Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Mengerjai Alona


__ADS_3

"Kamu jangan berkata seperti itu Van, bagaimanapun juga Lusi yang merawat Arumi dari kecil, dan Arumi pasti sedih kalau kalian berpisah," ujar Nita


"Sedih apanya, Mama Lusi gak pernah menyayangi aku layaknya anak sendiri, tapi lebih tepatnya dia memperlakukan aku sangat buruk ketika papa tidak ada di rumah." ujar Arumi


"Sudah lah Van, sekarang kamu urus kembali perusahaanmu yang sudah terbengkalai itu, walaupun sudah ada Dion yang menghandelnya. Mama yakin Dion semakin kerepotan karena dia harus mengurus perusahaan dan istrinya yang baru saja melahirkan anak ke tiganya secara bersamaan." ucap Nita, Devan menghela nafas kasar. Benar apa yang di katakan mamanya itu Dion pasti kerepotan kalau dia harus mengurus semuanya sendiri tanpanya karena perusahaan mereka makin besar.


Devan bangkit, dia menuju ke kamarnya tanpa mengatakan sepatah kata pun pada mamanya.


Huff...


Nita menghembus nafasnya kasar, lalu dia menuju ke dapur untuk membuatkan makan Siang buat mereka.


Arumi sedih melihat Papanya seperti itu, semangat yang dari dulu dia lihat seakan semuanya sirna dan sosok papanya yang dulu kuat sekarang menjadi lemah tak berdaya.


"Gue harus melakukan sesuatu agar papa bisa kembali seperti dulu," ucap Arumi


Tiba-tiba Arumi teringat akan gadis yang sangat mirip dengannya yang dia temui di kampung waktu itu.


"Cuma dia yang bisa membantu gue, tapi apa dia akan ke Jakarta ya ? gimana ini..gue tidak bisa meninggalkan Angga untuk menyusulnya ke sana. Semoga takdir mempertemukan kami lagi," Harap Arumi


Dari arah pintu mansion datang Alona dan Lusi dengan membawa belanjaan di tangannya.


"Huff...capek juga ya ma, lain kali kita pergi belanja lagi. Aku masih ada yang pengen di beli," ucap Alona


"Iya sayang..kalau kita gak ngabisin uang papa kamu yang bejibun itu, siapa lagi ?" ucap Lusi


"Iya dong Ma..Beruntung ya si Arumi itu sudah koid, jadi kita bisa melakukan apa saja yang kita mau tanpa harus was-was di laporin ke papa sama dia," ucap Alona Senang


"Siapa dulu dong pahlawannya...mama.." ucapnya bangga


"Iya..iya..mama Is the best deh, oh ya Ma..bagi uang dong, aku mau ke hangout sama teman-teman aku nanti sore,"

__ADS_1


"Owalah...ni anak, gak cukup apa tadi pergi belanja sama mama, masih mau pergi lagi nanti," ucap Lusi sambil memberi uang buat Alona


"Makasih mama ku sayang, aku makin sayang deh sama mama," ucapnya lalu mencium pipi Lusi kemudian bergegas menuju kamarnya yang dulunya adalah bekas kamar Arumi.


"Bisa aja kamu ngerayunya sayang," guman Lusi sambil tersenyum.


Arumi marah melihat kelakuan kakak sama ibu tirinya itu yang seenaknya saja menghambur-hamburkan uang ayahnya. Arumi sampai membanting pajangan yang berada di dekatnya.


Praaangg...


Lusi kaget, dia kemudian berjalan menuju sumber suara.


"Astaga..., siapa yang ngelakuin ini, ini kan pajangan kesayangan ku." ucapnya lalu memanggil beberapa pelayan untuk membersihkannya. Nita yang dari tadi asik di dapur segera menuju ke arah asal suara.


"Ada apa sih ribut-ribut, Lusi kenapa sama pajangan itu ?


"Ini ma..tadi tiba-tiba saja pajangan mahal ini jatuh sendiri, padahal kan ini belinya di Korea dan harganya mahal dan satu-satunya di dunia lagi," ucap Lusi


"Bukan begitu ma..aku beli ini buat investasi, nanti kalau ada penawaran yang menguntungkan aku akan jual lagi kok ma," ujar Lusi membela diri


"Siapa yang mau membeli serpihan-serpihan itu, di kasih pun gak akan ada yang mau, lebih baik sekarang kamu melakukan hal-hal yang berguna seperti beramal di bandingkan kamu menghabiskan uang buat yang gak ada mamfaatnya seperti itu." ucap Nita lalu kembali ke dapur.


"Dasar nenek-nenek cerewet, lihat saja nanti apa yang bisa aku lakukan sama kamu, Arumi saja bisa aku singkirkan apalagi nenek-nenek peot seperti kamu," guman Lusi yeng membuat para pelayan menatap ke arahnya.


"Apa kalian lihat-lihat, cepat bersihkan ini semua," ucapnya lalu berjalan menuju kamarnya.


"Ternyata kematianku bukan kecelakaan biasa tapi ini sudah di rencanakan oleh mereka," guman Arumi.


"Aku harus menjaga oma dari wanita jahat itu, tapi gimana caranya. Aku kan harus menjaga Angga juga," ucap Arumi binggung


"Fix aku harus segera bertemu dengan Laura, aku harus minta bantuan darinya buat jagain keluargaku dan mengungkap kebusukan wanita ular itu," ucapnya mantap.

__ADS_1


Arumi bergegas menuju kamarnya yang sekarang di tempati oleh Alona. Sampai di sana dia segera merebahkan tubuhnya di King sidenya yang empuk itu. Arumi kangen berada di sana lagi.


Tak lama kemudian Alona keluar dari dalam kamar mandi sambil bernyanyi- nyanyi gak jelas yang membuat Arumi terganggu. Tiba-tiba muncul ide di kepala Arumi buat ngerjain Alona.


Saat Alona lagi mengambil pakaiannya di lemari Arumi menutup lemari itu sehingga Alona terjepit di sana.


"Heh siapa sih yang iseng ?" ujar Alona lalu dia melihat sekelilingnya tapi di sana tidak ada satu orang pun.


"Hi..hi...rasain lo emang enak kepentok pintu lemari hi..hi.." Arumi kegirangan lalu dia membanting pintu kamar mandi. Sebuah senyum smirk terlihat di bibir Alona.


"Lo mau main-main sama gue ya, awas aja lo kalau sampai gue temuin," ancam Alona lalu mengambil benda yang bisa di gunakan untuk memukul. Alona perlahan-lahan menuju Ke kamar mandinya dan dia lalu membuka pintu kamar mandi tersebut.


"Kena lo.." ucapnya, tapi tidak ada seorang pun berada di sana, Arumi mendorong Alona masuk ke dalam kamar mandi itu dan menguncinya dari luar.


"Siapa itu...buka..buka..awas lo ya, siapapun lo gue akan balas lo nanti, buka..buka...," Alona berteriak bagai kesetanan di dalam kamar mandi itu sehingga suaranya terdengar oleh Lusi ibunya. Lusi bergegas menuju kamar Alona.


"Kenapa sih kamu teriak-teriak kayak di hutan aja," ucap Lusi sambil membuka pintu kamar Alona, tapi dia kaget saat melihat Alona tidak berada di kamarnya.


"Buka...buka..gue mau keluar, siapapun lo gue akan buat perhitungan sama lo," ucapnya sambil menangis.


"Ih cemen, terkurung di kamar mandi saja udah nangis gimana kalau ketabrak mobil kayak gue," ucap Arumi.


Lusi kaget mrndengar suara Alona berasal dari kamar mandi, dia segera membuka kamar mandi tersebut. Alona berhambur kepelukan Ibunya.


"Kamu kenapa sih Alona, kenapa kamu gak keluar saja dari kamar mandi dan kenapa kamu harus gedor-gedor kamar mandi itu ?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


🌹Like..Coment..dan vote ya


Dan tekan tanda ❤ agar kamu mendapat notif Up nya..

__ADS_1


Makasih🙏🙏🙏


__ADS_2