Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
meramal masa depan


__ADS_3

Disela-sela kegiatannya Jessica yang masih penasaran sama Laura mulai memberanikan diri untuk bertanya.


"Hei..kita belum kenalan, kenalin gue Jessica Dokter pribadi keluarga Ardiansyah sekaligus sepupu Angga dan kak Anggi," Jessi mulai mengajak Ngobrol Laura


" Lo sepupunya si resek itu ya, salam kenal ya Gue Laura, gadis imut kayak marmut yang baru datang dari Bandung," ucap Laura sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Jessica.


"Huff.." Jessi menghembus nafasnya lega, dia mengira kalau Laura sangat kaku karena saat melihatnya pertama kali Laura terlihat misterius.


Ternyata Laura asik orangnya, gak seperti yang ada dalam bayangan gue,, Batin Jessica


"Kenapa lo ? kok bengong aja, Ayam tetangga saya di kampung bengong sehari kemudian dia mati loh," ujar Laura


"Kok bisa ?" tanya Jessi


"Ya bisa lah, orang dia bengongya di tengah jalan, ya ketabrak sama motor lah ha..ha.., Garing ya.." ujar Laura


"Ha..ha..lo bisa aja Laura, gue pikir lo itu kaku orangnya makanya gue segan dikit ngomong sama lo, ternyata lo asik juga ya di ajak ngobrol," ujarJessica


"Lo pikir gue robot apa ?" ucap Laura tertawa, Jessica juga ikut tertawa.


"Oh ya Laura..Lo kok bisa tau kalau kak Anggi disini ?" tanya Jessica


"Mau tau aja apa mau tau banget ?"


"Lo memang bisa aja bikin gue penasaran ya, ya gue mau tau banget lah," ucap Jessica


"Lo tau gak, sebenarnya gue bisa melihat masa depan," ucap Laura asal


"Yang bener ?" Lo itu peramal ?" tanya Jessi


"Bukan..."


"Terus lo kok bisa begitu ?"


"Gue bisa aja," ucap Laura santai, Jessi tidak yakin kalau Laura itu jujur, dia mencoba mengetes Laura.


"Lo bohong ya, gue gak percaya kalau lo bisa melihat masa depan."

__ADS_1


"Siapa suruh lo percaya sih, gue cuma ngasih tau aja sama lo biar lo gak penasaran terus"


"Gue akan percaya kalau lo bilang apa yang akan gue alami nanti setelah dari sini dan itu semua kejadian," ucap Jessi


"Gue udah bilang tadi siapa yang suruh lo percaya sama gue, syirik tau," ucap nya


"Ayolah, gue penasaran banget nih apa yang akan terjadi sama gue setelah ini," ucap Jessi


"Ni anak di bilangin malah ngeyel, ya udah gue lihat dulu," ucap Laura sambil pura-pura menunjuk dua jarinya di samping matanya.


"Lo saat pulang dari sini akan ketemu sama jodoh lo, dan kalian akan bertemu di jalan tak jauh dari sini," ucap Laura ngarang Biar Jessi gak bawel lagi.


Laura gak mungkin bilang ke Jessi kalau dia bisa lihat hantu karena takut Jessi menjauhinya, makanya dia ngarang cerita kalau dia bisa lihat masa depan orang .Tapi itu malah membuat semuanya semakin ribet saja, Jessi malah menantangnya buat ngelihat masa depannya.


"Ya udah kalau begitu gue pulang dulu, gue ingin buktiin kalau lo itu benar." ucap Jessi semangat lalu pergi dari sana.


"Dasar gadis bodoh, percaya aja di bohongin, tapi kasian juga ya, udah semangat gitu malah gak kejadian," ucap Laura sambil cekikikan.


Jessica begitu semangat membawa mobilnya menyusuri jalanan menuju kerumahnya, Dia membawa mobilnya dengan kecepatan sedang sambil celingak-celinguk melihat apa ada seseorang berada di pinggir jalan menunggunya. Harapan tinggal harapan, ternyata Jessi mau sampai di Apartementnya juga gak ada satu pun pemuda yang berada di jalanan itu.


"Dasar Laura tukang bohong, lagian gue yang begok sih percaya aja sama ucapan dia yang gak mungkin terjadi itu, mana ada orang yang bisa lihat masa depan," Jessi ngomel-ngomel sendiri sambil berjalan menuju lift yang sudah terbuka, Dia buru-buru masuk ke sana.


Saat berada tepat di depan Lift dia bertabrakan dengan seorang pemuda yang mau keluar dari lift itu.Pemuda itu tidak melihat Jessi yang sedang berlari menuju ke arah lift itu.


"Awww..." pekik Jessi, dia terpental tak jauh dari pintu Lift itu karena tubuhnya terbentur keras dengan tubuh pemuda itu dan kepalanya sedikit terluka akibat kepentok pintu lift.


"Sory..sory..aku gak sengaja," ucap seorang pemuda yang menjulurkan tangannya hendak menolong Jessi buat bangkit.


Jessi menoleh kearah pemuda tersebut, betapa senangnya dia melihat pemuda tampan itu di sana.


Apa jangan-jangan ini yang di bilang Laura tadi,, Batin Jessi


"Gak apa-apa kok, gue juga salah karena buru-buru dan gak ngelihat orang keluar dari Lift," ucapnnya lalu menerima uluran tangan Pemuda itu kemidian bangkit dari sana


"Kepala kamu berdarah, ayo ikut saya biar saya obati," ucapnya membawa Jessi ke sebuah bangku yang berada tidak jauh dari sana.


Pemuda itu membuka tasnya dan mengambil tisu, alkohol dan plaster lalu segera mengobati luka di dahinya Jessica.

__ADS_1


"Ini kalau gak segera di obatin takutnya bisa infeksi," ucap pemuda itu, Jessica tersentuh dengan apa yang di lakukan oleh pemuda itu.


"Selesai ," ucap pemuda itu dengan senyum manisnya, Jessi masih memandang ke arah pemuda itu.


Oh my God, gue berasa di perhatiin sama suami, pengen rasanya gue nemplok di tubuhnya itu,, Batin Jessi


" Hei..Hallo..." ucap pemuda itu sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Jessica.


"Kok bengong aja sih, saya sudah selesai mengobatinya, ucapin terima kasih kek," ucapnya


Jessica tersadar dari lamunannya, dia gugup melihat senyum manis Pemuda itu.


"Makasih ya, oh ya..kamu tinggal di sini ?" tanya Jessica


"Tidak, saya cuma mengunjungi paman saya yang tinggal di Apartement ini, tadi dia telpon kalau penyakitnya kambuh dan obatnya sudah habis, jadi saya membawakan obat buatnya dan memeriksa keadaannya juga," Ujar pemuda itu.


"Kamu Dokter ?" tanya Jessi gak percaya bisa kebetulan begitu profesi pemuda itu sama dengannya.


"Iya," jawab pemuda itu.


Kok bisa kebetulan gini ya, profesinya sama kayak gue. Apa ini yang namanya jodoh,, Batin Jessica


" Ooo, pantesan kamu sangat telaten tadi mengobati luka di kepalaku, Kalau boleh tau Kamu Dokter di rumah sakit mana ?" tanya Jessica makin kepo.


"Sebenarnya saya baru dua hari di Jakarta, saya resain dari rumah sakit lama rencananya saya ingin mencari lowongan Di Rumah sakit di Jakarta, mencoba peruntungan di sini," ujar Pemuda itu.


Jessi mengambil tasnya mengambil kertas dan pulpen kemudian menulis sesuatu di sana lalu menyerahkannya kepada pemuda itu. pemuda itu mengerutkan keningnya.


"Ini apa ?" tanya pemuda itu


"Besok kamu datang saja ke sana, siapa tau beruntung ," ujar Jessica dengan senyum manisnya.


Pemuda itu membuka kertas itu dan melihat sebuah alamat Rumah sakit, tapi dia kaget saat melihat nama rumah sakit itu adalah Rumah sakit terbesar di Jakarta.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like dan Coment yang banyak ya 😍🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2