Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Perang Bantal


__ADS_3

Hari ini Dokter Panji pulang cepat karena ingin mengajak Laura buat makan siang di Luar, seperti biasa dia tidak pernah menghubungi Laura terlebih dahulu karena dia tau kalau Laura akan menolak ajakannya dan seperti biasa Ibunya Laura yang akan meminta Laura buat makan bareng Panji.


Panji sudah siap dengan baju santainya, dia segera menuju ke rumah Laura. Sesekali dia melirik ke arah bunga yang sudah di persiapkannya buat Laura, satu buket bunga mawar merah berada di sampingnya.


Tak henti-hentinya dia tersenyum membayangkan ketika dia memberikan bunga itu dan menyatakan cintanya pada Laura. Dia yakin Laura akan menerima cintanya itu.


Panji sudah sampai di rumahnya Laura, di sana terlihat sepi, namun dia tetap turun dan mencoba mengetuk pintu rumah itu.


Satu kali ketukan, belum ada respon, dua kali juga masih sama, dan sampai tiga kali dia mengetuk pintu itu tapi tetap tidak ada yang membukanya. Seorang tetangga melihat Panji berdiri di sana lalu menegurnya.


"Kamu mau bertamu ya ?" tanya ibu itu


"Iya Bu, ngomong-ngomong Bu Ratna kemana ya ?" tanya Panji


"Apa kamu gak tau kalau Bu Ratna tidak tinggal di sini lagi,"


"Saya gak tau bu, memangnya sekarang mereka tinggal di mana ya bu ?"


"Denger-denger sih si Laura merantau ke Jakarta sedangkan Bu Ratna sekarang tinggal dirumahnya Anak pak Karim jurangan Empang itu," ujar Ibu itu.


Duarrr...


Hancur sudah harapan Panji buat menjadikan Laura kekasihnya, ternyata Laura sudah pergi dari kampung itu. Dengan langkah gontai dia berjalan menuju mobilnya dalam keadaan lemas. Hatinya sekarang bagaikan remahan rengginang, hancur berkeping-keping.


Kenapa nasib cinta ku seperti ini ya, layu sebelum mengembang,, tapi aku harus yakin kalau kami berdua jodoh, suatu saat aku akan bertemu lagi dengannya dan aku akan setia menanti hari itu datang,, Batin Panji


Panji kemudian masuk ke dalam mobilnya lalu pulang kerumahnya.


🌹🌹🌹


Parjo lagi menonton drakor, dia menangis melihat adegan demi adegan Film tersebut dan akhirnya Filmnya End juga.


"Hu..hu..sedih banget sih ceritanya, gue jadi ingat kisah gue yang di tinggal selingkuh sama si Iteng, tapi bedanya aktor cowoknya Gila sedangkan gue mati. hu..hu..," ucapnya sambil menyapu air matanya.


Parjo sudah penat nonton tipi terus dari tadi, dia berencana pergi jalan-jalan di sekitaran Mansion Itu, Lagi asik melihat-lihat pemandangan yang indah di sana, Netranya menangkap sosok seseorang yang sangat di kenalnya yaitu Laura sedang duduk di sebuah kursi taman tak jauh Dari sana. Parjo segera menghampirinya.


"Laura...kok kamu di sini sih ?" tanya Parjo sambil tersenyum manis ke arahnya.


"Lo..! Lo kenapa ada di sini ?


"Loh kok malah nanya sih, kita kan bareng ke sini," ujar Parjo


"Laura di sini ?" tanya Gadis itu, ternyata dia Arumi bukan Laura, Parjo mengernyitkan dahinya.


"Tunggu...tunggu...jangan bilang lo gadis yang ketemu sama gue waktu di bandung, gadis yang mirip Laura itu," tanya Parjo, Arumi menganggukan kepalanya.


"Beneran ?" tanya Parjo senang

__ADS_1


"Iya, nama lo siapa ? waktu itu kita belum sempat kenalan," ujar Arumi


" Gue Parjo,"


"Ha..ha..seriusan nama lo Parjo ?


"Emang kenapa ?


"Lucu aja, tampang kayak lo namanya Parjo,"


"Emang kenapa sama tampang gue ?


"Ya tampan lah," ucap Arumi spontan


"Makasih ," ucap Parjo, Arumi baru ngeh kalau tanpa sadar dia sudah memuji Parjo.


Aduh kenapa keceplosan sih gue, bisa geer nih anak, emang sih dia tampan, malahan tampan banget...bikin gue meleleh aja. Sadar Arumi, lo gak boleh terlalu kentara sama dia, lo harus bersikap Elegant dan jual mahal dikit napa," Batin Arumi


" Hei nama lo siapa? "tanya Parjo


"Gue Arumi," jawab Arumi mulai bersikap datar.


"Gue senang bisa kenal sama lo ?" Ucap Parjo


Apa...dia seneng sama gue, oh my God mimpi apa gue semalam,, Batinnya lagi


Yach ternyata dia cuma mau jadi teman gue, gue udah kegeeran aja, gue pikir dia suka sama gue,, Batin Arumi sedih


" Arumi..Arumi..," panggil Parjo


"Iya.." Arumi tersentak


"Kenapa lo benggong aja, gimana ?" tanya Parjo


"Gimana Apanya..?


"Lo mau gak jadi teman gue," tanya Parjo, Laura mengangguk.


"Yes...Makasih Arumi," ujar Parjo sambil memeluk Arumi, Arumi mematung, detak jantung Arumi memacu.


Arumi : Eh Thor Emang Hantu masih ada detak jantung ya, yang bener dong kalau nulis Thor.


Author : Iya..ya..habisnya Author belum pernah jadi hantu sich, Author kan gak tau,, he..he..


Terus Author harus nulis apa dong Arumi yang bisa menggambarkannya ?


Arumi: Iya Juga ya...suka-suka Author lah..

__ADS_1


Author : Oke Arumi, ngomong-ngomong kalau suka ngomong aja jangan di pendam, entar di gebet sama yang lain baru tau rasa.


Arumi : bisa diam gak Thor, udah sana nulis lagi kalau gak gue rasuki nih ,"


Author : Ampun Arumi, Author gak ngomong lagi.


Sampai mana tadi, tuh kan jadi lupa, ini semuap gara-gara arumi nih.


Thooor..."


Gak kok Arumi, peace...✌


Jantung Arumi mau copot ketika Parjo memeluknya, dia segera melepaskan pelukan Parjo.


"Eh maaf Arumi, aku kelewat senang," ucap Parjo tersipu.


"Gak apa-apa kok," ucapnga datar.


"Oh iya ngomong-ngomong Laura Di mana ?" tanya Arumi


"Dia ada di rumah besar sana," tunjuk Parjo


"Itu kan Rumahnya Angga, kok kalian bisa sampek sana sih,"


"Panjang ceritanya, kapan-kapan aja gue cerita ya, sekarang ayo kita ke sana," ajak Parjo


Yach padahal gue masih mau berduaan sama dia, tapi gak apa-apa deh gue juga mau ketemu Laura dan meminta tolong padanya untuk mengungkapkan kebusukan mama Lusi,, Batin Laura.


Mereka pun berjalan menuju ke dalam Mansion itu, Sampai di sana mereka di suguhkan dengan pemandangan yang membuat mereka tercengang.


Mereka melihat Laura dan Angga lagi perang dingin bahkan perang bantal di ruang TV.


"Ada apa ini ? mengapa mereka bisa seperti itu," tanya Arumi


"Gue juga gak tau, ayo kita tanya sama Laura." Ajak Parjo


Laura yang sudah kelelahan dengan tubuhnya yang di penuhi busa bantal menoleh ke arah mereka sambil tersenyum lemah. Keadaan Angga pun terlihat sama sepertinya.


Arumi makin mendekat ke arah Laura, tak tau kenapa perasaan mereka membuncah sehingga membuat keduanya saling berpelukan sambil menangis.


"Eh gadis Aneh, kenapa lo nangis, kita kan seri," tanya Angga


"Kepo aja Lo," ucap Laura.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like dan Coment yang banyak ya🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2