Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Salah Faham


__ADS_3

"Ya ampun Ra..jadi karena ini kamu pakek Syal..?"Laura menunduk malu


"Pantesan saja Angga senyam-senyum begitu tadi, rupanya dia buas juga ya Ra ," ucapan Anggi makin membuat Laura malu dibuatnya.


"Ngapain sih kamu malu sama mbak Ra, lagian mbak juga kan sudah dewasa, jadi mbak sudah ngerti kalau yang begituan," ujar Anggi


Mbak Anggi kok gak ada malu-malunya ya ngomong kek gitu, ini keluarga memang aneh semua,, Batin Laura


Di depan Gerbang mansion itu...


"Yuhu...kita sampai nek, " ujar Vero yang sudah sampai juga di alamat yang di kirim oleh Laura itu.


Vero tidak hanya mengantarkan Bu Ratna saja ke sana akan tetapi juga mengajak Dona dan Gisel ikut ke sana.


"Wooow...Tinggi banget gerbangnya, pasti suami Laura orangnya tajir abis, kira-kira ada temannya yang masih Jomblo gak sih," ucap Gisel


"Yach lo Sel..Sel..memang otak lo ya kalau gak cowok tampan pasti cowok kaya deh ," ujar Vero


"Hello sekarang ini kalau gak gaet cowok kaya gak bakalan menjamin Bro, kalau cowok tampan sih, yah bisa buat simpanan he..he..


Pletak...


Dona menjitak kepala Gisel masih dengan gaya coolnya.


"Aduuuh Don..sakit tau," ujar Gisel


"Itu buat menyadarkan lo dari angan-angan lo yang tak berujung itu," ujar Dona


"Eh ngomong-ngomong kok gerbangnya gak di buka ya,"


"Lo klakson dulu begok,"


"Eh iya..gue lupa nek...he..he..,"


Tin...tin...


Pintu gerbang itu terbuka sendiri, mereka pun tampak melongo melihat rumah bak istana di depan mereka itu.


"Waaah...besar sekali rumahnya ya nek, lebih besar dari rumah gue," ujar Vero


"Ini sih bukan besar lagi Ver, ini sudah kayak istana," ujar Gisel masih ternganga, Sedangkan Dona biasa saja, walaupun dia bukan berasal dari orang yang berada akan tetapi dia tidak norak seperti dua sahabatnya itu.


Bu Ratna sampai meneteskan air matanya, dia tidak menyangka kalau Laura akan mendapatkan suami yang kaya raya seperti itu.


"Bu Ratna kenapa menangis ?" tanya Vero

__ADS_1


"Ibu terharu nak Vero, ibu tidak menyangka kalau Laura tinggal di rumah sebesar ini," ujar Ratna sambil menghapus air mata yang mengalir di pipinya.


"Bu Ratna gak usah bahagia dulu, kita kan belum tau Laura menikahnya sama siapa, bisa jadi kan dia menikah sama bangkotan tua yang kaya raya," Ujar Gisel


"Moncong lo itu ya Sel, gak bisa apa gak ngomong ngada-ngada gitu," ujar Vero


" Loh salahnya di mana ?Bisa jadi kan apa yang gue bilang tadi," ujar Gisel


"Sudah..sudah.. dari pada kita mengira-ngira sendiri lebih baik kita masuk saja dulu, Ayo bu Ratna kita turun ," ajak Dona


Mereka pun akhirnya turun dari mobil itu lalu melangkah ke arah pintu mansion tersebut.


Tok...tok...


Vero mulai mengetuk-ngetuk pintu Mansion itu, Terdengar dari dalam Mansion langkah kaki menuju ke arah pintu itu.


Ceklek...


Pintu itu terbuka, terlihatlah seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Bik Iyem membuka pintu tersebut.


"Siapa ya ?Tanya Bik Iyem


"Kami ingin bertemu sama yang punya rumah ini, apa beliau ada ?" tanya Ratna sopan.


"Sebentar ya bu, saya panggilkan dulu tuannya ," ujar Bik Iyem lalu menuju Ruang keluarga dan memanggil Rama.


"Siapa ?" tanya Rama


"Saya kurang tau tuan, katanya mereka ingin bertemu dengan tuan," ujar Bik Iyem lagi.


"Bibik suruh mereka masuk ya, sebentar saya ganti baju dulu," ujar Rama


Bi Iyem kembali ke pintu lalu mempersilahkan mereka masuk dan duduk di ruang tamu.


"Waah bukan hanya luarnya saja yang megah ya, dalamnya juga penuh dengan barang-barang mewah," ucap Gisel


"Iya nek, walaupun gue kaya tapi gue gak punya tuh barang-barang begitu," ujar Vero


Dona pun mengode kalau ada yang datang.Mereka pun bangun ketika da pria paruh baya yang menuju ke sana.


"Kenapa berdiri, ayo silahkan duduk," ujar Rama Sopan.


"Ooo jadi ini toh suami Laura, ternyata sudah tua ya," bisik Vero


"Walaupun sudah tua tapi masih sangat tampan tau, gue juga mau sama yang beginian, lo gak lihat tuh ototnya, lo sih kalah ," bisik Gisel

__ADS_1


"Heem..."Dehem Dona yang mengagetkan mereka


"Maaf bu, ada perlu apa ya ?" tanya Rama


"Dasar ya bapak-bapak gak tau diri, saya tau kalau anda kaya tapi gak sesenaknya juga menikahi putri orang," Ratna mulai bangun dan memukul-mukul Rama


"Maksud ibu apa sih, saya gak ngerti..aw..aw...," Rama menghindari pukulan Ratna


"Kamu tau gak, anak saya itu gak cocok jadi istri kamu dia itu lebih cocok jadi anak kamu tau," Ratna masih mengamuk sambil mengejar-ngejar Rama, Sinta yang baru keluar dari kamarnya melihat kalau suaminya di kejar-kejar sama perempuan dengan sendal di tangannya langsung menuju ke arah mereka.


"Ada apa ini," Rama langsung berlindung di belakang istrinya itu, Ratna menghentikan aksinya.


"Ma..tolongin papa, tiba-tiba saja ibu ini mengamuk dan ngomong-ngomong gak jelas," ujar Rama


"Ibu siapa ?, apa bisa kita bicara baik-baik bu ," ujar Sinta sopan


"Saya sebenarnya ke sini untuk menemui suami anak saya, tapi saya tidak sudi mempunyai menantu seumuran dengan saya, kami memang miskin tapi kami juga gak mau di perlakukan begini," ujar Ratna


"Bu..ayo kita duduk dulu ya, kita bicarakan ini baik-baik ," ujar Sinta lalu membawa Ratna kembali ke sofa ruang tamu.


"Ayo di minum dulu bu," ujar Sinta memberikan air putih buat Ratna


"Apa ibu sudah lebih tenang ," tanya Sinta, Ratna mengangguk


"Coba ceritakan ibu ke sini sebenarnya mau bertemu dengan siapa ?


"Saya di kasih alamat ini oleh anak saya, dia bilang dia sudah menikah, dan saya ke sini untuk bertemu dengan suaminya tapi saya tidak menyangka kalau suami dari anak saya itu seumuran dengan saya ," ujar Ratna menatap ke arah Rama


"Pa...apa papa punya perempuan lain selain mama ?" tanya Sinta menatap Intens ke arah Rama


"Gak mama sayang, papa juga gak tau ibu ini siapa, dia datang dan main nuduh-nuduh papa seperti itu," ujar Rama, Sinta menatap kembali ke arah Ratna


"Kasian sekali kamu Nduk..nduk..gak di akui oleh suamimu ini, suami macam apa yang kamu nikahi ini Laura...," ucap Ratna sambil menangis


"Ibu panggil siapa tadi ?" tanya Sinta


"Nduk ,"


"Bukan itu tapi nama anak ibu," tanya Sinta


"Laura ,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like...Coment...Vote...

__ADS_1


makasih 🙏🙏🙏


__ADS_2