Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Arumi Ada Dua


__ADS_3

"I..itu...!!


"Ada apa sih Lona kenapa kalau ngomong yang jelas dong itu apa ?


"Itu..Ma..a..ada...


"Ada apa sih Lona...ayo lanjutin


"Ada...Arumi Ma di kamar aku ," ujar Alona dengan tubuh gemetar.


"Jangan ngada-ngada kamu Lona, mana bisa sih Arumi yang sudah meninggal ada di kamar kamu, jangan ngaco deh kamu," ujar Lucia


"Mama..aku gak salah lihat mama, itu beneran Arumi yang tidur di Kasur aku," ujar Alona


"Mama gak percaya ah sama omongan kamu, palingan bantal yang kamu lihat malah kamu bilang Arumi, kamu kecapean kali Lona dan kamu mulai berhalusinasi deh ," ujar Lucia


"Sudah kamu balik lagi ke kamar, jangan bikin keributan lagi, nanti Papa kamu malah curiga lagi sama kita." ujar Lucia

__ADS_1


"Gak mau ma, Lona mau tidur di kamar Mama saja," ujar Alona


"Kamu sadar gak sih apa yang kamu omongin Lona, kalau kamu seperti ini nanti Papa sama Nenek peot itu tambah curiga sama kita karena kita ketakutan sama Arwahnya Arumi, dan itu pun belum tentu nyata," ujar Lucia.


"Ma..tapi Aku gak berani tidur sendiri Ma, aku mau Mama nemenin aku tidur, sampai aku terlelap saja please Ma temenin ya..!


"Ya udah, Mama temenin kamu, tapi sampai kamu tidur saja ya ," ujar Lucia lalu ikut Alona


Mereka pun kembali ke kamar Alona, Alona sudah mulai tertidur, Lucia mulai bangun namun karena sudah kebelet dia masuk ke kamar mandi yang ada di kamar itu.


Sesudah membuang hajatnya Lucia keluar dari kamar mandi, namun di saat dia membuka pintunya Di depan kamar mandi sudah berdiri sosok berpakaian putih dengan bercak darah di seluruh wajah dan tubuhnya.


"Aaaaaaa...Setannnn...


Alona kaget dan juga melihat Sosok Itu , Lucia bangun dan menarik tangan Alona untuk Kabur dari sana, Akan tetapi sosok putih itu masih saja mengejar mereka. Sampai akhirnya Lucia dan Alona terguling-guling jatuh dari tangga dan berhenti tepat di kaki Devan dan Nita.


"Mas Devan maafkan aku yang sudah membuat Arumi celaka, a..aku sa..ngat menyesal su..sudah men..celakakannya, uhukk..uhuuk...," ucap Lucia terbata-bata, terlihat dia memuntahkan darah dari mulutnya.

__ADS_1


"Pa..ma..afin Alona..juga ya, Alona su..sudah salah ," ujar Alona lalu kemudian pingsan.


"Oma..maafin Aku , tadi aku kebelet ," ucap Laura masih dengan baju putihnya, Laura kaget melihat Sosok Arumi di depannya, Devan pun lebih kaget lagi karena melihat ada dua Arumi di depannya.


"Arumi..Gue kangen sama Lo, lo sudah bisa keluar dari portal itu ," tanya Laura lalu memeluk Arumi, seketika wajah penuh bercak darah berubah menjadi cantik seperti arumi sebelum meninggal.


"Iya Laura..sudah saatnya Gue pergi, terima kasih kamu sudah membongkar semua kebusukan mereka." ucap Arumi


"Ja..jadi..dia bukan Arumi ?" tanya Devan


"Betul Van, Mama sudah tau kalau dia bukan Arumi tapi Laura, sedangkan Arumi kita memang sudah tiada ," ucap Nita


"Papa..maafin Arumi ya, Arumi yang menyuruh Laura untuk pura-pura menjadi Arumi untuk menjaga Papa dan Oma dari kejahatan Tante Lucia dan Alona," ucap Arumi lalu memeluk papanya.


"Arumi..maafin papa yang tidak bisa menjaga kamu sayang, papa gak menyangka kalau mereka berdua yang menyebabkan kamu tiada," ucap Devan


"Pa..sudah saatnya Arumi pergi, jaga diri papa dan Oma, Arumi sayang Papa dan Oma ," ucap Arumi, perlahan-lahan bayangan Arumi mulai menghilang tertiup angin.

__ADS_1


"Arumi...!!!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2