Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Halusinasi


__ADS_3

Ide bagus tu ma, gak usah nanti, sekarang aja ma," ujar Angga mengompori


"Nanti saja ah, kasian dia kelihatannya capek banget," ujar Sinta, Angga menjatuhkan rahangnya mendengar ucapan Mamanya itu.


Loh kok mama gitu sih, tadi giliran gue aja gak di lepasin sebelum selesai cerita dan sekarang giliran gadis aneh itu malah kasian, sebenarnya yang anak mereka siapa sih,, Batin Angga


"Aaaaa" suara teriakan menggema dari dalam kamar Anggi. Mereka semua bergegas masuk ke sana.


"Ada apa ?" tanya mereka barengan saat masuk ke sana, tapi Angginya tidak ada di ranjangnya.


Saat mereka asik ngobrol di luar Anggi ternyata sudah sadar dan menuju kamar mandi buat buang air kecil dan ingin mandi, tapi saat sudah berada di sana dia di kejutkan oleh kondisi tubuhnya yang banyak bercak merah dan ada juga lebam-lebam kebiruan di tempat-tempat tertetu di bagian tubuhnya itu.


Anggi Histeris melihatnya, dia langsung memakai bajunya lagi dan bergegas keluar dari sana, karena terburu-buru Anggi sampai menabrak pintu kamar mandi.


Bruuukkk..


Suara itu mengagetkan Angga dan papa mamanya, Mereka langsung membuka pintu kamar mandi itu tapi tidak bisa karena di kunci dari dalam.


"Anggi..buka Gi..kamu kenapa nak ?" tanya Sinta tapi tidak ada jawaban dari Anggi.


Anggi yang jatuh tersungkur sempat pusing tapi dia bangkit lagi dan membuka pintu kamar mandi itu lalu segera keluar dari sana. Saat dia melihat mama, papa dan Angga berada di depan pintu kamar mandinya dia heran karena wajah mereka terlihat cemas sekali.


"Ma, pa kok kalian di sini ?" tanya Anggi


"Kamu kenapa gak bukain pintu sih Gi, kami pikir kamu kenapa-napa. Dan tadi seperti ada yang jatuh, kami khawatir tau gak," ucap Sinta langsung memeluk Anggi


"Iya kak, tadi kenapa kakak berteriak gitu ?" tanya Angga


"Pa, Ga kalian bisa keluar sebentar gak, aku mau ngomong sama mama," ujar Anggi


"Loh kenapa, ngomong aja nak, kita kan juga keluarga kamu," ucap Rama


"Ini urusan perempuan Pa, please mau ya keluar ," ucapnya


"Oke..ayo pa, kita keluar." ajak Angga sambil mengandeng tangan papanya, Angga tau apa yang akan di bicarakan oleh kakak nya itu pada mamanya karena dia sudah melihat keadaan Anggi yang seperti itu.

__ADS_1


Setelah mereka keluar, Anggi langsung menyingkap sedikit bajunya.


"Ma, mama tau gak ini bekas apa ?" tanya Anggi, Sinta memperhatikan bercak merah di tubuh Anggi, dia sampai memelototkan matanya melihat begitu banyak tanda merah di tubuh Anggi.


Sebagai seorang istri dia tau betul itu bekas apa, tapi dia tidak ingin memberitahukan kepada Anggi karena itu bisa membuatnya shock mendengarnya. Sinta tau saat mantan pacarnya melakukan itu Anggi dalam keadaan tidak sadar sehingga dia bingung seperti itu.


"Ooo itu mungkin di gigit serangga Gi," ucap Sinta.


"Masak sih ma, kok banyak gini, malahan ada yang bengkak ma," ujar Anggi


"Itu biasa Gi, mungkin yang bengkak itu serangganya besar jadi sedikit bengkak, besok mama suruh si mbok buat membersihkan kamar kamu lebih bersih lagi agar serangga-serangga itu pada hilang," ucap Sinta


Walaupun binggung dan tak percaya akan omongan mamanya itu, tapi Anggi gak ada pilihan lain selain percaya padanya, bisa jadi apa yang di katakan sama mamanya itu benar.


"Kamu tunggu di sini dulu ya, mama mau ngambil salep yang bisa menghilangkan bekas gigitan serangga di tubuhmu ini," ujar Sinta lalu keluar dari sana untuk mengambil salep punya dia yang biasa dia gunakan buat menghilangkan Kiss Mark yang sering di lakukan oleh Rama.


"Anggi kenapa ma ?" tanya Rama saat melihat istrinya keluar dari kamar Anggi.


"Gak apa-apa kok pa, Dia hanya curhat saja, udah ah jangan banyak nanya, mama mau ke kamar dulu," Sinta sengaja tidak memberitahu Rama tentang tanda di tubuh Anggi, dia takut Rama akan murka saat mengegahuinya.


"Uuuhhh nyamannya, waktunya tidur," ucapnya


Saat dia mau memejamkan matanya suara ponsel mengejutkannya.


"Siapa lagi sih yang gangu gue," ucapnya kesal


Ternyata Doni yang menelponnya, Angga malah mematikan ponselnya sehingga Doni tidak bisa menghubunginya lagi. Tapi saat sudah gak ada halangan lagi buat dia untuk tidur, ketukan pintu membuat dia kembali terbangun.


"Siapa lagi sih.." ucapnya lalu membukakan pintunya


"Ngapain sih ganggu-ganggu gue terus," ucap Angga mengomel tanpa melihat siapa yang mengetuk pintu.


Sebuah jeweran mendarat di telinganya.


"Aduuuh...duh...pa, sakit tau," rintihnya, Rama melepaskan jewerannya.

__ADS_1


"Kamu ini gak ngantor ya, si Doni nelponin papa mulu nanyain kamu, katanya ada meeting penting jam 2 nanti, ini sudah setengah 2 kamu siap-siap gih ke kantor," suruh Rama lalu pergi dari sana.


"Oh..Tuhan...boleh gak sih kalau gue minta dilahirin di keluarga yang miskin saja, biar gue tenang tanpa memikirkan kerjaan," keluh Angga


"Heh Resek..Lo pikir kalau lo miskin akan lebih tenang gitu ?" sebuah suara mengagetkannya yang tak lain adalah Laura.


Angga menoleh, dia melihat Laura sudah berada di pintu kamarnya sambil membawa jus di tangannya.


"Gadis aneh ngapain lo di situ, lo nguping ya ?" tanya Angga


"Kalau iya kenapa, gue punya kuping gini, gak mungkin kan gue gak denger lo ngoceh-ngoceh kayak emak-emak kehilangan penggorengan," ucap Laura


"Looo...euhh..." Angga kesal menghadapi Laura dia kemud-ian menutup pintu kamarnya dan bersiap-siap untuk pergi kekantornya.


Laura juga masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di king sidenya. Arumi dan Parjo asik memandangi ke arah luar jendela, di antara pepohonan ada sosok wanita yang berada di sana.


"Laura lo lihat deh ke sana ," ucap Arumi


"Apa sih Arumi, gue mau istirahat nih," ujar Laura


"Itu lo lihat deh di balik pohon itu, lo ngerasa aneh gak sih sama seseorang yang berdiri disana ," ujar Arumi lagi


"Mana ?" ucap Laura lalu bangkit dari ranjangnya berjalan menuju balkon. akan tetapi dia tidak melihat siapapun disana.


"Lo jangan bercanda deh Arumi, gak ada apa-apa kok di sana," ujar Laura.


"Gue gak bohong Laura tadi di sana ada orang, sosok wanita berambut panjang berdiri di bawah pohon mangga itu," ucap Arumi


"Lo lihat juga kan Jo ?" tanya Arumi


"Gue gak lihat kok, lo Halusinasi kali," ujar Parjo


"Beneran gue gak bohong kok Jo, tadi gue lihat di sana ada sosok gadis berambut panjang,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Like dan Coment ya🙏🙏🙏


__ADS_2