Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Sosok wanita misterius


__ADS_3

"Laura kemana aja sih, saya sudah nyariin kamu kemana-mana ternyata kamu asik makan di sini," ujar Angga , Semua yang melihatnya ternganga sampai ada yang mau pingsan dibuatnya.


"Eh pak Angga, gue laper pak boleh dong gue makan dulu di sini," ujar Laura


Angga yang melihat semuanya melongo memandang ke arahnya merapikan jas nya.


Ni anak buat kekacauan apa lagi sih, kenapa mereka memandang gue seperti itu,, Batin Angga


"Laura makannya di ruangan saya saja, Ayo ," ucap Angga lalu menarik tangan Laura sehingga Laura tidak ada pilihan lain selain mengikutinya, tapi sebelum dia pergi dia melambaikan tangannya ke arah semua yang ada di sana. Mereka tambah tercengang melihatnya.


"Eh jangan-jangan bener yang lo bilang kalau Laura itu pacarnya pak Bos,buktinya pak Bos gak risih memegang tangan Dia seperti itu," ujar gadis semok tadi


"Iya...tapi kok bisa ya selera pak bos seperti itu ya ," ujar yang lainnya


"Eh sudah dong ngomongin mereka, kalian gak takut apa kalau mereka dengar bisa-bisa kalian di pecat loh," ujar gadis yang dari tadi diam saja, semuanya Diam dan kembali melanjutkan makannya.


Sementara Angga masih menarik tangan Laura menuju ke ruanganya, Semua mata menatap ke arah mereka dengan perasaan heran.


Saat mereka sudah sampai di ruangan Angga, Laura heran kenapa Angga belum melepaskan tanganya.


"Betah amat pak megang tangan gue," ujar Laura


"Eh..maaf," ucap Angga gugup,dia tidak sadar belum melepaskan tangan Laura.


"Kalau suka bilang bos.." Goda Laura


"Kalau iya kenapa ," guman Angga yang membuat Laura tercengang sekilas mendengar gumamannya itu.


"Apa...apa gue gak salah dengar kalau lo bilang suka sama gue ?" ujar Laura


"Emang gue bilang kek gitu ?" gue bilang kalau lo suka lo bisa bekerja jadi Body guard gue," ucap Angga ngeles


"Oooo kirain lo suka sama gue, kalau benar gue juga," guman Laura


"Lo bilang apa ?


" Gue bilang kalau gue juga suka kok kerja jadi Body guard lo," ujar Laura memandang ke arah lain sambil tersenyum


"Kalau begitu mulai besok lo sudah boleh masuk kerja, lo akan selalu berada di samping gue," ujar Angga


"Selalu ? maksud lo setiap saat gitu ?"


"Iya.." Jawab Angga


"Gue gak mau ," ujar Laura

__ADS_1


"Kenapa ?, kan tugas Body Guard selalu ngejaga gue dari segala bahaya kan," ujar Angga


"Gue gak mau kalau gue harus ikut lo sampai ke toilet juga, ngebayanginnya aja gue udah ngeri apalagi beneran," ujar Laura


"Ha..ha..ha.., gak segitunya kali, gue juga gak mau kali Lo lihat aset berharga gue ini," ujar Angga


"Ish siapa juga yang mau lihat ular kadut lo itu, bisa katarak mata indah gue ini," ujar Laura


"Bener nih gak mau lihat, gak penasaran sama ular kadut gue ," goda Angga sambil menaruh tangannya di sleting celananya


"Angga jangan macam-macam kamu ya ," ujar Laura


"Sini dekatan lagi, biar gue nampain ke Lo," ujar Angga terus mengoda Laura


"Angga..gue gak mau, tutup gak ," ujar Laura menutup matanya


Ceklek...


"Eh Bro ngapain lo ? kok mau buka celana aja,," tanya Doni yang masuk ke ruangan itu.


"Ini di kantor tau, masuk kamar dulu sana" tambahnya


"Dasar pria-pria mesum kalian," Ujar Laura lalu berlari keluar dari ruangan itu


🌹🌹🌹


" Seru banget ya Filmnya Jo," ujar Arumi


"Seru apanya, masak setan nonton Film setan sih, padahal tadi aku ingin nonton Film Romantis tau," ujar Parjo memberengut kesal


"Sudah dong jangan Ngambek gitu ah, nanti hilang gantengnya, lagian masih banyak waktu kok, nanti kapan-kapan kita nonton lagi," ujar Arumi


"Janji ya," ujar Parjo


"Iya gue janji kalau Lauranya izinin," ujar Arumi


"Eh Ngomong-ngomong soal Laura, dia lagi ngapain ya ?" ujar Parjo


"Eh Iya..ya.., kita sudah pergi lama loh.., yuk kita pulang," ajak Arumi


"Kita pulangnya pakai apa ?" tanya Parjo


"Lo Amnesia ya, kita ini kan Arwah, tinggal ngilang aja sudah sampai rumah," ujar Arumi


"Tapi kan gak romantis Arumi, kita pulang pakai Angkot saja yuk," ajak Parjo, Wajah Arumi merona walaupun Parjo tidak menyatakan Cinta padanya tapi Arumi dapat mengartikan sikap Parjo itu menjurus kalau Parjo ada rasa sama Dia.

__ADS_1


"Boleh Jo," ujar Arumi yang memang ingin lebih lama lagi berduaan dengan Parjo.


Mereka pun akhirnya menaiki Angkot yang sedang berhenti mengambil penunpang di pinggir Jalan.Angkot pun melaju tapi ada yang aneh dengan Rute Angkot itu.


"Jo..ini kan bukan jalan menuju ke rumahnya Angga kan ?" tanya Arumi


"Iya ya..ini angkot sebenarnya mau kemana Sih ?" Parjo nanya balik ke Arumi


"Tadi lo lihat gak ini angkot nomor berapa ?" tanya Arumi lagi


"Enggak, aku pikir semua Angkot sama saja," ujar Parjo sambil garuk-garuk kepala


"Ya Ampun Jo..Jo, terus ngapain juga lo naik angkot ini, kita jadi salah arah kan ," ujar Arumi


"Mana aku tau sih, aku kan baru di sini, kamu kenapa ikut naik cobak ," ujar Parjo


"Gue kan ikut Lo, gue pikir lo ngerti," ujar Arumi kesal


"Terpaksa kan kita menghilang aja kalau gini caranya," tambah Arumi


Ya sudah deh, kita ngilang aja yuk, ini satu-satunya cara agar tidak salah Arah he..he.. ,"


"Au ah gelap," ucap Arumi makin kesal


Mereka pun akhirnya menghilang dan terlihat sudah berada di depan Mansion keluarga Dwipangga.


Arumi masih kesal dengan Parjo,dia melangkahkan kakinya menuju ke dalam Mansion dan meninggalkan Parjo sendirian di sana.


"Arumi..tungguin aku dong, kok aku di tinggal sendiri sih," ujar Parjo lalu mengikuti langkah Arumi menuju ke dalam Mansion itu.


"Laura...Iam Coming..," Ujar Parjo saat dia masuk ke Kamarnya Laura Parjo mengernyitkan keningnya.


"Laura di mana ya, tumben tu anak Jam segini belum ada di kamarnya, biasanya kan kalau sore-sore gini dia selalu bobo cantik," ujar Parjo


Saat Parjo masuk ke Mansion itu dia langsung menuju ke kamarnya Laura sedangkan Arumi melangkah menuju ke Kamar Angga.


"Angga kok gak ada ya, jangan -jangan Angga gak pulang ke sini malah pulang ke Apartementmya," ucap Arumi


Saat hendak keluar dari sana netra Arumi gak sengaja melihat ke luar Jendela Balkon, sesosok wanita misterius itu muncul lagi di bawah pohon Mangga di bawah sana. Dia pun bergegas keluar dari kamar itu untuk memastikan apa yang dia lihat itu bukan khayalannya saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon dukungannya ya di CS Aku yang berjudul : CINTA BEDA DUNIA


Makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2