
"Sayang kamu gak apa -apa ?" tanya Angga langsung memgambilkan minum untuk Laura. Ratna tersenyum melihatnya.
"Aku gak apa-apa kok mas," ucapnya
"Ya sudah kalian lanjutin saja makannya, kita mau ke kamar dulu," Ujar Angga
"Cie..cie..yang masih penganten baru sukanya di kamar mulu," ucap Anggi yang membuat Sinta memelototkan matanya ke arah Anggi
Angga tidak terkecoh dengan ucapan Anggi, dia terus saja menggandeng tangan Laura menuju kekamarnya.
Sampai di kamar, Angga langsung mengendong Laura.
"Angga lepasin gue dong,"
"Lah kenapa kamu jadi kembali ke mode semula, aku suka kalau kamu seperti tadi, lemah lembut sama suami," ujar Angga yang tadi sudah tergoda dengan kelakuan Istrinya itu sehingga dia ingin menuntaskan hasratnya saat itu juga.
"Itu karena ada ibu, kan gak enak kalau ibu ma lihat aku masih sama seperti yang dulu ," ujar Laura
"Jadi kamu belum bisa menerima aku sebagai suamimu ? Lebih baik aku pergi saja," ujar Angga kemudian dia beranjak dan keluar dari kamar.
"Bukan begitu Ga," tapi Angga sudah tak tampak lagi batang hidungnya.Laura menyesal sudah berkata seperti itu kepada suaminya.
Dia pun kemudian bergegas turun ke lantai bawah rencananya dia hendak mengejar Angga.
"Laura..mau kemana kamu nak ?" tanya Sinta
"Ini ma, mama ada lihat mas Angga gak ?" tanya Laura
__ADS_1
"Oh Angga tadi dia ke taman belakang Ra, kamu nyusul aja ke sana ," ujar Sinta, Laura pun tidak membuang banyak waktu lagi, dia segera mengejar Angga untuk meminta maaf padanya.
Sesampainya di sana ,Laura tidak melihat kalau disana ada Angga, Dia terus mencari-cari keberadaan Angga tapi dia tidak menemukannya juga, sekilas Dia melihat sosok wanita berpakaian putih sedang berjalan bersama Angga menuju pohon Mangga yang ada di belakang rumah itu.
"Angga...!" panggil Laura, sosok putih itu menoleh ke arah Laura dan tersenyum, sedangkan Angga berada dalam rangkulan sosok itu, Angga terus berjalan dengan tatapan mata kosong kedepan menuju ke arah pohon mangga tersebut.
Laura berusaha mengejar mereka namun tiba-tiba angin kencang berhembus sehingga membuat Laura jatuh tersungkur dan kepalanya kepentok sudut kursi yang ada di belakang rumah itu , Laura pun pingsan.
Laura mulai membuka matanya, terlihat dia sudah di kelilingi seisi rumah itu.
"Aku di mana ?
"Lo ada di kamar Ra, tadi lo pingsan di taman belakang ," ujar Gisel
"Mas Angga mana ?"
"Enggak Ma, Laura tadi lihat kalau mas Angga di bawa sama sosok wanita berpakaian putih ke arah pohon mangga itu." ucap Laura hendak bangkit, tapi kepalanya masih pusing akibat benturan tadi.
"Jangan ngawur kamu Ra, mana Mungkin Angga di culik makhluk halus, yang ada makhluk halus yang takut sama dia ," canda Anggi
"Aku gak bercanda Mbak , aku Tadi melihatnya dengan mata kepala ku sendiri kalau mas Angga di bawa sama sosok itu."
"Mana ada jaman sekarang yang begituan Ra, ada-ada saja kamu ," ujar Sinta
"Aku gak bohong ma, banyak yang kalian gak tau tentang aku dan kalian pasti kaget kalau aku memberitahukannya pada kalian," ujar Laura
"Iya Tante, Laura itu bisa lihat makhluk halus loh tante," ucap Gisel
__ADS_1
"Apa...!Apa benar itu Ra," kaget Anggi
"Iya..makanya aku bisa yakin banget kalau Mas Angga di bawa oleh makhluk itu."
"Kalau itu benar, maka kita harus segera mencarinya."Ujar Anggi
"Percuma Mbak, Mas Angga sudah di bawa ke alam ghaib, dan untuk mengeluarkannya dari sana kita butuh bantuan pak Ustadz atau Kyai, apa di daerah sini ada Ustadz atau Kyai ma ?" tanya Laura pada Sinta
"Sepertinya di kampung sebelah ada deh Ra, Biar mama dan papa saja yang ke sana, kamu istirahat saja ," ujar Sinta
"Gak bisa Ma, aku harus ikut karena pak Ustadz atau pak Kyai gak akan percaya kalau tidak ada buktinya," ujar Laura kemudian bangkit lalu berjalan menuju ke arah pintu.
"Parjo...Arumi..." tiba-tiba Laura berteriak sehingga membuat mereka yang ada di sana kaget.
"Eh Ra, Lo masib saja di ikuti sama Hanbul lo itu," ujar Vero
"Hanbul apa itu Vero ?" tanya Anggi
"Kak Anggi sayang, Laura itu selalu di ikuti sama sesosok Hantu tampan kebule-bulean kemana pun dia pergi, yach semacam body guardnya gitu," jelas Vero.
"Ngeri juga kamu ya Ra, Kalau gue di ikuti kayak gitu, gue pasti sudah lari terbirit-birit."ujar Anggi mengidikkan bahunya.
"Laura kan dedekotnya demit mbak, jadi Demitnya yang takut sama dia,"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
like...coment..vote...
__ADS_1
Makasih 🙏🙏🙏