Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Doni patah hati


__ADS_3

Angga memegang ke dua lengan Laura sehingga membuat Laura kaget.


"Mau apa lo ?" tanya Laura Reflek


"Mau makan kamu sayang," ucap Angga yang membuat Laura bergidik.


Angga langsung menyambar bibir ranum Laura dan keduanya terhanyut dalam alunan Cinta yang membuat keduanya mencapai puncak kenikmatan yang tiada tara.


Sebuah teriakan memanjang yang terdengar dari belakang Mansion membuat Laura memeluk erat Angga.


"Ada apa sayang, kenapa kamu ketakutan seperti itu," tanya Angga saat merasakan tubuh Istrinya bergetar hebat.Laura semakin bergetar sehingga Angga melepaskan pelukannya dan menatap mata Laura.


"Hey...kamu kenapa sih, kenapa tubuhmu bergetar begini sayang," ucap Angga memandang sayu mata Laura


"Aku mendengar sesuatu tadi, kamu dengar gak ?"tanya Laura yang membuat Angga mengerutkan keningnya.


"Aku mendengar suara teriakan wanita," ujar Laura.


"Aku juga mendengar teriakan wanita tadi di bawah aku sayang," ujar Angga menatap genit ke arah Laura.


"Angga aku gak bercanda loh, aku benar-benar mendengarnya, suara itu berasal dari belakang Mansion," ujar Laura


"Mungkin itu persaanmu saja Laura, ayo kita tidur lagi, atau kamu mau kita lanjutin yang tadi," tanya Angga tersenyum genit ke arah Laura.


"Laura pun kembali berbaring lalu menutupi wajahnya dengan selimut yang membuat Angga tertawa melihatnya


"Gemes sekali sih Istriku ini kalau lagi malu begitu," ucap Angga lalu dia pun kembali berbaring sambil memeluk istrinya itu.


Pagi sudah menjelang, Angga sudah bangun dan membersihkan tubuhnya, Angga menatap wajah Laura yang sudah menjadi istrinya itu.

__ADS_1


"Cantik sekali kamu sayang, aku gak menyangka kalau kita sudah menikah, ini serasa seperti mimpi saja," ucap Angga kemudian Angga segera turun ke bawah untuk sarapan, dia hari ini ada Meeting pagi-pagi sekali, mau tidak mau dia harus pergi ke kantornya, padahal dia masih ingin lama-lama menghabiskan waktunya bersama Laura di kamarnya.


"Loh kok kamu sudah masuk kantor aja sih Ga ?" tanya Sinta


"Iya ma, ada Meeting mendadak pagi ini," ucap Angga


"Oh ya ma, nanti kalau Laura bangun tolong suruh bibik bawa sarapan buat dia ya," ujar Angga


"Apa semalam Gol Ga ," tanya Rama blak-blakan


"Papa gak lihat tuh wajah Angga sumbringah gitu, ya pasti gol lah," ucap Anggi. Angga hanya tersenyum tipis


"Kalian ini ya, kalau ngomong asal ceplak aja, gak bapak ga anak, sama saja bar-barnya," ujar Sinta yang malu sendiri mendengarnya.


"Mama kayak gak pernah aja ," ujar Anggi yang membuat sebuah Jitakan mendarat di kepalanya.


Awww..


"Mama iiihh...sakit tau ," ujar Anggi


"Kamu ya Gi, kamu kapan bawa calon mu ke Rumah, sekarang tinggal kamu yang belum menikah ," ujar Sinta


"Nikahin sama Doni aja ma ," celutuk Angga


"Hay..hay..hay...ada yang ngomongin gue ya ," ujar Doni yang baru saja Datang.


"Tuh si kampret panjang umur dia, baru saja di omongin udah nongol aja tu anak," ujar Angga


"Ada apa sih calon mertua, jangan mandangin Aku gitu dong, Aku kan jadi grogi," ucap Doni saat melihat tatapan tajam Rama ke arahnya.

__ADS_1


"Ga kayaknya Leopard pagi ini belum di kasih makan deh, apa masih ada stok makanannya." ujar Rama


"Peace...Om, gak usah deh..aku masih belum menikah sama yayang Anggi, aku gak mau dekat-dekat dulu sama Leopard ," ucap Doni sambil mengacungkan dua jarinya.


Rama kembali memelototkan matanya ke arah Doni.


"Kamu ini ya Don, kapan kamu move On dari Anggi, kamu itu sudah kami anggap sebagai anak kami sendiri, dan Anggi pun menganggap kamu adik kecilnya, jadi kamu harus cari pasanganmu sendiri," ujar Sinta


"Tapi Doni maunya kak Anggi Tante, ya gak beb ?" Doni melirik ke arah Anggi


"Benar kata mama Doni, kamu ini masih kecil, kamu harus mencari pasanganmu sendiri, lagian aku sudah menganggapmu sebagai adik kecil tersayangku," ujar Anggi yang menusuk hati Doni sehingga mengores luka di sana, Doni memaksakan senyumnya.


"Ya sudah kalian habiskan makan kalian, dan segera ke kantor, kan kalian bilang kalau ada Meeting pagi ini," ujar Rama


"Eh iya..Ayo Don, nanti kita terlambat," Doni mengikuti langkah Angga, dia menjadi pendiam sejak kejadian tadi.


Angga masuk ke mobilnya di sebelah kemudi, sedangkan Doni yang menyetir.


Sekilas Angga melihat air mata mengenang di sudut mata Doni.


Don Lo nangis ?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like..


Coment..


Vote...

__ADS_1


Makasih 🙏🙏🙏


__ADS_2