Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Saya Fans nya


__ADS_3

Wajah siapa ?" tanya Orang di sebelah Laura, Laura menoleh.


Aaaaaa.....


Laura kaget melihat wajah orang disampingnya itu.


Ni orang apa setan sih, wajahnya lebih serem dari hantu tadi, Batin Laura.


"Enggak kok, aku cuma lagi lihatin wajah teman aku yang ngeselin banget, Dia itu suka ngikutin aku soalnya," ujarnya


"Oh kirain kamu juga bisa lihat hantu itu," ucapnya yang membuat Laura kaget.


Ternyata bukan gue saja yang melihatnya, orang ini juga,, Batin Laura


"Jadi bapak bisa lihat juga hantu tadi ?


"Iya..karena saya sama juga seperti dia," ucapnya sambil menjulurkan tangannya hendak mencekik Laura.


"Stoop..." teriak Laura sambil memejamkan matanya


"Eh neng, kita tidak bisa berhenti di sembarang tempat, nanti sampai terminal baru bisa stoop," ujar pak Supir yang kaget mendengar teriakan Laura.


"Eh bukan kok pak, saya cuma bercanda kok tadi," ucap Laura cengengesan


"Kalau bercanda jangan keterlaluan Neng, untung saya tidak ada penyakit Jantung kalau enggak kita semua sudah celaka," ujar Supir Bus itu.


"Maaf deh Pak, gak akan di ulangi lagi deh he..he..," ujar Laura cengengesan.


Dia melihat-lihat lagi ke sana- kemari barangkali ada lagi hantu di dalam bus itu tapi semuanya sudah hilang.


"Untung saja tu setan sudah pergi, sebenarnya ini bus beneran apa bus hantu sih, banyak amat setannya," ucap Laura


" Dulu bus ini pernah mengalami kecelakaan, sehingga banyak orang yang tewas di tempat dan sejak saat itu banyak Setan yang menghuni bus ini," ucap seorang bapak-bapak tua yang duduk di belakang Laura. Laura menoleh, nampak bapak-bapak itu tersenyum ke arahnya.


"Bapak hantu juga ?" tanya Laura


"Ha..ha..pertanyaan kamu ini aneh nona, saya ini manusia sama seperti kamu," ucapnya


"Terus kenapa bapak bisa tau semua itu ?"


"Saya sebenarnya juga salah satu korban kecelakaan itu, akan tetapi saya satu-satunya orang yang selamat dari tragedi itu," ceritanya


"Saya sering naik bus Ini kalau saya ke Jakarta, karena di bus ini juga istri saya meninggal," ujar Bapak-bapak itu sambil memeluk ibu-ibu di sampingnya.


Laura menoleh kearah ibu-ibu itu, ada yang beda dengan dia, ibu-ibu itu tersenyum ke arah Laura, bulu kuduk Laura merinding melihatnya.


"Jangan kaget, dia bukan manusia, tapi arwah istri saya," ucap Bapak-bapak itu


"Bapak juga bisa lihat mereka ?" tanya Laura heran

__ADS_1


"Iya..semenjak kejadian kecelakaan maut itu, saya koma selama setahun dan sudah dinyatakan meninggal oleh Dokter di rumah sakit tempat saya di rawat, tapi tuhan berkehendak lain saya masih di beri kesempatan buat hidup lebih lama di dunia ini," ceritanya


"Kok kisah bapak sama seperti saya sih, bedanya kalau saya hanya koma dua bulan saja dan bapak menang sepuluh bulan he..he..," ujar Laura sambil cengengesan.


"Kamu lucu sekali nak, kamu mau ke Jakarta ngapain ? apa ada saudara di sana ?" tanya Bapak itu


"Saya mau mengadu nasib pak, kalau mengadu ayam saya tidak punya, siapa tau saya bisa bawa pulang emas di puncak monas nanti ke kampung," canda Laura


"Ha..ha.., kamu kocak sekali nak sampai saya tak bisa berhenti ketawa. Saya doàin kamu sukses ya nak, jangankan Emas monas, emas-emas yang lain akan bisa kamu bawa pulang. Satu pesan saya nak, kamu harus jujur dalam keadaan apapun, karena dengan Jujur hidup kamu akan lebih mudah di kota metropolitan itu." nasehat bapak itu.


"Oh ya pak, yang tadi di samping saya apa bapak kenal ?


"Saya tidak kenal nak," jawabnya


"Ooo kirain bapak kenal," ucap Laura


Laura kembali memandang ke depan, tak lama kemudian dia tertidur.


Sebuah senyum terbit di bibir seseorang yang dari tadi memperhatikan gerak-gerik Laura.


"Kamu gak usah sembunyi lagi, anak itu sudah tidur kok," ucap Bapak itu kepada sosok pemuda yang dari tadi memperhatikan mereka.


"Apa kamu itu pacarnya Nona itu ?" tanya bapak itu


"Saya Fans nya," Jawab pemuda itu yang ternyata adalah Parjo.


Maunya sih gitu, tapi alam kami sudah berbeda dan saya harus move on dari Laura,, Batin Parjo


🌹🌹🌹


Hari ini Angga Stay di Mansionnya karena hari ini adalah Weekend, dia berencana menghabiskan waktunya di rumah saja seharian.


Angga bersantai di teras belakang tepatnya di pinggir kolam renang di mansion itu.


Byuurr...


Air terpercik ke wajah Angga karena ada seseorang yang nyebur ke kolam renang tersebut.


" Kak Anggi...! jadi basah kan guenya," teriaknya kesal


"Makanya Lo berenang dong, enak loh panas-panas begini berenang," ujar Anggi


"Ogah..lebih baik gue santai aja di sini," ujarnya kembali membaringkan tubuhnya di kursi santai.


Byuurr...


"Kak Anggi..., di bilangin gue gak mau ya gak mau," ucapnya sambil bangun dan melihat ke arah Anggi.


"Bukan gue Angga, tapi dia," ujar Anggi sambil nunjuk ke arah Doni, Doni hanya cengengesan.

__ADS_1


"Heh kunyuk lo belum pulang juga... lo gak ada kerjaan lain ya selain gangguin gue, gak di kantor gak di rumah kerjaan lo ngerecokin aja," ujarnya


"Sorry Bro..hari ini gue gak akan ngerecokin lo kok karena gue ada misi yang lebih penting dari itu," ujar Doni


"Palingan Lo mau deketin kak Anggi, udah bisa gue tebak itu," ucap Angga membaringkan lagi tubuhnya di sana


"Lo emang sohib gue yang the best...Lo tau isi hati gue Nga." ujar nya


"Gimana yayang Anggi kita lomba mau gak ? siapa yang duluan nyampek ke sana harus ngelakuin apa yang menang mau, gimana mau gak ?"


" Oke..siapa takut," ucap Anggi


"Lo pasti kalah Don, Kak Anggi jago berenang loh," ucap Angga


"Kita lihat saja nanti ," ujar Doni


"Angga Lo yang jadi jurinya," ujar Doni


"Oke..tapi yang kalah harus traktir gue gimana ?


"Gak asik lo Nga, masak CEO minta di traktir sih, kayak gak punya duit aja lo," ujar Doni


"Mau gak,, kalau gak mau gue tidur lagi nih," ujarnya hendak berbaring kembali.


"Gimana yayang Anggi ?" Anggi menganggukkan kepalanya, dia sudah terbiasa sama panggilan bocah tengil itu. Dia sudah menganggap Doni layaknya adik sendiri.


"Oke deh karena yayang Anggi setuju gue juga setuju," ucapnya


Angga pun bangun dari kursi santainya dan menuju kearah mereka.


"Oke..pada hitungan ke tiga kalian mulai ya," ucap Angga


"Satu...Dua...Tiga...Go..."


Mereka pun mulai berenang, Doni terlihat sangat cepat dan Anggi terlihat ketinggalan jauh di belakang.


Ini kenapa sih, kok sepertinya kaki gue berat sekali ya,, Batin Anggi


"Yeay gue menang...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kira- kira kaki Anggi kenapa ya🤔🤔🤔


tunggu aja eps selanjutnya😊😊😊


Dan jangan lupa Like...Coment...Vote...


Thank's 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2