
"Kamu kok lebay sih Ga, Jadi kelihatan aneh deh kalau kamu begitu," ujar Laura
"Loh kok lebay sih sayang, aneh dari mana ? ini beneran isi hati aku yang paling dalam loh,"
" Ha..ha.., Iya Ra..Angga Aneh kalau begitu, gue aja yang dengarnya mau muntah," ujar Jessica yang baru masuk ke sana.
"Apaan sih lo, keluar lo sana...ganggu aja ," usir Angga
"Hei Hello...gue Dokter di sini, gue bisa kapan saja masuk ke ruangan ini, ngapain lo usir gue,"
"Dokter sih Dokter, kalau gue gak ngizinin lo mau apa ?"
"Eh malah Nyolot lo Ga, ya sudah gue pergi aja, gak jadi periksa Laura, biarin aja dia gak sembuh-sembuh," ucap Jessica berbalik
"Jangan dong Jess, gimana nasib gue kalau Laura gak sembuh-sembuh," ucap Angga menghentika langkah Jessica
"Gak kok Ga, gue hanya bercanda, bisa di pecat nanti gue sama Bokap kalau gak ngejalanin tugas dengan baik," ujar Jessi kembali melangkah menuju ke arah Laura
"Gimana dengan Istri gue Jess ?"
"Belom lagi gue periksa udah lo tanya aja Ga..Ga..," Ujar Jessi ngambek, Angga cengengesan.
"Ya sudah ayo cepat periksa," suruh Angga
__ADS_1
"Gimana lukanya, masih sakit ?
"Menorot lo ?" ucap Laura kesal, sudah tau sakit masih saja di tanya seperti itu.
"Ha..ha..lo itu sama aja ya Ra kayak Angga, sama-sama emosian," ujar Jessi lalu memeriksa tekanan darah Laura.
"Tekanan Darahnya bagus, suhu tubuhnya juga Normal, sepertinya keadaannya baik, pasti akan cepat pemulihannya," ujar Jessi
"Kapan bisa pulangnya ?" tanya Angga
"Eh Kampret, gak lihat luka Istri lo masih begitu, malah tanya kapan pulang lagi, sebulan lagi baru bisa pulang ," ujar Jessi ngasal
" Lama amat.., gak bisa di percepat gitu, gue udah kangen sama istri gue tau ," ujar Angga sambil melirik ke arah Laura
"Apa...!
"Ha..ha..ha.." suara tertawa dari arah pintu mengagetkan mereka, ternyata tiga sahabatnya yang resek yaitu Doni, Lukman dan David sudah berada di pintu ruangan itu, mereka sempat mendengar ucapan Jessica itu.
"Wah..wah..kasian banget hidup lo Ga, dekat tapi gak bisa di sentuh,, bisa-bisa si otong gak Fungsi lagi tuh kelamaan gak di belai ha..ha.." ucap Lukman yang cepat nyambung kalau soal yang begituan.
"Lo bisa diam gak sih, lagian Kalian ngapain ke sini ganggu aja ," ujar Angga
"Kita mau jenguk istri lo, lagian lo tega amat sih sama kita, nikah kok gak bilang-bilang," ujar David.
__ADS_1
"Gue aja yang Asisten setianya gak di kasih tau apalagi lo-lo pada ," ujar Doni
"Bener-bener nih si Angga, memang gak setia kawan," ujar Lukman menghampiri Laura
"Hai kakak ipar, aku Lukman sahabatnya Angga," ujar Lukman mengulurkan tangannya, Laura menjabat tangan Lukman.
"Sok muda lo Man, udah tua juga," ucap Jessi
"Biarin yang penting kan lebih muda dari pada lo wleek.." ucap Lukman memeletkan lidahnya ke arah Jessi, memang Lukman yang lebih muda dari mereka berlima.
"Sudah lepas tangannya, jangan lama-lama ," ucap Angga
"Cie..cie..cembokir nih ye.." ucap Lukman
"Kayaknya Angga bucin akut nih sama kakak Ipar," ujar David
"Diam Lo, mau gue jitak pala lo itu," ujar Angga menatap tajam ke arah David
"Kakak Ipar, lihat nih abang Angga..marahin dedek ," ujar David sok manja yang membuat Mata Angga makin melotot saja ke arahnya.
Laura tertawa melihat interaksi mereka, dia baru tau ternyata Angga punya teman-teman yang lucu seperti mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1