
Devan berteriak memanggil nama putrinya itu, namun itu hanyalah mimpi belaka, Devan lalu bangun dan menuju ke kamar mandi, dia tidak pernah tidur sehabis magrib tapi hari ini tak tau kenapa dia sangat mengantuk sehingga setelah shalat dia tertidur pulas di Sajadahnya.
Setelah mengambil Wudhu Devan menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim yaitu Shalat Isya.
Setelah shalatnya selesai dia mendengar kalau ada keributan di luar kamarnya, Devan bergegas menuju ke arah sumber keributan itu dan ternyata apa yang ada di mimpinya terjadi, terlihat Lucia dan Alona terjatuh dari tangga namun keadaan mereka tidak separah yang ada di mimpinya .
"Mas Devan..tolong kita, ada hantu Arumi di kamar Alona," ucap Lucia
"Iya pa, ada hantu arumi di kamar aku ," ujar Alona
"Hantu..? kalian mgomong apa sih, mana mungkin Arumi bisa menjadi hantu, kalian jangan ngaco deh ," ujar Devan
"Beneran pa..Arumi datang buat membalas dendan kerena kita yang membu..ummppp...," Lucia membekap mulut Alona sehingga Alona tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
"Memb apa ? kamu mau ngomong apa sih Alona ayo lanjutkan," suruh Devan
__ADS_1
"Bukan apa-apa Mas, mungkin maksud Alona karena dia menempati kamarnya Arumi gitu," ucap Lucia
"Ayo Lona kita tidur di kamar tamu saja ," ujar Lucia lalu menarik Alona ke kamar tamu, semua itu membuat Devan semakin penasaran apa benar apa yang ada di mimpinya tadi kalau sebenarnya Lucia dan Alona lah dalang dari kecelakaan yang menimpa Arumi.
"Apa benar mereka...tapi gak mungkin, untuk apa mereka melakukan itu, toh arumi tidak pernah menjadi musuh mereka malahan apa yang mereka minta Arumi akan memberikannya, Arumi sangat sayang sama Lucia dan Alona, Dari pada aku berpikiran macam-macam aku akan mengecek apa benar yang di katakan oleh mereka kalau ada Hantu Arumi di kamarnya Alona," ucap Devan lalu bergegas menuju ke kamar Alona yang berada di lantai atas.
"Tuh kan Oma, mereka takut melihat aku, mereka pikir aku adalah hantunya Arumi, tapi sayang Papanya Arumi tidak melihat Ekspresi mereka ha..ha..," ucap Laura
"Ooo jadi kamu sayang yang membuat mama Lucia dan Alona berlari ketakutan seperti itu, bercandanya jangan keterlaluan gitu sayang, kamu bisa mencelakakan mereka loh ," ujar Devan.
"Loh kok Om sih, papa Arumi ," ujar Devan lalu bergabung dengan mereka.
"Pa kalau aku jujur sama Papa , papa akan marah gak sama aku ?" tanya Laura
"Katakan sayang, apapun itu Papa janji gak akan marah sama kamu kok ," ujar Devan
__ADS_1
"Beneran kan ?
"Iya sayang.."
"Mohon maaf sekali lagi ya Om, aku bukan Arumi melainkan Laura, aku tidak bisa bersandiwara seperti yang di inginkan oleh Arumi tapi ini harus aku lakukan untuk membongkar kebusukan Tante Lucia dan Alona selama ini," ujar Laura
"Kamu bicara apa sih Sayang, kamu itu anak papa Arumi, mana mungkin Papa salah mengenal anak papa sendiri."
"Benar Van, apa yang di katakan oleh Laura itu benar adanya, Dia adalah Laura bukan Arumi Kita," ujar Nita
"Mama ngomong apa sih, kalau mau nge prank Devan jangan begini caranya ," ucap Devan
"Oma ngomong yang sebenarnya Om, aku bukan Arumi kalau Om gak percaya aku akan memperlihatkan kalau aku tidak mempunyai tanda lahir di ketiak seperti yang di miliki oleh Arumi dan aku juga tidak alergi sama kacang," ujar Laura
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1