
Angga terperanjat mendengar teriakan Laura yang penuh dengan emosional itu, Dia pun menurut saja dengan Apa yang di suruh oleh Laura, mereka pergi ke rumahnya Bonar dengan penampilan mereka yang masih memakai piyama dan wajah bantalnya.
Sebelum Laura pergi tak lupa dia mengajak Parjo dan Arumi, siapa tau mereka bisa bantu sebelum oak Ustadznya datang.
Di mobil suasana hening yang ada raut kecemasan yang mendalam di wajah Laura, Parjo penasaran dengan apa yang terjadi lalu bertanya sama Laura.
"Laura sebenarnya apa sih yang terjadi, kita kok pagi-pagi sudah pergi aja, malah belom mandi lagi," ujar Parjo
"Iya nih Ra, sebenarnya kita mau kemana sih, gue kan belom dandan, kagak cantik dong gue," ujar Arumi
"Lo cantik kok," ujar Parjo yang membuat Arumi merona.
"Kalian bisa diam gak sih," bentak Laura, mereka kaget, begitu pula dengan Angga
"Heh gadis aneh, lo kenapa sih bentak-bentak gue, perasaan gue dari tadi diam aja deh," ujar Angga
Laura yang menyadari kalau Angga gak tau kalau ada makhluk lain di dalam mobil itu akhirnya diam, tak lama kemudian mereka pun sampai di sebuah rumah mewah yang di jaga oleh beberapa Orang berbadan besar di pintu masuknya.
Laura segera turun dan menghampiri mereka. tapi sebelumnya dia menyuruh Arumi dan Parjo segera menemukan mbak Anggi di dalam rumah itu dan menyelamatkannya dari cengkeraman setan yang sangat menyeramkan itu.
"Ada perlu apa ya ? tanya Salah seorang dari mereka kepada Laura.
"Yang punya rumah ada ?" tanya Laura sopan
"Kamu siapa, kenapa pagi-pagi sudah datang kerumah orang, penampilannya kek gini lagi," ucap teman orang tadi yang tubuhnya agak besar, Laura mendekati Angga.
"Heh resek, lo bisa berkelahi gak sih ?" bisik Laura bertanya pada Angga
" Gampang itu, " jawab Angga
"Lo dua orang, gue satu orang," ucap Laura
"Gila lo, mana bisa gue ngelawan dua sekaligus," ujar Angga
"Lo ini cowok bukan sih, gue yang cewek aja bisa," ujar Laura lagi
__ADS_1
"Iya deh gue coba," jawabnya
"Heh kenapa kalian bisik-bisik di sana ?" tanya
" Kita lagi ngimongin cara ngehajar kalian," ucap Laura
" Gadis Aneh kenapa bilang-bilang sih, langsung hajar saja," ucap Angga
" Iya..yak..he..he..," ucapnya langsung menghajar salah satu dari mereka, dengan dua kali pukulan dan tendangan pria berbadan besar itu terlempar jauh dan tidak bisa bangun lagi.
" Wiih tenaga lo lumayan juga ya," ucap Angga, diapun melakukan hal yang sama dengan Laura, tapi salah satu dari mereka bisa membalas pukulannya di dada Angga sehingga menbuat Angga terhuyung kebelakang.
Saat melihat Angga kewalahan, Laura hanya diam saja menonton mereka berkelahi.
" Gadis Aneh bantuin gue dong, lo malah ngejogrok di situ aja," Suruh Angga
"Ogah..lo sendiri saja, tadi kan perjanjiannya lo dua orang gue satu orang, tugas gue sudah selesai," ucapnya cuek
"Dasar aneh, awas lo ya nanti," ucap Angga lalu kembali melanjutkan pertarungannya dengan dua penjaga tadi, kali ini nasib baik berpihak kepada Angga, dia akhirnya dapat menaklukkan dua orang berbadan besar itu. Mereka akhirnya mengikat mereka pada sebuah tiang yang tak jauh dari sana.
Laura bergegas masuk ke dalam rumah itu, beruntung pintu masuknya gak di kunci, Angga mengikuti Laura dari belakang. Sampai di dalam mereka binggung, Laura berhenti sejenak.
"Mereka di lantai atas, gue lagi kewalahan nih," ucap Parjo yang lagi memelintir tangan sesosok perawakan besar dan merah itu di sana.
Laura langsung menuju ke sana, dan dilihatlah pemandangan yang tidak mengenakan, Bonar sedang mengerayangi tubuh polos Anggi.
"Dasar bajingan lo," ucap Laura lalu menendang Bonar sehingga Bonar terpental jauh dari tubuh Anggi, kemudian Laura menyelimuti Anggi dengan selimut sampai akhirnya Angga masuk juga di sana.
Melihat Bonar hanya mengunakan boxernya saja dan Anggi yang sudah di selimuti oleh Laura Angga naik pitam, dia menghajar Bonar habis-habisan.
"Laura bantuin kita, dia kuat banget," ucap Arumi yang gak kuat lagi memegang kuntilanak penggoda itu, sedangkan Parjo sudah tersungkur di lantai karena di pukuli oleh sosok menyeramkan itu.
Laura tidak berani melihat mata sosok itu, semalam saja dia tak sengaja melihatnya dia seakan terbakar dan ketakutan hebat.
Angga sudah kelelahan menghajar Bonar, dan Bonar pun sudah terkulai lemah di sudut kamar itu dengan darah menetes dari beberapa luka di tubuhnya.
__ADS_1
"Resek..mana sih cewek tadi, kok lama amat, keburu makhluk itu memberi kekuatan sama Si Bonar nih," ujar Laura
Angga pun menelpon Jessica, ternyata Jessi ada di bawah dengan seorang Ustadz, mereka menunggu di panggil oleh mereka.
"Mana mereka ?" tanya Laura yang sudah memejamkan matanya karena di tatap tajam oleh sosok itu.
"Mereka di bawah, mereka nunggu kita manggil mereka," ucap Angga
"Ya ampun, ini bukan Audisi kenapa harus nunggu di panggil sih, lo panggil sana, gue gak bisa gerak nih," suruh Laura, Angga pun memanggil Jessi dan pak Ustadz.
Saat ustadz itu masuk ke kamar itu, auranya jadi berubah panas sehingga mereka terhuyung keluar dari kamar itu, sedangkan Laura masih setia memejamkan matanya.
"Ada apa ini kenapa kita gak bisa masuk," ucap ustadz itu.
"Pak ustadz gimana sih, baca doa dulu dong, ini setan kuat banget ," ujar Laura
Barulah ustadz itu melantunkan surah-surah yang biasanya di lantunkan sebagai doà ruqyah yang paling kuat, dan seketika hawa panas pun hilang.
Merasakan aura panas sudah gak ada lagi, Laura mengerjapkan matanya lalu melihat ke sana kemari, tapi iblis itu sudah lenyap.
"Parjo dan Arumi kemana ya," gumannya.
"Kita di sini," ucap Arumi, mereka berada di atas lemari di kamar itu.
Sontak Laura tertawa melihat mereka duduk di atas sana dengan wajah takutnya.
Angga yang melihat Laura tertawa jadi ngeri sendiri.
"Ustadz apa jangan-jangan Laura kerasukan ya, kenapa dia tertawa sendiri gitu," ujar Angga, Ustadz itu pun menghampiri Laura dan memegang kepalanya lalu melafadkan doà tadi buat Laura.
Sekarang giliran Parjo dan Arumi yang tertawa melihat Laura di Ruqyah oleh Ustadz itu. Laura hanya mendelik kesal, akan tetapi dia pasrah saja dari pada mereka makin curiga padanya.
Setelah selesai di Ruqyah Laura pura-pura sudah sadar, Angga dan Pak Ustadz keluar dari kamar itu dengan membawa Bonar keluar dari sana sebelum polisi datang ke sana, sedangkan Laura sama Jessica memakaikan pakaian kembali kepada Anggi yang masih belum sadarkan diri.
Disela-sela kegiatannya Jessica yang masih penasaran sama Laura mulai memberanikan diri untuk bertanya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like dan Coment yang banyak ya😍🙏🙏