
Anggi tertawa terbahak-bahak lalu pergi dari sana.
"Apa gue gak usah kesana ya, tapi nanggung ah , pergi..enggak..pergi..enggak..pergi..," ucap Doni sambil menghitung jarinya.
"Ah malah pergi lagi, ya udah deh gue pergi aja kali ya," ucapnya lalu berjalan menuju ke Taman belakang.
"Hallo..ada orang kah di sini ?" tanya Doni, dia berjalan mindik-mindik takut sama binatang-binatang yang ada di sana.
Tiba-tiba dia merasakan ada sesuatu yang merayap di punggungnya.
"Apa ini kok geli ya ," ucapnya sambil tertawa kegelian.
"Aaaa..." Doni teriak saat melihat ada seekor Iguana merayap di bahunya.
"Ha..ha..ha..Gitu aja takut lo, kayak cewek aja," ujar Dona sambil tertawa.
"Bukan takut tapi kaget tau," ujar Doni
"Beneran nih gak takut ?" goda Dona sambil mendekatkan Iguana tersebut ke arah Doni
"Bawa jauh-jauh binatang itu dari gue, " ujar Doni sambil memasang ancang-ancang.
"Katanya gak takut," Dona masih saja mengoda Doni sambil terus mendekatkan Iguana itu ke arah Doni.
__ADS_1
"Dona..lo maju selangkah lagi gue cium nih ," ujar Doni masih saja mundur.
"Nih cium kalau berani ," ujar Dona sambil memasang pipinya ke arah Doni dan Iguana semakin mendekat kearahnya.
Cup...
Doni mengecup pipi Dona lalu langsung kabur dari sana, Dona mematung dan pipinya mendadak merah dan terasa panas.
"Apa itu tadi, dia beneran nyium gue?" ucapnya sambil terduduk lemas.
"Kok gue jadi lemas gini ya, jantung gue rasanya mau copot, apa artinya ini," ucap Dona lagi.
"Itu tandanya lo jatuh cinta sama Si Doni," sahut seseorang yang ada di belakang Dona
"Vero...sejak kapan lo di situ hah, lo nguping ya ?"
"Gituan apa ?, jangan ngada-ngada lo ya ," ucap Dona marah
"Kabuuurr..Kakaknya dedemit ngamuk..."Ucap Vero lalu kabur dari sana.
"Apa benar ya ucapan Vero tadi, apa gue jatuh Cinta sama Doni ?" ucap Dona lagi.
"Kalau cinta juga gak apa-apa kali ," ucap Vero yang balik lagi ke sana.
__ADS_1
"Veroo....!
"Ha..ha..ha..Dona jatuh cinta nih ye..," ucapnya sambil berlari menghindari Dona.
Bruuukkk...
Vero menabrak seseorang dan dia dengan sigap menangkap orang itu yang tak lain adalah Anggi, Jantung Vero berdetak kencang saat tatapan matanya bertemu dengan manik mata Anggi yang menurutnya sangat indah itu.
Anggi pun tak bisa menyembunyikan detak jantungnya yang seperti genderang perang itu.
Awww..
Vero melepaskan pegangannya di tubuh Anggi sehingga Anggi memekik kesakitan karena bokongnya membentur lantai.
"Jantung gue.." ucap Vero sambil memegang dadanya lalu pergi meninggalkan Anggi.
"Hei..bantuin kek, malah main pergi aja," ucap Anggi
Ha..ha..ha..Kak Anggi ngapain duduk di situ ?" ujar Doni sambil tertawa.
"Bantuin Don, gue jatuh tadi," ujar Anggi. Doni lalu membantu Anggi untuk bangun tapi karena keseimbangannya tidak stabil Doni malah jatuh menimpa Anggi, dan di saat bersamaan Dona masuk dan melihat adegan itu.
Wajah Dona memerah dan langsung keluar lagi menuju ke taman belakang dan tak terasa air matanya keluar dengan sendirinya.
__ADS_1
"Kenapa sih gue gak suka kalau lihat Doni seperti itu sama mbak Anggi..?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...