Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Pulang ke mansion


__ADS_3

Doni..lo merinding gak sih ?" tanya Angga


"Mau makan apa," tanya seorang pelayan yang tiba-tiba sudah berada di belakang mereka. mereka kaget sehingga membuat mereka saling berpelukan ketika melihat ekspresi pelayan itu yang seperti mayat hidup sampai Angga dan Doni bergidik melihatnya.


"Selamat datang di warung makan bernuansa Horror ini, dan silahkan duduk," ucapnya, Angga dan Doni mengelus dadanya lega mendengar ucapan pelayan itu, ternyata warung itu bertemakan Horror saja dan hampir saja mereka lari tadi.


Arumi tertawa melihat Ekspresi Angga dan Doni tadi saat pelayan itu datang dengan raut wajah seperti itu.


Ada-ada saja otak manusia, masak ada warung seperti ini. malah bukanya tengah malam begini lagi, siapa yang gak ketakutan coba,, Batin Arumi


"Kalian mau pesen apa ?" tanya pelayan itu dengan ekspresi masih sama dengan tadi.


"Memangnya ada makanan apa saja pak ?


"Ada nasi goreng tuyul, ada sate dan soto kuntilanak dan ada Mie goreng Gendoruwo," ujar bapak-bapak itu masih dengan wajah seremnya.


"Sepertinya kita memang salah tempat Don," ujar Angga


"Iya.. Kita pergi saja dari sini yuk," ajak Doni, Ketika mereka hendak beranjak, wangi harum makanan menyeruak dari dalam ruangan khusus buat memasak. Akhirnya mereka tidak jadi pergi dari sana.


"Itu yang lagi dimasak makanan apa pak ? tanya Angga


"Itu Mie goreng Gendoruwo dan soto kuntilanak pesanan pak Walikota," ujarnya


"Bushet dah, pak Walikota doyannya sama yang berbau horror, jangan-jangan dia itu Drakula ha..ha..," ucap Doni, Angga memukul mulut Doni.


"Huss.. jangan ngomong sembarangan lo, nanti ada yang rekam terus di viralin bisa masuk penjara Lo," ujar Angga


"Siapa juga yang datang kesini selain kita, palingan Jurik atau arwah-arwah gentayangan," ucap Doni


"Lo nyindir gue ?" ujar Arumi


"Awas lo ya gue rasuki baru tau rasa lo," tambahnya, Doni jadi merinding bulu kuduknya berdiri.


"Kenapa lo Don ? kenapa wajah lo jadi begitu," tanya Angga


"Gue merinding bro," ucapnya


"Lagian lo kalau ngomong gak di saring dulu, ini sudah larut dan tempatnya kayak gini lagi," ujar Angga mulai merinding juga.


"Kalian jadi pesan gak sih," ucap bapak itu


"Iya pak samain saja sama punya pak Walikotanya ya masing-masing dua porsi," ujar Doni

__ADS_1


"Bushet lo laper atau rakus, emang bisa lo habisin tu makanan, lo pesannya banyak amat," ujar Angga


"Gue laper banget nih, habisnya tempat ini bikin mood makan gue jadi besar he..he.." ujarnya


"Tadi aja lo merinding lihat tempat ini, tapi kok sekarang jadi nambah mood makan, dasar lo emang rakus," ujar Angga.


Tak berapa lama pesanan mereka pun datang, wangi harum yang berasal dari soto Kuntilanak membuat selera makan Angga bertambah, dalam sekejap mata semua makanan itu ludes oleh mereka berdua.


Aeep...


Suara sendawa keluar dari mulut Angga sehingga membuat Doni tertawa.


"Tu kan, katanya gue yang rakus tapi kok lo juga sama, malah sendawa lagi ha..ha.." ujar Doni


"Makanannya enak banget," ujarnya sambil menepuk-nepuk perutnya yang begah karena kekenyangan.


"Minta bungkusin cepat masing-masing sepuluh porsi," suruh Angga.


"Buat apa sebanyak itu ?" tanya Doni kaget


"Buat orang di mansion, kasian mereka kalau gak ngerasain makanan seenak ini,"


"Lo mau pulang ke mansion ?" tanya Doni sumbringah


"Iya..gue sudah kangen nginap di sana, lagian sudah lama sekali gue gak pulang ke sana," ujar Angga.


" Jangan macam-macam lo sama kakak gue, lagian lo itu lebih muda dari dia, ngapain sih lo kegatelan sama kakak gue," ujar Angga.


"Terserah gue dong mau suka sama siapa, yang penting kan gue Cinta, soal umur gak jadi masalah," ucapnya


"Gak boleh, lo pulang ke apartement lo saja, gue saja yang kemansion," ucap Angga


"Gue gak mau, lagian Om Rama pasti ngijinin gue nginap di mansionnya,"


"Serah lo deh,"Ujarnya kemudian


"Udah lo pesenin sana makanannya," suruh Angga, Doni pun segera menyuruh bapak itu untuk membungkus makanan sesuai yang di suruh oleh Angga tadi.


Setelah semuanya selesai, mereka pun pulang ke Mansionnya Angga. Doni mulai melajukan mobilnya menuju ke arah Mansion. Setelah sekitaran lima belas menit menyetir akhirnya mereka sampai juga di Mansion itu.


Doni membunyikan klakson mobilnya, Budi yang lagi tidur jadi kaget mendengar suara klakson itu.


"Siapa sih jam segini bertamu ganggu saja," ngomel Budi satpam di mansion itu. ketika melihat ke arah layar pemantau dia kaget kalau di luar gerbang ada mobil anak majikannya, segera dia menekan tombol buka gerbang dan gerbang itu terbuka dengan sendirinya.

__ADS_1


Doni melajukan mobilnya masuk ke sana, saat sampai di pos Satpam mobil itu berhenti sehingga membuat Budi kaget dan ketakutan.


Jangan-jangan Mas Angga mau marahin gue lagi karena gue lama bukain gerbangnya,, Batin Budi


Angga membuka kaca pintu mobilnya.


"Budi tolong masuk kedalam sebentar ya," ujarnya dingin


"Baik mas Angga," ucap Budi


"Aduh..mati gue, mas Angga pasti marahin gue nih, emang nasib-nasib," ucapnya kemudian segera mengikuti mobil Angga.


Doni memarkirkan mobilnya di garasi khusus mobil Angga, kemudian mereka turun lalu masuk ke Mansion megah itu.


"Mama...papa..Angga pulang," teriak Angga Heboh, Rama dan Sinta terbangun dari tidurnya karena suara Angga menggelegar di dalam Mansion.


"Mas siapa sih teriak-teriak di luar ?" tanya Sinta


"Gak tau Yang.. ini masih jam setengah dua kira-kira siapa sih yang buat heboh di sini," ujar Rama kembali berbaring.


"Mas ayo kita lihat siapa itu," ujar Sinta, dengan terpaksa Rama mengikuti keinginan istrinya itu.


Saat mereka keluar senyum sumbringah terbit dibibir keduanya.


"Mama..Angga pulang," ucap Angga langsung berhambur kepelukan mamanya, Sinta memeluk dan mencium kening Angga. Bagai ketemu air di gurun pasir, rasa kangen Sinta pada anaknya itu seakan terobati dengan kedatangan Angga tersebut.


"Heem..papa gak di peluk nih," ujar Rama, Angga kemudian memeluk papanya juga.


Arumi sangat terharu melihat keharmonisan dan kehangatan keluarga itu, dia merasa iri karena dulu dia tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang Ibu kandung, Arumi dari kecil hanya punya ibu tiri yang selalu membeda- bedakannya dengan Alona saudara tirinya itu.


"Siapa sih ribut banget malam-malam ganggu tidur gue aja," ucap Anggi dari arah tangga.


"Angga..!


Anggi segera berlari menuruni anak tangga dan menghampiri ke arah Angga dan memeluknya.


"Gue gak di peluk nih," ucap Doni sambil merentangkan tangannya ke arah Anggi


"Doni...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


🌹Like..Coment..dan vote ya

__ADS_1


Dan tekan tanda ❤ agar kamu mendapat notif Up nya..


Makasih🙏🙏🙏


__ADS_2