
Laura mondar-mandir di depan Ruang Operasi, dia sangat khawatir dengan keadaan Devan.
"Sayang kamu duduk napa, Om Devan pasti baik-baik saja ," ucap Angga
Laura mulai duduk namun beberapa saat kemudian dia kembali berdiri Mondar-mandir.
"Jangan terlalu di pikirkan sayang, Om Devan pasti kuat kok, dia pasti tidak kenapa-kenapa, kamu tenang saja ya ," ucap Angga
"Bagaimana aku bisa tenang mas, Aku lihat sendiri darahnya keluar banyak sekali, Aku takut mas, aku takut kalau Om Devan kenapa-kenapa berarti aku tidak bisa memenuhi janji ku pada Arumi ," ujar Laura sambil menangis
"Sayang..kamu berdoa saja kalau begitu, tidak ada yang bisa kita lakukan sekarang selain mendoakannya agar dia selamat ," ujar Angga sambil membawa Laura ke dalam pelukannya.
Angga sangat rindu pada Istrinya itu, dengan memeluk Laura seperti itu sudah dapat mengurangi sedikit kerinduannya pada istrinya itu.
Ceklek..
Pintu ruang Operasi terbuka, Seorang Suster mengatakan kepada mereka kalau Devan memerlukan 2 botol darah, di rumah sakit itu stoknya tidak tersedia karena jenis Darah Devan sangat langka, hanya beberapa orang saja yang memiliki Golongan darah seperti itu itupun yang berasal dari keluarganya..
__ADS_1
"Apa di Bank Darah tidak ada Sus ?" tanya Laura
"Saya sudah mengecek tapi tidak ada, kami juga sudah menghubungi PMI tapi juga tidak ada stok Golongan darah itu, satu harapan yang tersisa adalah Darah dari keluarganya," ujar Suster itu.
Laura semakin gelisah, hanya satu orang saja yang harus dia hubungi tapi sebelum dia menelponnya Oma Nita sudah datang ke sana.
"Bagaimana dengan Devan Laura ?" tanya Nita
"Om Devan masih di ruangan Operasi Oma, dia kekurangan 2 Botol Darah dan Stok di rumah sakit dan PMI juga tidak ada karena Gol darah Om Devan memang sangat langka," ujar Laura
"Apa Oma mau mendonorkan darah Oma ke Om Devan ?
"Enggak tahu oma, aku belum pernah mengeceknya ," ujar Laura.
"Kenapa tidak coba periksa dulu, siapa tahu cocok ," ujar Nita berharap Gol darah mereka Cocok agar dia semakin yakin kalau Laura itu adalah anaknya Devan.
"Oh iya ya, kenapa aku enggak kepikiran sih, Suster coba periksa Gol darah aku ya ," pinta Laura.
__ADS_1
"Ayo mbak ikut saya ," ujar Suster itu, mereka pun kemudian menuju ke Ruang pemeriksaan.
Setelah menjalani pemeriksaan ternyata Gol darah Laura Cocok sekali dengan Darahnya Devan dan Laura langsung mendonorkan darahnya untuk Devan.
Operasi pun sudah selesai, kini Devan sudah sadar dan melihat sekelilingnya hanya Nita saja yang berada di sampingnya.
"Ma Arumi mana ma ?" tanya Devan
"Dia bukan Arumi Van, tapi dia Irma Saudara kembarnya Arumi ," ucap Nita tidak bisa menahan tangisnya.
"Apa Ma..! Mama jangan ngaco deh, Irma itu sudah lama meninggal, kita juga melihatnya sendiri kan dia kita makamkan di belakang mansion ," ujar Devan terbata-bata karena menahan sakit.
"Mama tidak Bohong Van, coba kamu perhatikan Foto Irma dan Arumi, ini sangat berbeda Van, sedangkan Laura sangat Mirip bahkan tanpa celah dengan Arumi kita Van ," ucap Nita sambil menyerahkan Foto Mereka di waktu Bayi.
Devan tidak menyangkal kalau Foto itu sangat berbeda, Arumi berkulit putih bersih sedangkan Irma Memiliki kulit kecoklatan .
"Bisa saja kan Dulu bayinya tertukar dan Irma yang kita kira sudah meninggal ternyata masih hidup dan bayi yang meninggal itu bukan Irma yang sebenarnya ," ujar Nita
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...