Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Lo harus tanggung jawab


__ADS_3

" Gue gak yakin Don, gue gak mau kalau Laura jadi korban berikutnya karena kutukan itu," ujar Angga


"Itu bukan kutukan Ga, itu semua takdir. Walaupun lo bukan pacar mereka kalau sudah takdir mereka harus meninggal ya meninggal juga kan, kebetulan saja saat itu terjadi lo berstatus sebagai pacar mereka," ujar Doni


" Apa yang lo katakan sama seperti yang di bilang oleh Kak Anggi Don, apa gue harus mencobanya lagi ya, tapi gue masih takut ," ujar Angga


" Lo gak usah takut Ga, pelan-pelan saja dulu, Gue yakin pasti hubungan lo sama Laura nanti gak akan berakhir seperti hubungan lo dengan pacar-pacar lo dulu," ujar Doni


"Makasih ya Don, gue mau mencobanya lagi, tapi yang jadi pertanyaan sekarang apa Laura mau jadi pacar gue atau gak ya,"


"Sepertinya lo butuh usaha keras untuk menaklukkan hatinya, yang gue lihat nih dia gak sama seperti yang lainnya, dia gak gila harta dan yang pastinya dia gak suka sama lo ha..ha.." ucap Doni sambil tertawa


"Lo jangan ngada-ngada deh Don, siapa sih yang gak terpesona sama ketampanan gue yang paripurna ini," ucap Angga narsis


"Eh jangan salah, Laura itu cantik loh, yach walaupun dia agak sedikit norak dan jorok sih, tapi kalau di dandani yang bener dia akan seperti Bidadari loh," ujar Doni


"Iya juga sih Don, lo punya saran gak agar gue bisa mendapatkan hatinya itu,"


"Kak Anggi bawa dia kesini buat apa? " tanya Doni


"Katanya sih dia akan kerja di sini sebagai Body Guard gue," jawab Angga


"Bagus...lo terima saja dia jadi body guard lo, siapa tau kalau kalian sering bersama lo lebih gampang buat naklukin hatinya dia," ujar Doni


"Iya Juga ya..kok gue gak kepikiran begitu sih, lo cerdas Don, gue akan tambah gaji lo," ujar Angga, Doni sangat senang mendengar ucapan Angga itu.


Sementara di dalam kamar itu Laura senyum- senyum sendiri sambil memegang bibirnya sendiri mengingat apa yang terjadi tadi antara dia dan Angga.


Kalau gue tau begini nikmatnya berciuman sudah dari dulu gue lakuin. Tapi kan ibu pernah bilang kalau gue harus menjaga semua yang ada di diri gue dengan baik agar bisa gue serahkan seutuhya pada suami gue kelak, Dan sekarang gara-gara Si resek itu sudah merenggut ciuman pertama gue jadi bibir gue gak perawan lagi, pokoknya dia harus bertanggung jawab sama apa.yang sudah dia lakuin,, Batin Laura


Gubrakk...


Pintu kamar itu di buka kasar oleh Laura, Wajahnya memerah seperti menahan marah, dia menuju ke arah Angga lalu memegang kerah bajunya.

__ADS_1


"Ada apa ini, kenapa lo kasar sekali sih ?" tanya Angga


"Pokoknya lo harus tanggung jawab," ujar Laura


"Emang apa yang lo lakuin sama dia Ga ?"


"Lo Diam, jangan ikut campur," ujar Laura menatap tajam ke arah Doni, Doni merasa ciut nyalinya, dia teringat saat Laura menendang bokongnya.


"Lo kenapa sih, kenapa gue mesti tanggung Jawab, emangnya gue ngelakuin apa sama lo, gue kan gak sampai ngelakuin itu sama lo ?


"Tapi lo kan sudah merenggut ciuman pertama gue ," ucap Laura


"Ha..ha..ha.., jadi lo minta tanggung jawab karena si Angga sudah mencium lo, aneh banget sih lo, itu sudah biasa di lakukan seorang pria dengan seorang wanita apalagi sedang berduaan di dalam kamar," ujar Doni yang membuat Laura mengeryitkan keningnya.


"Maksud lo apa hah, lo bilang ini biasa, tapi bagi gue ini salah, pokoknya dia harus tanggung jawab," ucap Laura makin mengeratkan pegangannya pada kerah baju Angga


"Jangan begini, kita duduk dulu. Kita akan bahas ini baik-baik," ucap Angga sudah sulit bernafas, Laura melepaskan cengkeramannya lalu duduk di Sofa.


"Mau lo apa sebenarnya, ayo katakan sama gue ," ujar Angga setelah dia duduk juga di Sofa itu.


"Iya gue tau, tapi tanggung jawab seperti apa yang lo mau ?" tanya Angga


"Gue mau lo... " ucapan Laura terputus saat menyadarinya.


Kalau gue menyuruhnya buat nikahin gue itu gak mungkin, Lagian gue gak mau punya suami kayak dia, gue masih mau menikmati masa muda gue, mau kuliah juga. Kalau gue menikah sama dia gue gak bisa bebas lagi dong,, Batin Laura


"Lo mau gue ngelakuin apa ?" tanya Angga


"Gak..gak usah, lo gak usah ngelakuin apa-apa ," ujar Laura kembali masuk ke kamar itu.


"Ha..ha..ha.. gue yakin dia mau lo nikahin dia, lagian pikirannya itu norak sih, dia kan dari kampung Ga ," ujar Doni sambil tertawa


"Tapi lo beruntung Ga bisa dapetin bibir yang masih orisinil itu, kalau di Jakarta mah mana ada yang kek gitu lagi," tanbahnya

__ADS_1


Angga senyum-senyum sendiri, benar apa yang di katakan oleh Doni, ciuman itu beda sekali rasanya dengan ciuman pacar-pacarnya dulu, mereka lebih agresif di banding Angga sedangkan bersama Laura dia yang lebih dominan. Laura belum mahir dengan hal yang seperti itu .


"Kenapa lo Ga, kok senyam-senyum sendiri, kesambet lo ?" tanya Doni,Angga tidak mengubrisnya dia masih tetap dengan lamunannya.


"Pasti dia ngelamunin ciuman tadi, iiih kayak anak ABG lo Ga, lebih baik gue keluar saja dari sini dari pada nanti gue jadi pengen juga ngelakuinnya sama yayang Anggi," ujar Doni lalu keluar dari sana.


🌹🌹🌹


Panji sekarang sudah berada di depan Rumah Sakit terbesar di Jakarta, Dia sangat takjub saat melihat Rumah sakit itu, Bekerja di sana adalah impian semua Dokter.


"Semoga gue keterima di sini, kalau gue keterima gue bisa lebih lama menetap di sini dan lebih banyak kesempatan buat gue untuk mencari keberadaan Laura." Guman Panji


Saat Panji hendak masuk ke sana, dia melihat gadis yang telah memberikan alamat Rumah sakit itu sedang berjalan buru-buru dengan beberapa perawat di sana.


"Apa dia seorang Dokter juga di rumah sakit ini ?" ucap Panji


"Ah gak mungkin, mungkin saja kan ada keluarganya yang sakit sehingga dia jalan buru-buru seperti itu, Tapi itu kan seragam Dokter," Gumannya


"Ah nanti kalau ketemu lagi dengannya gue akan tanyakan soal itu, sekarang yang terpenting adalah gue harus menyerahkan lamaran ini dulu," ujar Panji segera menuju ke Resepsionis.


"Maaf apa saya boleh tau dimana ruang penerimaan Dokter Baru ya sus," ujar Panji


"Apa anda Dokter panji ?" tanya suster itu


"Iya..saya Dokter Panji,"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Like......


...Coment.....


... Vote......

__ADS_1


...Makasih 🙏🙏🙏...


__ADS_2