Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Salah kamar


__ADS_3

"Aww..Siapa lo, berani sekali lo kayak gini sama gue," bentaknya


"Lo gak perlu tau siapa gue, semua yang menyangkut mbak Anggi itu jadi urusan gue," ucap Laura masih belum melepaskan tangan Bonar.


"Lepasin gak," ucap Bonar


"Lo minta maaf dulu sama mbak Anggi baru gue ngelepasin tangan lo yang jelek ini," ucap Laura yang membuat Anggi tersenyum mendengarnya, Bonar terperanjat karena baru kali ini ada wanita menghinanya seperti itu.


Gila ni bocah berani sekali dia menghina gue, apa aura gue sudah memudar ya, gue harus balik lagi ke simbah nih buat memaksimalkan Aura gue,, Batin Bonar.


" Iya aku minta maaf ya Anggi," ucap Bonar lalu mengedipkan matanya ke arah Anggi.


"Gak apa-apa kok Bonar, kamu gak salah aku yang salah sudah meninggalkanmu waktu itu," Laura sangat aneh melihat perubahan Anggi yang drastis itu, tadi saja dia sangat ketakutan saat Bonar mengejarnya tapi sekarang Anggi malah menatap genit kearah Bonar.


Ada yang gak beres nih sama Mbak Anggi,, Batin Laura


Benar saja Laura melihat ada sesosok gadis berbaju putih seperti seorang kutilanak berada di belakang Anggi saat ini sedang meniup-niup tengkuknya.


Pantesan saja Mbak Anggi berubah drastis seperti itu, Ini toh penyebabnya,, Batin Laura


Laura bergegas menuju ke belakangnya Anggi dan sengaja menabrak Kuntilanak tersebut agar dia menghentikan aktifitasnya itu.


"Mbak ayo kita pergi," ajak Laura saat merasakan Anggi sudah tersadar dari pengaruh Susuk si Bonar itu.


Anggi masih binggung, tapi dia mengikuti juga apa yang di katakan oleh Laura.


"Sial...gagal deh gue melaksanakan kerjaan gue, sepertinya bocah itu bisa melihat gue deh, gue harus membuktikannya dulu," ucap Kuntilanak itu segera mengikuti Laura dan Anggi dari belakang.


Laura merasakan ada yang mengikuti mereka, tapi dia santai saja karena dia tau yang mengikuti mereka itu bukan manusia melainkan Sesosok Kutilanak penggoda.

__ADS_1


Kuntilanak itu berdiri di depan Laura mengharap Laura menghindar saat melihatnya, tapi apa yang di prediksi oleh kunti tersebut salah, Laura terus saja berjalan ke arahnya dan menabraknya dengan keras sehingga kunti itu meringis kesakitan akibat terinjak oleh Laura.


"Apa gue salah lihat ya tadi, tapi enggak ah, gadis itu seperti sengaja menabrak gue tadi agar gue gak tau kalau dia bisa lihat gue," ujar Kunti itu. Laura dan Anggi akhirnya mamutuskan untuk pulang keMansion.


Kuntilanak tersebut masih saja ngintilin mereka dari belakang, Laura merasa kalau kunti itu memang belum percaya padanya sepenuhnya. Laura membiarkan saja kunti itu mengikuti mereka ke Mansion milik leluarga Anggi.


Sampai di mansion Laura segera pergi ke taman belakang Mansion, sedangkan Anggi sudah masuk ke kamarnya karena merasa gak enak badan.


Laura menengok kebelakang sekilas ternyata apa yang di takutkan olehnya terjadi, Kuntilanak itu masih mengikutinya dengan wajah seramnya itu.


Perlahan Laura menghentikan langkahnya di sebuah kandang kucing, dia mengambil kucing itu dan menggendongnya.


"Pus..pus..hari ini kamu belom makan ya ? sebentar ya aku ambil seongok daging buat kamu ya, apa...? kamu gak mau, terus kamu maunya apa dong ?"ucapnya pura-pura ngomong sama kucing itu.


"Oooo kamu mau ke sana ya," ujar Laura sambil membawa kucing itu mendekati kuntilanak, pada hekekatnya hantu itu sangat takut sama kucing termasuk kuntilanak itu yang lari terbirit-birit melihat Laura membawa kucing ke arahnya.


Laura kemudian menaruh kembali kucing itu ke kandangnya lalu bergegas mengambil belanjaannya yang terongok di sofa lalu masuk kekamarnya. Laura segera mandi karena kegerahan seharian jalan-jalan di Mall itu.


Laura sengaja berendam di Batup untuk menenangkan jiwanya yang sedikit tergoncang oleh ulah kuntilanak penggoda tadi.


Saat dia berada di kamar mandi ada suara pintu terbuka dan seperti ada yang masuk kekamarnya, tapi dia tidak mengubrisnya dia masih saja menikmati acara berendamnya dengan memejamkan matanya sambil mendengarkan musik melalui earphone nya.


Angga baru saja pulang, dia segera masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di king sidenya. Dia baru pulang dari kantornya karena mendadak Doni menghubunginya tadi karena ada klien dari luar negeri yang hanya sempat bertemu dengan Angga hari ini, walaupun hari ini weekend akan tetapi tuntutan pekerjaan yang mengharuskan dia ke kantornya untuk melaksanakan pekerjaannya itu.


Angga sempat kesal sama Doni, padahal hari ini rencananya dia akan tidur seharian mumpung berada di Mansionnya.


Handel pintu kamar mandi ada yang memutar, tapi Laura tidak menyadarinya. Perlahan Angga masuk ke kamar mandi di mana Laura lagi berendam.


Deggg...

__ADS_1


Jantung Angga berpacu melihat pemandangan yang sangat menggoda iman itu, walaupun tidak menampakkan daerah sensitifnya tapi dengan melihat kulit putih mulus Laura saja sudah membuat jantung Angga jedag jedug gak karuan.


Angga mulai mundur hendak keluar dari sana, tapi nasip naas menimpanya, dia terpeleset dan terjatuh di lantai.


Guubraaak..


Laura kaget mendengar suara yang sangat kencang itu, sontak dia melepaskan hand setnya lalu dia hendak bangun dari batup itu, tapi sebuah suara mengaduh kesakitan menghentikannya.


Aaaaaa...


Teriak Laura bersamaan bangunnya Angga dari lantai.


"Heh lo mau apa ke sini, mau ngintip ya," ujar Laura sambil menutupi sebahagian tubuhnya yang nampak itu dengan memakai tangannya.


"Enak aja lo ngomong, yang ada gue yang nanya sama lo, kenapa lo ada di kamar mandi gue ?" tanya Angga.


"Jangan ngeles lo, ini kamar gue . lo nya aja yang mesum main masuk-masuk aja ke kamar gadis cantik kayak gue, mau apa coba kalau bukan mau ngintip." ujar Lauda gak mau ngalah.


"Sudah lo pakai baju lo dulu kita buktikan siapa yang benar dan siapa yang salah," ucap Angga lalu keluar dari sana.


Jantung Angga hampir meledak, hampir saja dia kehilangan kendali. Walaupun dia sudah bertekad untuk tidak akan dekat-dekat dengan wanita lagi tapi jiwa kelaki-lakiannya gak bisa bohong, dia tetap menginginkan apa yang seharusnya di inginkan setiap Pria normal sepertinya.


Laura sudah selesai memakai pakaiannya, lalu bergegas keluar dari kamar mandi itu, saat keluar dari sana matanya mendelik melihat kamar yang di dominasi warna abu-abu itu.


Laura jadi cengengesan sendiri karena memang Angga yang benar dan dia yang salah masuk kamar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like dan Coment yang banyak ya😍🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2