
Saat Arumi keluar dari kamar Angga , Parjo pun juga keluar dari kamar Laura, mereka saling berpandangan.
"Jo..Laura ada di kamarnya ?" tanya Arumi
"Enggak ada tu, lagian tumben dia Jam segini gak ada di kamar, kira-kira kemana ya Dia ," tanya Parjo
"Gue juga gak tau, si Angga juga belum pulang, apa jangan-jangan mereka pergi berdua ya ," ujar Arumi
"Gak mungkin lah, mereka berdua selalu bertengkar kalau lagi berduaan, ada aja yang mereka perdebatkan bahkan masalah kecil pun akan menjadi besar sama mereka," ujar Parjo
"Iya juga sih, apa kita cari aja ya si Lauranya ?" tanya Arumi
"Boleh..ayo..," ajak Parjo
"Eh tunggu tapi sebelum itu gue pengen lo temenin gue pergi ke bawah pohon Mangga di sana," ujar Arumi menunjuk ke arah sebatang pohon Mangga yang rimbun yang berada di belakang Mansion itu.
"Mau ngapain lo ke sana ?" tanya Parjo
"Gue tadi lihat seseorang yang mencurigakan di sana, gue mau memastikan kalau gue gak halusinasi." ujar Arumi
"Emangnya Setan kayak kita bisa halusinasi juga ?" tanya Parjo
"Gak tau juga gue, gue gak pernah ngerasainnya makanya gue mau pastiin apa yang gue lihat itu beneran atau enggak," ujar Arumi
"Udah deh lo jangan banyak tanya lagi, ayo temani gue," Arumi menarik tangan Parjo menuju ke sana
"Mana ya sosok tadi ?"
"Mungkin lo salah lihat kali ," ujar Parjo
__ADS_1
"Enggak Jo, gue yakin kok. Gue udah dua kali melihatnya di sini," ujar Arumi
"Terus mana ? gak ada kan ,"
"Iya..ya..Apa yang lo bilang bener, kalau dia arwah seperti kita pasti kita bisa melihatnya, atau jangan-jangan dia bisa tak terlihat walaupun oleh sesama arwah ," ujar Arumi
"Emangnya ada yang seperti itu ?" tanya Parjo
"Au ah, ayo kita pergi dari sini yuk, kita kan mau mencari Laura ," ajak Arumi
"Ayuk..."
Mereka pun akhirnya berjalan menuju Gerbang Mansion itu, namun ketika mereka hampir sampai di sana pintu Gerbang terbuka dan nampaklah mobil Angga masuk ke dalam Mansion itu
"Itu bukannya Angga sama Laura ya ," ucap Parjo
"Iya Jo, tumben mereka hari ini gak berantem, kayaknya mereka sudah akur deh," ujar Arumi, Tapi ketika Mereka mengikutinya terdengar suara kesal dari Laura
"Lo buka aja sendiri gadis bawel, lo kan punya tangan," ujar Angga
"Tu kan..baru saja kita mengira kalau mereka sudah baikan, mulai lagi deh berantemnya," ujar Arumi
"Awas lo ya..gue gak akan mau jadi Body Guard lo," ujar Laura
"Emang gue pikirin," ujar Angga berlalu
Akhirnya Laura membuka sendiri pintu mobil itu.
"Gak romantis amat sih tu si Angga, Eh..kenapa gue jadi ngarepin dia romantis ke gue ya, Apa sih yang ada dalam pikiran gue ini," ujar Laura sambil mengetuk kepalanya sendiri
__ADS_1
"Laura..." Panggil Arumi, Laura menoleh
"Eh Arumi dan Parjo, kemana aja sih kalian seharian ?" tanya Laura
"Kita habis nonton dong," ujar Parjo
"Wiiih..habis nge date nih, mana pajak jadiannya ?"
"Pajak ?" Parjo bingung
"Setau gue kalau mobil dan motor aja yang di bayar pajak, ternyata jadian juga ya ?" tanya Parjo belum ngerti maksud Laura
"Iiiih Laura..siapa yang jadian sih," bantah Arumi
"Ya kalian lah,masak monyet," ujar Laura
"Gak kok Laura, gimana mau jadian Parjonya gak pernah nembak ,"ujar Arumi
"Kode tu Jo ," ujar Laura
"Kode apa..?"
"Capek deh ngomong sama setan BulKam," ujar Laura
"Apa itu Ra..." tanya Arumi
"Bule Kampret ha..ha..ha..," Arumi pun ikut tertawa mendengar ucapan Laura itu, Parjo garuk-garuk kepala yang tidak gatal.
"Ra..kapan lo siap ketemu sama Bokap Gue.. ?
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like..Coment dan Vote ya..