Petaka Cinta Dwipangga

Petaka Cinta Dwipangga
Kaget


__ADS_3

"Kenapa sih gue gak suka kalau melihat Doni seperti itu sama Mbak Anggi ," ucap Dona


"Itu karena Lo sudah jatuh Cinta sama Doni Dona sayang," ucap Vero yang juga berada di sana karena bersembunyi dari Anggi.


"Vero...Lo masih di sini juga ?" ucap Dona


"Iya..gue lagi sembunyi,"ucap Vero


"Sembunyi..dari siapa ?" tanya Dona


"Dari mbak Anggi ," Jawabnya singkat


"Loh kenapa pakek sembunyi segala sih Ver, apa mbak Anggi segitu menakutkan ya, aku lihat Mbak Anggi itu cantik loh,"


" Justru itu masalahnya, tadi gue saat lari dari lo gue nabrak dia, dan Jantung gue rasanya mau copot ketika melihat matanya ," ucap Vero


"Ha..ha..ha..itu artinya lo suka sama mbak Anggi Vero, goblok amat sih lo," ujar Dona


"Emang gitu ya..gak ah itu semua gak bener, gue kan hanya sukanya sama cowok-cowok cucok, ngawur aja lo Don," ucap Vero

__ADS_1


"Berarti lo sudah Normal oon, bagus deh lo sudah bisa suka sama cewek, berarti Vero akan menjadi cowok tulen sekarang,"


"Gue mau masuk dulu mau istirahat, lo main aja lagi sama Leopard tuh yang lagin laper," ujar Dona lalu pergi dari sana


"Dona..tungguin gue dong ah...,iiih nyebelin deh main ninggalin aja," ujar Vero.


Saat mereka masuk ke sana Dona masih melihat Doni bersama Anggi berada di tempat tadi namun posisinya tidak seperti tadi lagi.


"Eh ada yayang Dona..mau masuk ya ," ucap Doni


Dona main masuk-masuk saja ke dalam kamarnya yang tidak jauh dari tempat mereka, sedangkan Vero ketika melihat ada Anggi di sana tidak jadi masuk, dia kembali lagi ke taman belakang.


"Kenapa ya Mbak si Dona ?" tanya Doni sama Anggi, Anggi mengangkat bahunya lalu pergi dari sana.


"Kenapa dia aneh begitu ya, padahal tadi di Taman belakang dia tidak seperti itu, atau jangan-jangan tadi dia lihat gue sama mbak Anggi dengan posisi..ah tidak-tidak..tapi kalau iya berarti dia cemburu dong sama gue dengan mbak Anggi dan itu berarti kalau dia suka sama gue," gumannya


"Kalau memang benar seperti itu gue senang banget, jadi gue akan terus mendekatinya agar gue bisa meluluhkan hatinya yang keras seperti baja itu, Semangat Doni..," ucapnya


*

__ADS_1


*


Lucia dan Alona sudah pulang ke Mansion, seperti biasa mereka membawa puluhan paper bag yang berisi belanjaan mereka, Menurut mereka siapa lagi yang akan menghabiskan uangnya Devan yang tidak akan habis tujuh turunan itu.


"Ma aku langsung ke kamar ya, capek banget nih aku mau langsung istirahat saja," ujar Alona


"Iya nih sayang, Mama juga mau istirahat, semoga nenek peot itu gak ngomel-ngomel lagi hari ini karena kita telat pulang," ucap Lucia lalu beranjak ke dalam kamarnya.


Alona mulai menaiki Tangga menuju ke lantai atas dimana kamarnya terletak. Dia mulai membuka pintu kamarya dan menaruh Paper Bag di tangannya di sofa.


"Uuugghhh capek banget sih gue, gue mandi dulu ah, sudah bau acem ," ucapnya lalu masuk ke kamar Mandi..


"Aaaaaa.....


Alona berteriak sehingga di dengar oleh Lucia yangs sedang merebahakn tubuhnya di tempat tidurnya.


Lucia yang kaget segera menuju ke kamarnya Alona .


"Ada apa sih Alona teriak-teriak kayak habis lihat Hantu saja deh ?"

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2