ngorok, Anggi sampai cekikikan melihatnya.
"Lugu amat sih ni anak, sebenarnya dia sangat cantik sih, tapi tertutup sama sifat tomboy dan cueknya yang kebangetan, tapi gue yakin suatu saat Angga pasti bisa suka sama dia, Gue saja sebagai cewek mengaguminya karena kepolosan dan kekocakannya," ucap Anggi
Anggi mencoba membangunkan Laura, saat tangannya menyentuh Laura, Laura reflek memelintir tangan Anggi.
"Awww .." pekik Anggi, Laura langsung melepaskan tangan Anggi
"Eh mbak Anggi maaf..maaf..aku gak sengaja, aku kaget tadi," ucap Laura sambil mengelus-ngelus tangan Anggi yang sedikit memerah karena cengkeramannya.
"Kamu tidur saja masih main silat ya, gak salah kalau kamu di suruh sama papa buat jadi Body Guardnya Angga," ucap Anggi
"Mbak boleh gak kalau aku nolak jadi apa itu Body..Body.."
"Body guard, Laura.."
__ADS_1
"Iya itu, aku gak mau bareng-barang si resek itu terus bisa mati muda akunya," ucap Laura
"Ha..ha..Apa segitu nyebelinnya si Angga di mata kamu Laura sampai-sampai kamu gak mau bareng-bareng sama dia?" tanya Anggi
"Padahal adik mbak itu tampan loh, banyak cewek yang ngatri mau dekat-dekat sama dia," tambahnya
"Iya sih mbak,dia memang tampan tapi dia itu super duper nyebelin mbak, mbak tau gak saat pertama kali ketemu waktu itu dia sengaja menabrak si tora dari belakang mbak," ujarnya
"Siapa itu si Tora ?" tanya Anggi
"Si tora itu motor kesayangan aku mbak, padahal baru saja aku dandanin dia biar cakep eh sudah di tubruk aja sama si resek itu," ujar Laura kesal
"Ha..ha..kamu ini ada- ada aja Laura, oh ya kamu mau gak ikut mbak belanja," tanya Anggi
"Mau banget mbak, aku tuh mau masuk ke gedung besar yang pernah aku lihat di tipi itu loh mbak, apa ya namanya...emmol ya emol..." ucap Laura semangat
"Mall Laura, ya sudah kamu mandi gih, siap-siap kita pergi ke Mall," suruh Anggi
"Beneran mbak kita pergi ke emol ?
"Yeay..pergi ke emol..pergi ke emol...," sorak Laura,Anggi tertawa melihat tingkah Laura yang super kocak dan seperti bicah itu.
Laura langsung menuju ke kamarnya dan masuk ke kamar mandi, sesudah itu dia langsung berpakaian, karena dia tidak punya baju akhirnya dia memakai juga drees milik Anggi yang di tinggalkan di sana.
Setelah menyisir rambutnya dan memakai bedak saja Laura hendak keluar kamar tapi dia di kejutkan oleh Arumi dan Parjo yang tiba-tiba muncul di sana.
"Laura kita ikut ya ke Mallnya ?" ucap Arumi
"Gak usah..kalian di rumah saja ngobrol-ngobrol siapa tau dari ngobrol turun ke hati kan," ujar Laura
"Tau gak sih Arumi si Parjo itu Jomblo loh, siapa tau kalau kalian sudah saling kenal kalian bisa sama-sama suka," tambahnya yang membuat Arumi tersipu
"Ya sudah sana jalan-jalan kek berdua jangan asik ngebuntutin aku aja, risih tau gak sih di buntutin terus sama kalian," ucap Laura kemudian menarik handel pintu kamar itu.
Kebetulan saat Laura keluar berbarengan dengan Angga yang juga keluar dari kamarnya. Angga seketika terpana melihat penampilan Laura yang berbeda itu. Angga terbengong di depan pintu kamarnya.
__ADS_1
"Heh ngapain lo lihat gue seperti itu, lo terpesona ya sama kecantikan gue ini," ucap Laura yang membuat Angga kaget.
"Siapa yang terpesona sama nenek lampir kayak lo sih, yang ada gue serem lihat lo berpenampilan begitu, kayak kuntilanak aja lo," ujar Angga yang memang Laura sekarang memakai drees selutut berwarna putih.
"Eh malah mbak kunti aja segala yang di bawa-bawa, nanti dia kesini ngerasuki lo baru tau rasa lo,"
"lagian tinggal ngaku aja apa susahnya sih, kelihatan kali mata lo itu melotot mandangin gue," ujar Laura
"Eh pede gila lo, mata gue melotot karena tadi gue kira lo penampakan hantu yang menghuni Mansion ini," ujar Angga
"Emang di sini ada hantunya, gue liat dari kemaren gak ada apa-apa tuh," ucap Laura
"Yang ada cuma Arumi sama si Parjo," guman Laura
"Lo ngomong apa ? Arumi.., lo kenal sama Arumi ?" tanya Angga
"Siapa Arumi ? gue gak ngomong itu kok, tadi gue bilang di dapur ada cumi-cumi, mau gue goreng nanti, udah ah gue mau ke emol dulu sama mbak Anggi." ucapnya sambil berlari menjauhi Angga.
"Hufff..untung gue bisa ngeles kalau enggak dia bakalan tau kalau gue bisa lihat Arumi, lagian apa sih hubungan Angga sama Arumi ? apa dia pacarnya ya, ah nanti aja gue tanyain sama orangnya yang penting gue pergi ke emol dulu sekarang sama mbak Anggi." ucapnya
"Mbak Anggi Laura is Cooming," ucap Laura sambil bergaya ala-ala princes, Anggi terpana melihat Arumi yang sangat cantik di balut dengan drees kepunyaannya walaupun Laura tidak memakai riasan di wajahnya.
"Mbak Anggi ayo kita berangkat, nanti gak lama loh di emolnya," ucap Laura membuat Anggi kaget.
"Yuk," ajak Anggi lalu mengandeng Laura menuju ke mobilnya.
"Wiih kita pakai mobil yang mana ya," ujar Laura
"Kamu pilih yang mana ?" tanya Anggi, Laura melihat- lihat sejenak.
"Yang merah itu gimana ?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like dan Coment kalau suka ya...🙏🙏🙏
__ADS_1